
Perjalanan menuju kantor PT. WCG Lina melihat sekeliling banyak gedung-gedung tinggi mencakar langit. Matanya tak henti-hentinya melihat lihat bantuk banggunan yang menjulang tinggi. Tak terasa motor mang Ojok sudah sampai di depan kantor yang sangat megah. Tertulis lambung "WIKA CITY GROUP" berwarna emas yang sangat megah.
"waaaa....!!! Megah sekali ini gedung". kata Lina saambil melihat pesona gedung yang megah.
"neng sudah sampai neng,.." mang Ojok
"eeh iya mang, maaf terkesima sama bangunannya mangggg megah sekali ini." Lina berkata-kata sambil melonggo melihat kemegahan gedung.
" iya neng, ini termasuk kantor bonafit di kota ini neng. neng mau ngelamar kerja di sini ya." tanya mang ojek.
"iya mang Lina mau taruh CV Lina di sini, eh iya mang nanti mang ojek tunggu Lina di sini ya jagain koper Lina dulu. sementara itu Lina mau naruh CV Lina ke resepsionis, sebertar aja ya mang. nanti Lina kasih bonus deh...!!! " seru Lina
"siap atu neng gelis" sambil tersenyum dan menunjukkan jembolnya
" makasih mang tunggu dulu ya, habis ini antar Lina lagi." seru Lina sambil berjalan menuju dalam kantor.
Lina berjalan menuju dalam kantor dilihat nya sekeliling kantor yang terkesan sangat mewah.
" Pak saya mau CV saya di sini, apa ada lowongan ?" seru Lina kepada security kantor.
" iya mbak ada lowongan, anda bisa menaruh CV anda di mbak yg ada di dalam". kata security sambil menunjuk ke arah dalam kantor menggunakan jembolnya tanda menunjukan arah yang sopan kepada seseorang.
" Trimakasih pak." jawab Lina sambil tersenyum.
Lina berjalan ke arah kantor dia melihat sekeliling mencari tempat menaruh CV. dilihat nya ada setumpuk CV yang ada di meja depan nya.. terlihat setumpuk map coklat lalu Lina menaruh map milik nya di meja..
"mbak saya mau melamar pekerjaan di sini" seru Lina sambil tersenyum.
" taruh sini aja mbak" jawab seseorang wanita cantik karyawan kantor.
"trimakasih". seru Lina
lalu Lina berjalan keluar kearah mang ojek. Lina celingukan mencari keberadaan mang ojek yang tadi menumpanginya sampai kantor WCG.
"Haduh di mana mang ojek tadi." seru Lina sambil celingukan frustasi.
" Mana ada barang-barang berharga ku didalam koper." Lina
__ADS_1
"Neng... neng... sini Atu neng mamang ada di sini.. " panggil mang ojek
"aduh mang .... aku kira mamang kabur sama koper ku.. !!" kaget Lina sambil berjalan ke arah mang ojek.
"ngapain Atu neng mamang kabur, mamang hanya ingin ngopi sebertar kan tadi panas banget" jawab mang ojek.
"ow iya mang Lina lupa kalau mamang aku suruh nunggu tanpa ada tempat berteduh.. mana terik banget matahari nya.." sesal Lina sambil nyengir ke mamang ojek
"maaf yaa mang". sela Lina.
" hehe iya neng mamang gak apa-apa. lagian biar nggak kena korona." mamang ojek yang nyengir
"hehe bisa aja ni mamang". senyum Lina.
"ow ya mang ayo antar aku cari kost cewek yang Deket Deket sini" kata Lina meminta tolong ke mamang.
" siap seng sini mah banyak kost-kostan". jawab mang ojek
"yukk..." seru Lina sambil naik ke motor mang ojek.
Lina dan mang ojek lalu berangkat mencari kekeliling gang yang menerima kost cewek.. di lihat nya ada bangunan bertingkat 2 tertulis TERIMA KOST KHUSUS WANITA.
"neng ini ada kost kayaknya nyaman. neng bisa lihat- lihat dulu dalamnya kalau nggak cocok kita cari lagi. ini lumayan dekat neng dari kator tadi." perintah mang ojek.
Lina langsung bergegas masuk ke dalam Kost di temuinya ibu kost yang jaga tempat kost tersebut. Lina lali bertanya apa ada yang kosong Lina mau lihat-lihat dulu isi kostnya...
Lina melihat kostnya sangat nyaman dan bersih kamar mandi dalam pula. Akhirnya Lina pun setuju dengan pilihan kosnya, lalu ia bergegas menghampiri mang ojek.
"mang aku Uda cocok mang lagian jarak dari kantor lumayan dekat pula." kata Lina sambil menghampiri mang ojek.
"Alhamdulillah neng, semoga neng betah ya" kata mang ojek
" amiin.. ow ya mang totalnya berapa,?" tanya Lina kepada mang ojek
"100rb saja neng," jawab mang ojek
" ini mang " Lina sambil menyodorkan unag 150rb buat mang ojek.
"ini kelebihan neng" mang ojek sambil mengembalikan uang 50.rb
__ADS_1
"tidak mang ini tadi mamang sudah banyak menolong saya.maaf mang hanya bisa kasih segini karena uang Lina hanya sedikit." jawab Lina sambil mengembalikan uang 50rb ke mang ojek.
"trimakasih ya neng". jawab mang ojek sambil tersenyum.
"Lina yang berterima kasih kepada mamang sudah mau menunggu dan mau mencarikan kost buat Lina kapan-kapan kalau Lina gajian aku traktir mamang makan ya. aku samperin ke tempat mangkal mamang". seru Lina
"neng gelis baik pisan, tak usah repot-repot neng
sudah tugas mamang mengantarkan pelanggan." jawab Pria kisaran umur 40an itu.
"ow ya nama mamang siapa?". tanya Lina
"saya mang Kadir neng," jawan pria yang berprofesi sebagai tukang ojek.
"saya Kalina mang, biasa di panggil Lina." seru Lina.
" ya sudah mang saya masuk dulu ya" Lina berlalu menjauhi mang Kadir.
Lina memasuki kost nya, membuka knop pintu kos lalu mendorong pintu. di lihat nya kostnya teramat rapi dan nyaman untuk ditinggali.
Lina lalu masuk dan menaruh koper di sembarang arah. Lina merasa nyeri di seluruh tubuhnya. Bagaimana tidak dari mulai dari desa B ke kota Jakarta dia tidak beristirahat sama sekali, Makan pun Lina tak sempat. ia merasa lapar dan dahaga..
"Lapar sekali aku, ada nggak ya warung di sekitar sini" Geming Lina sendirian.
Lina berjalan ke depan kost dilihat nya ada tukang nasi goreng
teng... teng ..... teng ...." Nasi goreng" teng.. teng teng... suara mamang penjual nasi goreng keliling.
"mang nasi goreng". Lina melambaikan tanganya menghentikan laju penjual nasi goreng.
" iya neng, mau nasi grong spesial, atau bisa neng." tanya mamang nasi goreng.
" biasa aja mang, bungkus ya mang." jawab Lina
"Neng anak baru ya di kost ini?" tanya mamang penjual nasi goreng sambil menggoreng nasi pesanan Lina, seperti biasa mamang penjual nasi goreng selalu akrab kepada semua pelanggan nya, di ajaknya Lina bercengkrama sambil mengoreng nasi.
" iya mang baru sampai tadi sore" jawab Lina.
__ADS_1
" ini neng nasinya sudah siap." mamang menyodorkan masih dalam wadah yang di kantongi plastik.
Lina pun langsung membayar nya. lalu bergegas masuk ke dalam kamar kost. Lina menyantap makanannya dengan lahap, tak terasa butiran air mata kembali menetes saat ia memasukan nasi ke dalam suapan yang pertama.