
Lina pun langsung membayar nya. lalu bergegas masuk ke dalam kamar kost. Lina menyantap makanannya dengan lahap, tak terasa butiran air mata kembali menetes saat ia memasukan nasi ke dalam suapan yang pertama.
"sendirian aku ibu bapak di sini, diibukota besar ini aku sendirian tanpa saudara tanpa taman tanpa ibuk dan bapak. hiks. hiks. hiks." tangisan Lina pecah seketika.
Lina melanjutkan makanannya tanpa nafsu sama sekali. dia mengambil nakas di kasurnya dilihat nya ada SMS masuk dari Tempat nya menaruh CV-nya kemarin siang.
...SURAT PANGGILAN KERJA...
...No. : 234/PT.JR/SPK/IX/2021...
... ...
...Berdasarkan hasil tes kualifikasi yang telah dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2021 maka dengan ini, kami dari PT. WIKA CITY GROUP bermaksud untuk memberikan surat panggilan kerja kepada :...
...Nama: KALINA ANGELA...
...kelamin: perempuan...
...Alamat: Jl. Mataram Raya, No. 123, Jakarta pusat....
...Yang besangkutan diharapkan mulai aktif bekerja di PT. WIKA CITY GROUP. Pada hari Selasa 7 Juli 2021, dimohon datang sebelum pukul 08.00 pagi, untuk penandatanganan kontrak kerja....
...Demikian surat panggilan kerja ini dibuat. Atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terimakasih....
... Jakarta, 6 Juli 2021...
...Dibuat oleh,...
...PT. WIKA CITY GROUP...
... ...
...Mira Risyania, S.Sos...
...Officer staff...
...Hardi Harjono, M.H...
...Manager...
"Alhamdulillah aku bisa masuk kerja besok, semoga besok adalah hari yang baik untuk.ku.. akhirnya aku bisa menyambung hidupku. ibu bapak, Lina bisa mandiri kalian semangat Lina buk pak , doakan Lina di surga ya supaya Lina bisa menjalani hidup." butiran air mata menetes tanpa bisa terkendali. hiks ... hisk ... hiks...
Cukup lama Lina terisak antara tangis bahagia di terima kerja dan tangis sedih karena di tinggalkan kedua orangtuanya baru baru ini. Lina pun mulai terasa kantuk menyerang, tak cukup lama Lina pun terlelap dalam tangisannya.
__ADS_1
waktu menunjukan pukul 07.20 pagi Lina terbangun .. Mata yang sembab menandakan dia habis menangis semalaman. dilihat nya jam Beker yang ada di meja kostnya. Lina terkaget melihat waktu yang mulai menunjukkan pukul 08.00 pagi.. Lina tersentak bengun, dia lupa kalau pakainya belum di setrika. Lina tergesa-gesa menuju kantor, dia tidak boleh sampai telah saat awal kerja, tanpa sarapan tanpa sholat Subuh.
Lina menunggu lift. dia rasa liftnya lama sekali turunnya... Lina Langsung mengambil langkah menuju tangga keruang HRD. Di ketuk pintu tertuliskan "ruang HRD" Lina lalu memutar knop pintu ruangan.
"permisi, saya dapat panggilan." kata Lina di depan pintu
" ya masuk, kamu Kalina kan" jawab HRD tersebut.
"iyaa pak." lalu Lina masuk dan duduk di dapan HRD.
"kenalkan saya Rio HRD di perusahaan ini. " sambil mengulurkan tangannya. sejenak memandangi paras cantik nya Lina
" saya Kalina pak, biasa dipanggil Lina." Lina membalas berjabat tangan.
"ini orang cantik amat ya... aku harus dapatin hatinya." Geming Rio dalam hati. sambil tersenyum simpul menatap licik Lina.
" pak... pak.... pak Rio tidak apa-apa?" Lina sambil melepaskan jabatan nya.
"eh .. Lina.." Rio terkaget,
"tidak Lina saya hanya memikirkan tempat yang cocok untuk mu." kata Rio sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"di surat edaran info lowongan kerja hanya ada bagian cleaning servis pak yang membutuhkan pegawai." kata Lina
". iya sekatang kamu turun ke lantai paling bawah kamu cari Siska, dia bagian kebersihan. nanti kamu akan di beri seragam dan akan di jelaskan tugasmu, kamu mengerti Lina". perintah pak Rio
" baik pak saya pamit ke Bu Siska" jawab Lina pamit undur diri.
Lina langsung menuju ke lift dia tidak menyadari kalau lift yang dia gunakan adalah lift khusus CEO dan orang- orang penting lainnya.
Ting... lift pun terbuka, Lina berpapasan dengan CEO tampan di liriknya sebentar lalu Lina melangkah tanpa memperdulikan seorang pemilik perusahaan tersebut.
CEO pun melihat nya dengan tatapan tidak suka.
Dylan wong (berperan sebagai Alexander Wika Wijaya)
"siapa gadis itu. tidak sopan sekali dia menaiki lift khusus untuk ku dan kolega bisnis penting tamu ku." kata Alex bergeming sambil melirik Lina
" saya kurang paham pak, saya juga belum perna melihat gadis itu," jawab sekertaris Leo.
__ADS_1
"tapi cantik juga gadis itu" batin Alex tertarik kepada Lina.
"pak..." panggil sekertaris Leo
"emmm.. yaa .. ayo.." kaget Alex.
"cari tau gadis itu sekertaris Leo". perintah Alex.
"baik pak..." jawab sekertaris Leo..
sampai diruang Bu Siska, Lina takut Bu Siska sangat galak. Seperti yang ada di dalam Novel yang biasa ia baca. atasan selalu galak.
"selamat pagi Bu, "
"emmm maaf Bu.. " Lina tertunduk kaget melihat apa yang barusan ia lihat.
"saya Lina pegawai cleaning servis baru". sapa Lina gugup didepan pintu yang terbuka dari awal dia masuk
"he kamu kenapa tidak ketok pintu dulu," Siska sambil mendorong teman lelakinya.
ya Lina berciuman dengan teman OB.nya. tanpa sengaja Lina melihat perbuatan Siska. sontak Siska marah kepada Lina yang main masuk sendiri.
" pintu terbuka Bu, sontak saya masuk saja.. maafkan saya Bu." jawab Lina sambil menunduk.
" tidak sopan sekali kamu hee..." bentak Siska.
"eemmm. mm. maaf Bu sis.. Siska..." maaf Lina terbata bata.
" untuk apa kamu kesini" tanya Siska sambil melotot.
"saya di perintahkan pak Rio untuk menemui Bu Siska. saya pegawai baru di sini Bu." jawab Lina yang masih menundukan muka.
"ow jadi kamu pegawai baru, emm tunggu sebentar" siska mengamati Lina dengan tatapan tidak suka. Siska mengelilingi Lina dan mengamati tubuh cantik Lina.
" kamu saya tempatkan untuk membersihkan ruangan pak Alex. karena pegawai yang membersihkan ruangan CEO sudah resign. kamu bisa mulai dari sekarang. dan jangan muncul keruangan saya sebelum saya kesana mengecek ruangan tersebut."
" mengerti....!!!" suara sisaka menggelar.
"ow ya hari ini kamu lembur ... untuk mengecek apa kamu bersungguh sungguh kerja di sini." tambah Siska
" i. iya Bu sis. .. siska saya mengerti.." jawab Lina terbata bata.
"ni baju kerja mu cepat kerjalah jangan malas" siska dengan nada keras dan melempar baju cleaning servis ke dada Lina.
__ADS_1
sontak Lina terkaget. karena atasannya sangat galak sekali.
butiran air mata langsung membasahi pipi mulusnya. dia berjalan pelan melalui anak tangga. dengan membawa ember sapu dan alat-alat kebersihan lainya. Lina berjalan dengan tatapan kosong dia kaget dengan sikap Bu. Siska. mungkin ini hari pertama Lina harus berusaha beradaptasi dengan keadaan.