
Alex keluar kamar Lina menutup pintu Dengan membantingnya, sontak Lina terkaget dan membuat tangisannya pecah. Lina beranjak ke kamar mandi dengan langkah pelannya, mungkin karena bagian ************ nya masih perih. Lina mengambil air wudhu dan bergegas untuk menjalani ibadah wajibnya.
"Ya Allah ya Ya Tuhan ku, inikah jalan hidupku, serumit ini kah takdir ku. Apa yang harus hambamu lakukan, apa hamba harus menikah dengan orang yang belum hamba kenal. jika ini takdir hamba, hamba ikhlas ya Allah" doa' Lina, hanya ini yang bisa membuat ia tenang.
*Kantor*
"Lik,..... Lika....!! cepat kemari kau,!!" panggil Bu Siska kepada Lika teman Lina.
" ya Bu Siska ada apa..?" Lika sambil mendekati Siska.
"Dimana teman mu Lina, baru kerja 1 hari Uda main bolos kerja aja. bilang ke dia kalau tidak niat kerja nggak usah kerja". bentak Siska ke Lika.
" i... iya Bu Siska, nanti kalau ketemu saya beritahukan sama Lina Bu.." kata Lika sambil terbata bata.
"Dasar tidak niat kerja." gerutu Siska.
*apartemen Alex*
"cepat mandi, lalu ikut aku". Alex membangunkan Lina
" Mau kemana, antar aku pulang ke kost ku tuan." kata Lina sambil mengucek mata.
"buat apa ke kost mu. kita langsung ke Paris, untuk bajumu nanti aku belikan disana pakai baju yang di bawakan Leo dulu." seru Alex.
kemarin Leo memberikan berkas dan paper bag berisi pakaian Lina dan pakai dalamnya.
"buat apa kita keparis aku tidak mau, lagian aku mau kerja. pasti Bu Siska mencari ku." gumam Lina.
"kau tidak perlu kerja, sekarang kau ku pecat." Alex dengan nada datar.
"Siapa kau berani memecat ku," Lina sambil melengos muak.
"hey... nona, kenalkan aku Alexander Wika Wijaya. Aku CEO PT. Wika city group." seru Alex sambil melangkah di depan Lina
" hahaha mana mungkin orang semesum dirimu CEO perusahaan Bonafit." Lina tertawa menyeringai.
__ADS_1
"Terserah apa katamu, ayoo...." Alex menyeret tangan Lina agar ia cepat berangkat ke Paris.
Alex dan Lina menaiki mobil Alphard berwarna hitam mengkilap, melajuh membelah jalanan yang tampak padat. mobil berhenti di tempat parkir jet pribadinya. Lina dan Alex menaiki jet pribadi ke Paris menemui orang tua Alex yang memang keduanya tunggal menetap di negara tersebut.
wuuuussss ....... jet pribadi Alex melesat membelah awan, sesampainya disana Alex dan Lina sudah di sambut hangat dengan bodyguard papa Alex yang segaja dikirim untuk menjaga anaknya.
Alex dan Lina menaiki mobil sport Pagani Huayra Tricolore milik Alex yang ada di Paris yang harganya kisaran 6jt dolar. Lina hanya melongo melihat mobil milik Alex yang sangat mewah.
"Ini orang beneran pemilik perusahaan tempat aku bekerja, duuh .... aku di pecat kan tadi, trus aku sekarang di negara orang ... dengan orang yang tidak aku kenal pula. ya Tuhan bagaimana ini" seru Lina dalam hati.
" apa yang kau pikirkan, calon istriku" kata Alex mengejek.
"heyyy ..... tuan belum tentu aku mau jadi istrimu." seru Lina sambil melipat tangannya kedada
"kau harus mau, pasti mama papa ku senang aku pulang membawa calon istri.." Alex tersenyum miring.
"sudah ku bilang aku tidak mau jadi istri mu Alexander Wika Wijaya." kata Lina dengan nada keras.
"Aku tidak terima penolakan" kata Alex singkat.
"itu trus yang kau ucapkan, apa tidak ada kata-kata lainnya dasar bod*h". seru Lina.
"heeeiii.... kau..." Alex sambil menunjuk tepat di depan muka Lina..
"belum jadi suami Uda main kasar." seru Lina ngambek.
ssssshhhiiiitttt...... cewek sama saja" gumam Alex mengalah.
Mobil sport Alex melaju dengan kecepatan standar menuju boutique.
Alex menyeret tangan Lina masuk kedalam boutique memaksa Lina memilih baju untuk bertemu calon mertuanya.
"cepat kau pilih baju, mana yang kau suka lalu cobalah aku akan menilainya." perintah Alex sambil menyeret tangan Lina.
__ADS_1
"heeeiii tuan... aku bisa jalan sendiri dari tadi kau seret aku terus.. buat apa aku ganti baju, baju ini sudah cukup."
"kau harus tampil memukau di depan mereka, jadi jangan permalukan aku." seru Alex.
Alex menyerahkan Lina ke depan lelaki yang mungkin kurang matang. memerintahkan agar Lina di dandani secantik mungkin,
"hai tuan, ada yang bisa aike bantu...?" kata lelaki itu kurang matang salam bahasa parisnya.
(maaf ya gaisss aku gak bisa menirukan bahasa lelaki kurang matang itu ya... aku gak bisa bahasa Paris. 😂✌️✌️✌️).
"kau dandani wanita ku secantik mungkin pilihkan baju terbaik di sini." seru Alex sambil melipat tangannya.
"okey tuanku tampan, aku akan membuat wabitamu menjadi bidadari" seru lelaki kurang matang tersebut sambil melambaikan tangannya lemah gemulai.
"ayooo cantik ikut aike..." sambil menggandeng tangan Lina..
Alex menunggu Lina sambil memilih pakaian Lina lainya, biar ia bisa memakainya saat ada di rumah orangtuanya.
tak tunggu beberapa lama Lina keluar dengan aura yang sangat menawan, seketika mata Alex terkesima,
"Zura,...." pikirnya ndalam hati sambil memandang keindahan yang ada di hadapannya.
"kenapa dia mirip Zura, apa aku sedang mimpi" batin Alex.
"heeiii otak udang, berhentilah memandangi ku," bentak Lina mengagetkan Alex.
"siapa yang memandangi mu dasar wanita naga, selalu membentuk ku." alasan Alex.
"kau memandangku dari tadi, apa kau mulai suka padaku" seru Lina .
"dasar, ayo cepatlah dan ini baju yang sudah aku pulihkan untuk mu, kita harus menuju rumah utama sebelum malam tiba." ajak Alex.
mobil melaju menuju rumah utama, rumah yang di tempati orang tua Alex yang ada di Paris.
__ADS_1