
sontak Lina terkaget. karena atasannya sangat galak sekali.
butiran air mata langsung membasahi pipi mulusnya. dia berjalan pelan melalui anak tangga. dengan membawa ember sapu dan alat-alat kebersihan lainya. Lina berjalan dengan tatapan kosong dia kaget dengan sikap Bu. Siska. mungkin ini hari pertama Lina harus berusaha beradaptasi dengan keadaan.
Lina mencari dimana ruangan CEO.. dia bertanya kepegawai yang lainya.
" hai kak.. boleh aku tau dimana ruangan CEO, karena aku di tugaskan membersihkan ruangan CEO kak.." tanya Lina ke office gril lainya.
"kamu pegawai baru ya,..?" tanya lawan bicara nya.
"iya kak. perkenalkan nama saya Kalina biasa di panggil Lina" jawab Lina sambil mengulurkan tangannya.
"gue Angelika, panggil aja Lika." jawabannya sambil berjabatan tangan.
"ow ya mbak Lika saya boleh kasih tunjuk di mana ruangan CEO. soalnya saya di peruntah Bu Siska untuk membersihkan ruangan CEO." tanya Lina melas.
"ayo gue tunjukkan Dimana ruangan beliau" sambil memandang tangan Lina.
"ruang CEO sangat luas seperti rumah megah Lin.. kamu pasti lembur sampai malam karena. membersihkan ruangan beliau." kata Lika sambil berjalan menuju runangan CEO
"gak apa apa mbak Lika saya kan baru di sini jadi saya akan kasih kerja yang memuaskan di tempat ini" jawab Lina sopan.
"ehh. Lin jangan panggil gue " mbak" donk serasa tua gue.. hahaha" jawab Lika sambil tertawa.
" trus aku panggil Lika aja gitu..?" tanya Lina
" iya panggil gue Lika aja ya..." jawan Lika
"teman .." Lina menjabat tangan Lika seraya ingin penjadi teman yang akrab lagi..
" teman" jawab Lika memberi balasan pertanda teman baik ke pada Lina..
"Lin ini ruangan CEO loe bisa bersih-bersih disini. tapi ingat tunggu pak Alex keluar dulu baru loe masuk membersihkan ruangannya dan jangan lupa jaga sopan santun loe ya.. CEO kita terkesan dingin dan galak semenjak di tunggal mati tunangannya." seru Lika memberi menjelasan ke Lina.
"siap teman" seraya mengerti penjelasan Lika.
Lina membersihkan lorong depan ruangan CEO sambil menunggu pak Alex keluar ruanganya.. Lina menersikan kaca dan mengepel semua lantai di sana... Tak terasa jam menunjukkan waktunya makan siang. atau jam istirahat kantor. Alex pun keluar ruanganya di temani sekertaris nya dia berpapasan dengan Lina,
__ADS_1
"ni cewek yang tidak sopan tadi menaiki lift khusus untuk ku." batin Alex dalam hati.
"permisi tuan saya mau membersihkan ruangan anda" Lina sambil berbicara kepada Alex.
"bersihkan dan jangan sampai ada debu satupun." jawab Alex dengan tatapan dingin.
" baik tuan." jawab Lina tunduk .
Lina langsung masuk ke ruang CEO. membersikan kesegala sudut arah. tak terasa siang berganti malam. waktu menunjukan pukul 19.00 .
tapi Bu Siska tak kunjung datang melihat kinerja nya.
"*apa aku boleh pulang ya. Bu Siska tidak kunjung kemari
tadi perintah ya kalau dia tidak kemari aku tidak boleh pulang. apa dia mengerjai ku ya... " Geming Lina dalam hati.
"apa sebaiknya aku pulang saja .. lagi pula ini sudah malam. takut nya aku di kunci sendirian dikantor ini.
yaa.... aku pulang saja lhaa." batin Lina dalam hati*.
"sa... saa.. saaya Lina tuan petugas kebersihan di tempatkan di ruangan anda" jawab Lina terbata bata.
"temani aku, " Alex menyeret Lina ke dalam ruangan pribadi nya..
"layani aku sekarang, jangan kau pergi lagi dari ku..." Alex dengan suara serak nya berbicara asal asalan kepada Lina.
"ti... ti.. tidak tuan.. saya tudak mau." jawab Lina terbata bata.
Alex tanpa aba-aba langsung menyeret Lina kedalam pelukannya, Mel****t bibir ranum Lina, mengabsen seisinya. Lina hanya terisak, Lina meronta-ronta meminta agar dilepaskan tetapi Alex malah mempererat pelukannya dan semakin mendekap Lina.
kini ciuman nya berganti keleher jenjang Lina. Lina meronta agar terlepas dari dekapan Alex. tapi Lina tak sekuat tubuh kekearnya.
"je.. jangan tuan. saya hanya ingin bekerja di sini. saya hanyalah cleaning servis.. jangan nodai saya tuan... hiks hiks hiks ... Lina menangis tanpa henti..
cupp.. *******an Alexander menghentikan ucapan Lina tak memperdulikan kata kata Lina sama sekali..
__ADS_1
Alex melepaskan dekapannya kepada Lina. dia membuka semua benang yang menutupi tubuhnya.
Lina langsung berlari ke pintu keluar tapi apaladaya Lina tidak bisa keluar karena pintu sudah di kunci oleh Alex..
hap.... Lina tertangkap oleh Alex, di dekapnya Lina. Alex menyobek semua benang yang menutupi t***buh Lina..
sekarang Lina dan Alex seperti bayi baru lahir tidak menggunakan sehelai benang sama sekali...
Lina menangis tanpa suara karena kelelahan meronta ingin bebas tapi apalah daya pintu sudah di kunci oleh Alex.
Alex pun melanjutkan kegiatannya, Alex memberi tanda kepemilikan dileher jenjang Lina.. tanpa ada sela satupun.
kini Alex juga mer****mas Sequisi milik Lina yang tampak menyegarkan. di berikan tanda kepemilikan di Sequisi milik Lina..air mata membanjiri pipi mulus nya.. Lina kini tak berdaya..
"apa kamu siap sayang". Alex memberi aba-aba ingin memasukan ular berbisanya ke dalam goa yang sempit.
"aaahhhhk.... saakkkiiiiiiitttt" tangisan Lina pun pecah, dia merasakan sakit yang luar biasa di organ intinya. karena ular berbisa Alex berhasil menerobos gawang lawan.
"apa sesempit ini punyamu... tak sama dengan punya tunangan ku yang teramat longgar pada waktu aku pertama mencobanya". tanya Alex dengan bodohnya, sambil memasukkan dan mengeluarkan ular berbisanya secara berirama
Lina pun tanpa jawaban. Ia hanya terisak Meratapi nasib nya yang teramat tragis. sesal yang kini dia rasakan, kenapa bisa dia kerja diibukota yang sangat keras ini.
"aaarrrkkkkk, kamu siap sayang menerima benihku,.." Alex menujuh titik kenikmatan nya...
1 jam lamanya kedua insan tanpa ada rasa suka dan cinta menanam benih bayi.. Alex pun menindih tubuh munggil Lina, tanpa ia sadari ternyata Lina sudah pingsan ..
"siiiiittttt... ini darah perawan, jadi dia masih segel.. bodoh ... bodoh ... aku seperti penjahat merebut kesucian gadis malang ini... ku kira dia Zura tunanganku pantas saja rasanya tidak sama..." sesal Alex menjambak rambut nya.
"Apa yang aku harus lakukan untuk gadis ini, bisa saja dia akan hamil anak ku.. aku terlalu bodoh... "
"aaarrrkkk....." Alex melempar barang barangnya kesembarang arah..
Sontak barang-barang terjatuh berserakan, tanpa membangunkan Lina yang pingsan tanpa sehelai benang pun..
***JADILAH PEMBACA YANG BIJAK YAA. LUUURRR..
INI HANYALAH KARANGAN... JADI YANG BELUM UMUR +21 TOLONG DI SKIP AJA...
__ADS_1
MAAF MAK LILI BARU AWAL BUAT NOVEL JADI TOLONG JANGAN DI. BULLY YA.. 😘✌️
KASIH VOTE YA LUURR BIAR MAK LILI SEMANGAT***..