CINTA LINA

CINTA LINA
Membencinya


__ADS_3

Alex berlalu meninggalkan Lina di dalam kamar sendirian, dengan tangisan sesal dan keterpurukan. Lina meratapi nasibnya. cobaan yang ia rasakan terlalu berat baginya, pikitanya kosong seperti orang depresi. Hanya butiran air mata yang menetes dalap lamunannya...


bagaimana tidak terpuruk Lina baru kamarin ibu dan bapaknya meninggal, ia malah mendapatkan Musibah pemerkosaan terhadap bos-nya sendiri.


ting tong.... Ting tong.... Ting tong.... !!!! bel berbunyi. menunjukkan pukul 07.00 pagi. di lihat Alex melalui door viewer / lobang intip di pintu apartemenya. ternyata sekertaris Leo yang datang. ya Alex sedari tadi chattingan dengan sekertaris Leo.. Alex menyuruhnya datang ke apartemen nya.


" cepat masuk," perintah Alex menyuruh sekertaris Leo


"ya tuan.. ini berkas berkas informasi tentang gadis itu tuan." sekertaris Leo menyodorkan map berisi info tentang Lina.


" ya, trimakasih. dan sekarang kau ku perintahkan untuk segera menyiapkan pernikahanku dengannya." seru Alex sambil membuka map tersebut.


"apa tidak terlalu cepat tuan anda mengambil keputusan.?"


"secepat ini anda melupakan nyonya Zura," tanya sekertaris Leo penasaran


"Tidak aku tetap mengingat Zura tunanganku, tapi kemarin malam telah terjadi kecelakaan terhadap ku dan gadis itu.." cerita Alex dengan langkah maju di depan sekertaris Leo.


" kecelakaan..?? maksud Tuan Alex,?" sekertaris Leo penasaran.


"ya.. kemarin sehabis aku minum dengan mu, aku tak langsung pulang. aku mampir kekantor dulu mengambil nakas ku yang ketinggalan di meja kantor, ternyata di sana ada gadis itu membersihkan ruangan ku hingga menjelang malam. aku dalam pengaruh alkohol mengiranya Zura, jadi ku tiduri dia." cerita Alex.


" ya Tuhan tuan. Anda melakukan kesalahan. dia kan hanya office gril dan menurut info yang saya dapat dia anak yatim-piatu. ibu bapaknya meninggal lusa karena kecelakaan waktu perjalanan ke sekolah gadis itu." jelas sekertaris Leo kepada Alex.


"tragis sekali hidupnya" tambah sekertaris Leo.


"ya bodoh sekali aku... tanpa sadar aku menggali lobang neraka untuknya, tapi aku akan bertanggungjawab." seru Alex


" jadi kuharap secepatnya kau urus pernikahan ku dengannya.. besok aku akan terbang ke Paris untuk meminta. Restu papa dan mama. jadi siapkan penerbangan ku besok." perintah Alex kepada sekertaris Leo.


"baik tuan. Tuan, apa dia di sini" tanya sekretaris Leo.


" ya dia sedang tidur semalaman dia hanya menangis" jawab Alex.

__ADS_1


"apa dia setuju tuan dengan rencana anda". tanya sekretaris Leo.


" aku tidak menerima penolakan dari siapapun." jawab Alex singkat.


"kalau begitu saya permisi tuan" pamit sekertaris Leo.



visual sekertaris Leo


"heeeemmmm" Alex berdehem di samping Lina.


"mau apa lagi kamu, mau menyiksa ku lagi, mau meniduri ku lagi.... heeee." bentak Lina


" dasar lelaki bajingan kau, tak punya perasaan." Lina sambil bangkit dari tidurnya.


"awwww... sakiiit..." Lina merasakan sakit yang luar biasa di bagian intimnya. dia lupa kalau ada sobekan di area sensitifnya seketika Lina meringis kesakitan.


"apanya yang sakit. mau ku panggilkan dokter. biar ku panggil dokter khusus untuk mu dan merawat mu." Alex sambil memegang tangan Lina,


" aku membeci mu" tambah Lina membentak. sambul mengibaskan tangan Alex ...


" awww...." rintih Lina kembali.


"aku tidak suka penolakan, kau mau kemana?" Alex sambil memegang pundak Lina.


"pipis... ".jawab Lina singkat namun terkesan ketus.


Alex mengendong Lina sampai di kamar mandi,. meletakkan Lina di kloset duduk.


" keluar" bentak Lina.


" hee nyoya kau sedang sakit , tak mungkin aku meninggalkan mu di dalam kamar mandi sendirian bisa-bisa kau terpeleset dan membuat robekan lagi di daerah sensitifmu, mau... heeeee...??? "

__ADS_1


" lagipula aku sudah tau lekuk tubuhmu.!! untuk apa kau malu!" Alex sambil tersenyum menyeringai.


"dasar orang gila. tidak ada otak , orang tak waras, otak udang...." Lina menggerutu tapi masih terdengar oleh Alex yang berdiri Tapat di depannya.


"heeeeeyy.. nyonya aku mendengarmu.." Alex menjawab gerutuan Lina


Setelah selesai aktif BAK-nya Lina langsung di gendong menuju kamar yang ia tiduri sejak awal, lalu Alex duduk di samping Lina.


" aku akan bertanggungjawab atas perbuatan ku kemarin malam" seru Alex penuh penyesalan.


" aku akan menikahi mu secepatnya," timpal Alex. dengan membalikkan muka menghadap Lina...


"tidak.... aku tidak mau menikah dengan lelaki mesum sepertimu. kau merenggut masa depan ku dan kau menghancurkan ku." Lina dengan nada marah sambil meneteskan air mata.


" hiks... hiks.... hiks...."


"trus apa mau mu.. kalau kau hamil anak ku kau akan rawat sendirian, apa begitu mau mu?" jawab Alex dengan mencincingkan sebelah alisnya.🤨 (kurang lebih seperti emot ini ya gais )✌️


"tidak... aku tidak akan Hamil, aku akan menggugurkannya...." jawab Lina seperti berkata tidak memikirkan dampaknya.


"gila kamu... tidak akan aku biarkan, dan aku tidak menerima penolakan." timpal Alex dengan suara lantangnya.


seketika Lina terdiam membisu, dengan di iringi air mata tanpa ada suara, Lina antara ketakutan dan benci terhadap lelaki yang belum dia kenal sama sekali...


Ya Lina dan Alex belum tau latar belakang masing-masing.


walaupun Alex sudah mendapatkan info tentang Lina namun ia belum sempat membaca nya .


"maakan aku menodaimu, besok aku akan membawa mu menemui orang tuaku memperkenalkan mu kepada mereka."


kata Alex


"aku bilang aku tidak amu menikahi mu." bentak Lina.

__ADS_1


"tidurlah ... aku tidak menerima penolakan. jadi persiapkan dirimu." titah Alex beranjak dari hadapan Lina.


Alex keluar kamar Lina menutup pintu Dengan membantingnya, sontak Lina terkaget dan membuat tangisannya pecah. Lina beranjak ke kamar mandi dengan langkah pelannya, mungkin karena bagian ************ nya masih perih. Lina mengambil air wudhu dan bergegas untuk menjalani ibadah wajibnya.


__ADS_2