CINTA PERTAMA 2 CEO MUDA

CINTA PERTAMA 2 CEO MUDA
Terpesona


__ADS_3

Handphone Nia berdering. Nia mengambil handphone yang ada di mejanya sambil matanya terus menatap layar laptopnya.


Dilihatnya nama Andre pada layar handphonenya kemudian mengangkat telepon itu.


"Hallo Ndre." kata Nia


"Hai Nia. Nanti makan siang bareng yuk. Aku baru lihat restoran seafood grand opening disekitar sini. Kamu suka seafood ga?" tanya Andre


"Boleh. Nanti aku ke kantor kamu ya." jawab Nia sambil terus menatap laporan di layar laptopnya


"Gak usah. Aku aja nanti yang jemput kamu. Oke?" kata Andre


"Kan restorannya dekat dengan kantormu Ndre. Ribet banget kalo kamu yang jemput aku." jawab Nia


"Gak apa-apa. Aku juga pengen lihat kantor kamu." kata Andre


"Okelah.. aku tunggu ya." jawab Nia


"Siap princess." Kata Andre disusul dengan tawa Nia di ujung telepon


Ada-ada saja si Andre. Orangnya memang baik. Anak orang kaya, dan sekarang sudah menjadi seorang CEO perusahaan besar tapi masih tetap humble, batin Nia sambil meletakkan handphonenya di meja kerjanya kemudian kembali fokus pada laporan di layar laptopnya.


4 jam kemudian


Tok..Tok..Tok


"Ya.. masuk.." kata Nia sambil membaca lembaran-lembaran kertas di mejanya. Nia tidak melihat kearah pintu ruangannya karena mengira yang datang adalah Dilla, assitennya.


Bunyi pintu ruangan terbuka kemudian ditutup kembali.


"Ada apa Dil?" tanya Nia kemudian sibuk mengetik sesuatu di laptopnya.


"Maaf mengganggu waktunya ibu Nia. Saya mau menjemput ibu Nia untuk makan siang ini." jawab Andre yang sudah berdiri tepat didepan Nia, melihat ke arah Nia dan tersenyum.


"Oh astaga Andree!! Sudah jam berapa ini? aduh maaf ya Andre, aku terlalu fokus dengan laporan-laporan ini sampai tidak sadar sudah jam makan siang." kata Nia sambil melihat jam ditangannya kemudian sibuk merapikan mejanya dan mematikan laptopnya.


"Cantik, pintar, baik dan bertanggung jawab. Beruntungnya perusahaan ini punya karyawan berdedikasi seperti kamu." kata Andre sambil terus berdiri di depan Nia menunggu Nia selesai berbenah.


"Kamu berlebihan Ndre. Perusahaan sedang mengembangkan cabang di beberapa daerah Ndre. Jadi banyak laporan yang harus dibuat. Biasanya aku santai aja kok." jawab Nia sambil tersenyum pada Andre


"Oke ayok kita makan siang." ajak Nia sambil membawa tasnya.


"Hmm.. bagaimana kalau tas kamu ditinggal aja?" tanya Andre


"Kenapa?" tanya Nia


"Aku bawa motor." jawab Andre sambil memperlihatkan kunci motornya.

__ADS_1


"Motormu yang dulu? Wah.. seru nih. jadi berasa flashback ke masa lalu." jawab Nia tersenyum bersemangat kemudian meninggalkan tasnya di meja ruangannya.


"Kamu gak risih dengan panas, debu dan gengsi ibu manager?" tanya Andre


"Hahahaha.. Apa pantas aku begitu didepan seorang CEO perusahan besar? Aku bukan orang kaya Ndre. Hal sperti itu tidak pantas ditujukan padaku." jawab Nia


"Sekarang kamu orang sukses Nia." kata Andre sambil tersenyum kagum pada Nia


"Sudah-sudah ayok makan siang. Aku sudah lapar." ajak Nia keluar ruangannya


Nia mengambil handphone dari dalam saku blazernya kemudian menelepon Dilla, asistennya.


"Dilla.. saya pergi makan siang diluar dulu. Tas saya ada diruangan saya." kata Nia pada assistennya


"baik bu." jawab Dilla di seberng telepon.


Nia dan Andre sampai di parkiraan motor. Andre memberikan helm pada Nia kemudian menghidupkan motornya. Nia memakai helm itu kemudian naik ke motor Andre.


"Kamu begitu mencintai motor ini ya Ndre. Motor ini begitu terawat meskipun telah lama." kata Nia


"Motor ini sudah menjadi bagian dalam hidupku Nia. Selama aku di Luar negeri aku selalu memantau perawatannya. Tidak ada orng yang boleh mengendarainya selain aku dan hanya orang spesial yang akan aku bonceng dengan motor ini. " jawab Andre kemudian menutup kaca helmnya dan melajukan motornya.


Nia yang mendengar jawaban Andre tadi sempat bingung namun kebingungannya buyar ketika Andre melajukan motornya. Secara spontan Nia memegang pinggang Andre karena terkejut yang membuat Andre tersenyum senang.


Mereka tiba disebuah restoran seafood yang besar dan mewah.


"Ini restoran mama. Sudah lama mama ingin membuka restoran seperti ini tapi baru sekarang bisa terealisasi." jawab Andre


"Wah.. mama kamu hebat Ndre." jawab Nia


"Iya mamaku hebat. Mirip sama kamu. Cerdas, lembut, dan mandiri. Mama pasti cocok sama kamu." kata Andre sambil tersenyum pada Nia


"Aku selalu tidak percaya diri kalau dibandingkan dengan orang hebat Ndre. Perempuan luar biasa berdampingan dengan pria hebat akan menghasikan hal-hal hebat juga. Contohnya kamu Ndre, anak orang besar namun selalu humble." jawab Nia sambil menatap Andre


"Benar benar benar.. dan agar aku juga bisa menghasilkan hal-hal hebat, aku harus menemukan wanita luar biasa itu, Seperti kamu misalnya." kata Andre sambil mendekatkan wajahnya kearah Nia kemudian tersenyum.


Nia yang tiba-tiba mendapat serangan manis dari Andre menjadi bingung dan gelagapan. Nia memundurkan wajahnya yang sudah sangat dekat dengan Andre.


"Hmm.. Ndree.. bagaimana kalau kita masuk sekarang? Aku sudah sangat lapar." kata Nia gugup


"Oh oke.. ayo kita masuk." jawab Andre tersenyum dan mulai berjalan ke arah restoran


Oh Nia.. aku bisa mati kalau begini. Pesonamu terlalu mengagumkan. Aku kesulitan mengendalikan diriku, batin Andre sambil menggigit bibirnya.


Nia dan Andre dudk dan memesan makanan mereka masing-masing. Restoran itu begitu mewah dan nyaman.


"Rumah kamu masih di tempat yang dulu ya?" tanya Andre membuka percakapan menjelang pesanan makanan mereka datang.

__ADS_1


"Iya Ndre masih." jawab Nia


"tapi bukannya mobil gak bisa masuk ke gang itu ya?" tanya Andre


"Aku menyewa tanah pemilik rumah yang didepan gang untuk parkir mobilku setiap hari." jawab Nia


"Kenapa tidak pindah saja? Aku bisa bantu mencarikan rumah yang lokasinya bagus dan harganya menarik. Aku punya kenalan perusahaan properti besar." kata Andre


"Aku sudah ada niat untuk membeli rumah dilokasi yang aksesnya memadai. Namun belum bisa sekarang. Ada hal penting yang harus ku dahulukan dibandingkan membeli rumah sekarang." jawab Nia


"Apa itu?" jawab Andre penasaran


Nia memberi isyarat pada Andre dengan tangannya yang artinya "sini mendekat". Setelah Andre mendekatkan kepalanya dan mencondongkan badannya ke arah Nia, Nia pun membisikkan sesuatu di telinga Andre


"RAHASIA." bisik Nia kemudian tertawa lepas membuat Andre semakin gemas melihat tingkah Nia karena sukses menipunya.


Andre yang melihat Nia tertawa lepas pun menjadi tidak bisa mengontrol ekspresinya. Andre terus menatap Nia sambil tersenyum sementara tubuhnya tetap masih mencondong kearah Nia.


Seorang waitres datang dan membawakan makanan yang tealh mereka pesan tadi membuat Andre mengembalikan posisi badannya ke posisi semula.


"Selamat menikmati." kata waitres setelah selesai menata makanan yang dibawanya di meja Nia dan Andre.


"Terima Kasih." jawab Nia


"Wahh.. Luar biasa. Ayok makan Ndre. Perutku sudah konser sejak tadi." kata Nia pada Andre


"Ayo.." jawab Andre sambil mengabil sendok makannya


"Hal penting maksud kamu tadi apakah menikah?" tanya Andre yang masih penasaran dengan perkataan Nia tadi


"Menikah?? Pacar saja aku belum punya Ndre." jawab Nia santai sambil memakan hidangan yang didepannya


"Beneran? Selama ini kamu belum punya pacar?" tanya Andre bersemangat


"Aku gak punya waktu untuk pacaran Ndre. Walaupun aku beasiswa ketika kuliah, tapi aku harus kerja sampingan sebagai kasir di toko dekat rumahku untuk tambahan uang saku dan ongkosku. Aku juga masih sibuk sebagai asisten dosen dan kejar target harus lulus secepatnya. Setelah bekerja diperusahaan ini, aku terus dipacu oleh atasanku dengan banyak tugas. Karena itu juga aku bisa mencapai posisi ini sekarang." jawab Nia


"Wahh.. kamu hebat. Tidak semua orang bisa seperti kamu Nia." kata Andre dengaan tatapan takjub.


"Ada 2 jenis orang hebat di dunia ini Ndre. Pertama, orang yang menjadi hebat karena takdir baik memihak pada mereka. Yang kedua, orang yang menjadi hebat karena takdir buruk yang memaksa mereka harus menjadi hebat. Jadi semua orang bisa menjadi hebat jika mereka memilih untuk menjadi hebat." jawab Nia


"Wuaahh.. aku tidak bisa bayangkan bagaimana hebat dan menawannya anakku jika punya ibu seperti kamu." jawab Andre sambil terus menatap Nia dalam


Nia yang mendengar perkataan Andre menjadi terbatuk-batuk saat akan menelan makanannya.


"Apa ndre??" tanya Nia sambil masih terbatuk sesekali


"Ini minum dulu." kata Andre sambil tersenyum dan memberikan segelas air putih pada Nia.

__ADS_1


__ADS_2