CINTA PERTAMA 2 CEO MUDA

CINTA PERTAMA 2 CEO MUDA
Mr Cool is Back


__ADS_3

"Dilla.. ke ruangan saya sekarang ya." perintah Nia pada Dilla, asistennya melalui telepon di meja kantornya


"Baik bu." jawab Dilla


Tak berapa lama Dilla pun datang dan mengetok pintu ruangan kerja Nia.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk." jawab Nia


Dilla masuk dan menutup pintu ruangan kerja Ni.


"Ada apa bu?" tanya Dilla


"Buat laporan untuk cabang di unit 5 ya Dil. Bahan-bahannya sudah saya kirimkan ke email kamu. Harus selesai siang ini sebelum makan siang. Kita akan meninjau ke lapangan langsung hari ini." perintah Nia


"Bukannya pak Agung yang bertugas di unit 5 bu?" jawab Dilla


"Direksi hari ini pergi menjenguk pak Presdir di Rumah sakit. Beliau terkena serangan jantung tadi pagi. Jadi kita yang menggantikan pak Agung meninjau ke lokasi Unit 5 hari ini." jawab Nia


"Baik bu. Akan saya selesaikan sebelum makan siang nanti. Saya permisi ya bu." kata Dilla berpamitan


"Oke." jawab Nia


Dilla pun melangkah keluar ruangan kerja Nia dan menutup pintunya kembali.


Nia kembali fokus pada tugasnya di laptop. Tiba-tiba handphone Nia yang tergeletak di atas mejanya berdering. Muncul nama ANDRE di layar ponselnya.


"Ya Ndre?" kata Nia ketika menerima telepon dari Andre


"Kamu sibuk gak hari ini? Aku mau ajak kamu makan siang sekalian mau menunjukkan sesuatu sama kamu siang ini." tanya Andre


"Duuh.. sepertinya aku gak bisa hari ini, Ndre. Aku harus keluar kota untuk melihat cabang unit perusahaan disana." jawab Nia


"Kamu pergi sama siapa?" tanya Andre


"Dengan Dilla asistenku dan supir kantor." jawab Nia


"Aku temani ya. Kebetulan hari ini aku gak ada acara penting." kata Andre


"Gak usah Ndre. Setelah meninjau aku langsung pulang kok." jawab Nia


"Oke.. Kalau ada apa-apa, kamu harus menghubungi aku ya." kata Andre


"Oke siap. Bye Ndre" jawab Nia


"Have a nice day, Nia" kata Andre


Nia menutup telepon dan kembali fokus pada laptopnya.


Setelah makan siang bersama asisten dan supir kantor, Nia berangkat menuju lokasi unit perusahaan yang akan ditinjaunya. Nia sudah biasa dengan kegiatan padat dan perjalanan yang jauh. Sejak kecil Nia sudah ditempah dengan tekanan, jadi Nia tidak sulit beradaptasi dengan tekanan pekerjaan dikantor.


Pukul 19.15 WIB Nia kembali ke kantornya dari luar kota. Kantor masih padat dan aktif. Belum ada satu pun pegawai yang pulang. Niat Nia ingin langsung pulang kerumahnya setelah mengantar kembali Dilla dan supirnya ke kantor diurungkannya. Dia penasaran kenapa kantor masih penuh dengan karyawan yang terlihat sangat sibuk. Nia dan Dilla turun dan masuk kedalam kantor menuju ruangannya.


"Kenapa kantor masih ramai jam segini? biasanya gak seramai ini kalau sudah jam segini" tanya Nia ke pegawai Resepsionis di depan


"Eh ibu Nia. Iya bu. Seharian Direksi di Rumah Sakit. Jadi banyak tugas yang terbengkalai. Semua pada sibuk menyelesaikan tugas-tugas yang urgent untuk besok bu. Kabarnya kesehatan Pak Presdir semakin memburuk bu. Besok direksi masih sibuk ke rumah sakit bu." jawab pegawai Resepsionis itu.


"Oh.. Besok pasti akan lebih sibuk dari hari ini." kata Nia sambil tersenyum pada resepsionis itu kemudian berjalan masuk bersama Dilla.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang memanggilnya


"Niaa..!!" panggil Putri Kepala bagian Personalia dan HRD setengah berlari ke arah Nia


"Hai Kak put.. belum pulang kak?" tanya Nia


"Belum. Masih ada kerjaan nih. Eh tahu gak kalau Pak presdir sekarang sedang koma di Rumah Sakit? kabarnya besok anak tunggalnya bakal masuk ke perusahaan ini sebagai CEO." kata Putri


"Wah.. Beneran kak? Mendadak sekali ya kak. Katanya kan pak Presdir memang ada penyakit jantung dan sering kambuh. Kenapa tidak sejak lama putranya di perkenalkan dengan perusahaan ya kak?" tanya Nia


"Putranya sering menolak jika disuruh memegang perusahaan Nia. Padahal orangnya cerdas banget loh. Bayangkan lulus S1 dan S2 cumlaude dari luar negeri. Semua diselesaikan lebih cepat dari waktu seharusnya. Tapi setelah lulus dia lebih memilih menetap di luar negeri. Entah apa yang dikerjakannya disana. Orangnya dingin banget katanya loh." jelas kak Putri panjang lebar dengan semangatnya.


"Tantangan lagi nih kak." jawab Nia sambil tertawa.


"Kabar baiknya, putra tunggal pak presdir itu tampan pool. Sekelas oppa oppa korea. Tinggi, putih, hidung mancung.. aaahhhh.. membayangkannya saja kakak jadi pengen salto Nia." kata kak Putri sambil menutup matanya menggemas.


"Hahaha... Enak dilihat dan dingin kayak es lilin depan kantor dong kak." seloroh Nia


"Semoga menjadi hal baik ya buat perusahaan." jawab kak Putri


"Amin. Aku pulang duluan deh kak. baru pulang dari Unit 5 tadi. Kirain kenapa kantor kok masih ramai seperti ini makanya aku masuk lagi ke kantor. Besok pasti lebih sibuk dari hari ini. Semangaatt!!" kata Nia sambil mengepalkan tangannya keatas.


"Semangaatt oppaa besok datang.. hahaha.. Hati-hati dijalan ya Nia." jawab kak Putri sambil melambaikan tangannya


"Hahaha.. Bye kak Putri." jawab Nia sambil melambaikan tangannya juga kearah Putri


"Dilla, besok jangan lupa selesaikan laporan pasca survey tadi ya. Kita pulang saja sekarang. Istirahat, mungkin besok kita bakal padat lagi." kata Nia


"Baik bu." jawab Dilla


Nia mengambil mobilnya di parkiran kemudian melaju pulang.


***


Nia sampai di parkiran kantor. Bersiap untuk turun. Kantor sudah sangat ramai. Bahkan para direksi sudah datang di kantor. Nia mempercepat langkahnya masuk edalam kantor.


"Putra Tunggal pak Presdir sebentar lagi datang bu. Hari ini ada konferensi pers pengangkatannya sebagai CEO kita yang baru." kata Dilla menyambut Nia di depan kantor kemudian berjalan masuk bersama Nia


"Wah.. untung saja saya cepat datang hari ini. Kenapa mendadak seperti ini sih." jawab Nia sambil terus berjalan cepat keruangannya


Semua pegawai diperintahkan berkumpul di aula utama kantor bersama para awak pers yang akan meliput cara konferensi pers ini. Ini akan menjadi berita yang besar mengingat PT Artawijaya Group merupakan Perusahaan senior dan paling besar di Indonesia.


Seorang pria bertubuh tinggi dan atletis memasuki ruangan aula bersama jajaran petinggi perusahaan. Wajahnya begitu tampan.


"Ganteng banget Nia. Semangat kerja kalau pemandangan kayak gini setiap hari." bisik Putri disebelah Nia


"SStt.. kakak ada-ada aja." jawab Nia berbisik


Konferensi pers yang berlangsung selama 3 jam pun berakhir. Nia tidak begitu mengikuti konferensi pers itu karena pagi itu dia masih merasa mengantuk akibat semalaman tidak bisa tidur dan harus berangkat lebih pagi.


Semua pegawai telah kembali keruangannya masing-masing dan para awak media telah pergi.


Nia diminta pak Gilang selaku Direktur Operasional datang ke ruangan CEO untuk menyerahkan laporan unit cabang perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya sekaligus dengan unit yang kemarin disurveynya ke lapangan agar dipelajari dan dinilai oleh CEO yang baru.


Dengan cepat Nia beranjak ke ruangan dan mengetuk pintu ruangan itu. Dia tidak mau membuaat kesalahan di hari pertama CEO baru itu bekerja.


Tok..tok..tok..


"Masuk." kata CEO yang baru itu

__ADS_1


Nia membuka pintu, kemudian masuk dan menutup kembali pintu ruangan itu. Didalam ruangan sudah ada pak Gilang sedang berdiskusi dengan CEO baru itu.


"Ini pak semua laporan unit-unit kita." kata Nia sambil menyerahkan laporan kepada CEO baru


CEO baru itu hanya diam saja tanpa mengalihkan pandangannya dari lembaran-lembaran kertas yang sedang dibacanya sebelum Nia memasuki ruangan itu.


Nia dan pak Gilang saling bertatapan melihat sikap dingin CEO itu. Kemudian pak Gilang mengambil inisiatif untuk mengambil laporan-laporan itu dari tangan Nia yang sejak tadi menggantung karena ragu akan meletakkan laporan itu dimeja CEO atau tidak.


"Oke Nia. Kamu kembali saja keruangan kamu. Biarlaporannya saya yang akan menjelaskannya pada bapak." kata pak Gilang kepada Nia


"Baik pak. Permisi pak." jawab Nia berpamitan kemudian berbalik badan hendak keluar dari ruangan itu.


Begitu mendengar nama Nia, CEO itu mengalihkan pandangannya kedepan, tepatnya melihat keraha Nia yang baru saja membalikkan badannya ingin keluar dari ruangan itu.


"Tunggu!!" kata CEO itu tegas


Nia kemudian berhenti dan membalikkan badannya berjalan kembali ke meja CEO itu.


CEO itu berdiri dan mendekati Nia. Melihat Nametag yang tergantung di baju Nia kemudian menatap Nia.


"Nia SMA Tunas Bangsa?" tanya CEO itu.


"Iya pak. darimana bapak tahu?" tanya Ni kembali dengan wajah bingung


"Kamu tidak mengenalku?" tanya CEO itu


Nia menatap CEO itu beberapa saat mencoba mengingat wajahnya.


Memangnya kami pernah bertemu? dimana?, batin Nia sambil terus menatap CEO itu dengan tatapan bingung.


"Baiklah kalau kamu tidak mengenalku. Kembalilah ke ruanganmu." kata CEO itu sambil kembali ke kursinya.


Nia berpamitan kembali dan keluar dari ruangan itu. Nia bingung dengan yang barusn terjadi. Dia masih terus berusaha mengingat-ingat siapa CEO itu sampai-sampai tahu SMA Nia dulu.


Didepan ruangannya telah berdiri Dilla asistennya yang sedang menunggunya.


"Ada apa Dil?" tanya Nia


"Ini bu laporan akhir biaya cabang bulan ini. Ib tinggal tanda tangan saja." kata Dilla sambil memperlihatkan sebuah laporan kepada Nia


Nia mengambilnya kemudian masuk ke dalam ruangannya diikuti oleh Dilla.


Selesai tanda tangan, Nia kembali menyerahkan laporan itu pada Dilla.


"Dil, kamu tahu siapa nama CEO kita yang baru ini?" tanya Nia


"Kalau gak salah dengar kemarin namanya Leon Nathan Artawijaya bu. Ibu bukanya kemarin ikut hadir di konferensi persnya ya?" jawab Dilla


"Leon Nathan Artawijaya..hmm.. Leon Nathan Artawija.. Astaga.. Jangan-jangan itu Leon. Ya gak salah lagi itu Leon. Makanya dia tahu dengan SMA itu. Aduuhh.. kenapa aku sama sekali tidak mengingatnya ya??" kata Nia berbicara sendiri sambil setengah berteriak.


"Ada apa bu?" tanya Dilla bingung.


"Gak apa-apa Dilla. Kamu boleh kembali keruangan kamu sekarang. Terima kasih ya infonya." kata Nia


"Sama-sama bu. Saya permisi ya bu" jawab Dilla sambil meninggalkan ruangan Nia


"Sungguh luar biasa. Leon yang super dingin itu sekarang menjadi CEO dikantor ini." kata Nia berbicara sendiri sambil merebahkan tubuhnya dikursi.


CAST OF CHARACTER

__ADS_1


As Leon Nathan Artawijaya



__ADS_2