Cinta Pertama Membuat Trauma

Cinta Pertama Membuat Trauma
Perkenalan


__ADS_3

Gadis manis bernama Namira Fadila, alhamdullilah masih mempunyai orang tua lengkap dan mempunyai satu adik laki laki.


Walaupun mereka bukan keluarga yang tergolong kaya dan hidup dikota tapi mereka merasa bahagia tanpa kekurangan apapun.


Namira masih kelas 2 SMK dan setiap pagi membantu ibunya beres-beres sebelum berangkat sekolah.


''Nam, Namira bangun sholat terus bantu ibu beres-beres'' suara ibu Rika membangunkan Namira


''Iya bu'' jawab Namira


Setelah sholat Namira membantu ibu beres-beres walau hanya nyuci piring dan nyapu lalu bersiap-siap berangkat sekolah.


''Nam, bangunin adik mu suruh mandi" suruh Ibu Rika


''Iya bu'' jawab Namira


Namira berjalan menuju kekamar adiknya bernama Niko Faturi.


''Nik, bangun. Kamu sekolah gak sih ini sudah jam setengah 6 loh'' Namira membangunkan adiknya


''Iya mbak'' Jawab Niko yang masih merem tanpa bergerak turun dari ranjang tidurnya.


''Cepetan, kamu itu habis sholat jangan tidur lagi'' Ucap Namira kesal dengan Niko yang tidak buruan bangun


''Iya iya'' jawab Niko dengan malas


Namira sarapan duluan dengan lauk seadanya yaitu tempe goreng dan nasi hangat yang Namira syukuri karena masih banyak orang diluar sana yang kelaparan.


''Dren..drenn..dreenn''


suara motor Sita sahabat Namira


''Assalamualaikum, Nam ayo berangkat'' Sita memanggil Namira


''Walaikumsalam, Namira masih sarapan. Ayo Sita sarapan sekalian sama Namira'' ajak ibu Rika


''Iya bu, tadi aku udah sarapan'' Jawab Sita


''Nam, buruan sarapannya itu Sita sudah datang'' ibu Rika memanggil Namira


''Iya bu, Namira udah selesai kok'' jawab Namira yang sudah selesai sarapan


''Yah Bu, Namira berangkat dulu Assalamualaikum'' pamit Namira dengan orang tuanya


''Walaikumsalam hati-hati, jangan ngebut kalo naik motor'' pesan Ayah Namira


''Iya Yah'' jawab Namira


Jarak ke sekolah Namira cukup jauh sekitar 10 KM. Namira berangkat sekolah selalu bersama Sita sejak kelas 2 ini. Sita takut kalau melewati jalan raya yang besar, Sita pernah kecelakaan beruntun saat berangkat sekolah di jalan raya. Sebelumnya mereka berangkat sendiri-sendiri, kadang Namira diantar ayahnya jika motornya dipakai ayahnya bekerja di ladang karena cuma punya satu motor Supra. Jadi Namira kasihan kalau ayah keladang naik sepeda. Untung saja SMP adiknya dekat, jika Niko ke sekolah naik sepeda atau jalan kaki tidak jauh.


Saat di jalan Namira dan Sita mengobrol.


''Nam, PR MTK mu udah belum?'' tanya Sita


''Udahlah, kamu udah belum?'' jawab Namira


''Udah sih, tapi belum aku isi semua. Nanti aku lihat punya mu boleh ya? '' pinta Sita untuk mencontek PR Namira


''Ya udah nanti dikelas aja sama Indah sekalian lihatnya'' jawab Namira

__ADS_1


''Oke. Eh, tadi aku ketemu Bagas loh di jalan'' Sita memberitahu Namira


''Terus?'' jawab Namira


''Tapi dia gak pakai seragam sekolah, apa Bagas gak sekolah?'' tanya Sita dengan heran


''Gak tau. Sekolah paling, diakan sekolahnya deket. Beda sama kita yang lain masih mandi kita udah berangkat'' Jawab Namira


''Iya juga ya'' ucap Sita


Bagas adalah laki-laki yang pertama mengenalkan cinta kepada Namira setelah ayahnya. Bagas dan Namira berbeda sekolah, Bagas sekolah di desanya, sedangkan Namira sekolah di kota.


Namira dan Sita telah sampai disekolah dan berjalan menuju kelas, saat sampai depan kelas sahabatnya Indah langsung mengambil tas dan mengeluarkan buku PR Namira untuk dicocokkan jawabannya. Alhamdullilah Namira termasuk siswi yang cerdas dan berprestasi di sekolahnya.


''Sita juga mau lihat lo In'' Namira memberitahu Indah kalau Sita juga mau melihat PR Namira


''Sini Sit'' ajak Indah


''aku juga mau lihat, aku belum ngerjain PRnya'' pinta temen-temen Namira yang lain


''Enak aja, wani piro?'' Jawab Namira dengan sebal


''Gampang, ntar aku beliin soto'' ucap Vina


''Oke, janji ya?'' tanya Namira


"hmmm" Vina menganggukkan kepalanya


Dalam hati Namira bersyukur uang jajannya 5000 bisa ditabung buat beli buku karena ekonomi yang pas-pasan, mau minta uang tambahan tidak tega kepada ibunya. Jadi pintar-pintar Namira mengatur uang jajannya sendiri.


''tett...tett.....'' bunyi bel sekolah, pelajaran mulai berlangsung sampai istirahat.


''Nam, ayo ke kantin'' ajak Vina


''Ayo, tapi Indah duitnya kurang Vin kalau buat beli Soto. Aku dikelas aja deh sama Indah'' tolak Namira


''Udah, aku beliin juga. Ayo Ndah'' jawab Vina mengajak Indah sekalian


''Ya udah ayo'' jawab Indah


''Aku ikut juga, jangan ditinggalin.'' teriak Rosa


Mereka menuju kantin untuk makan siang bersama.


''Bu soto sama es teh 5 ya!''


Ucap Vina ke Bu kantin. Vina termasuk orang yang paling mampu dibandingkan mereka sahabat Namira yang lain. Meski begitu Vina orangnya royal dan tidak sombong Vina mau berteman dengan siapa saja.


''Nam, tadi malam itu Bagas nelvon aku loh'' ucap Rosa


''Ngapain?'' tanya Namira dengan heran


''Itu nanyain kamu disekolah punya cowok gak. Dan curhat tentang kamu Nam'' jawab Rosa


''Curhat tentang aku gimana?'' tanya Namira


''Ya dia bilang. Kamu itu cuek, judes, dan nolak terus kalau Bagas tembak.'' jawab Rosa menceritakan Bagas yang mengeluh dengan sikap Namira


''Ya mati dong kalau di tembak. Hehee..'' canda Namira

__ADS_1


''Iss Namira. Kenapa sih Bagas kamu tolak terus?'' tanya Rosa


''Iya Nam, kenapa kamu tolak Bagas terus sih? Padahal Bagas itu ganteng, kaya, baik lagi. Nanti giliran Bagas udah punya pacar nyesel kamu.'' nasehat Sita


''Iya aku itu mau fokus sekolah gitu, gak mau pacaran.'' jawab Namira


''Coba aja terima Bagas dulu sih Nam, kasihan loh kamu tolak terus.'' nasehat Indah


''Kalau pacaran gak buat nilai mu turun kayaknya gak masalah deh Nam.'' ucap Vina


''Iya Nam coba dulu terima Bagas jadi pacarmu biar predikat jones itu ilang Nam. Kita semua loh udah punya pacar masak kamu enggak. Haha..haha'' ledek Rosa


''Mendingan jones daripada playgirl. Iya gak?'' jawab Namira


''Iya aja deh biar kamu seneng Nam.'' ucap Vina


''Haha..haha..ha..'' tawa mereka semua


Saat pulang sekolah, tiba-tiba Bagas datang mau menjemput Namira tanpa memberitahu Namira.


''Nam, ayo pulang sama aku'' panggil Bagas


''Kamu ngapain kesini? aku kan sama Sita pulangnya'' tanya Namira


''Ya jemput kamu lah, Sita kan bisa naik motor sendiri'' jawab Bagas


''Aku gk mau, aku sama Sita aja.'' tolak Namira


''Tapi Nam?'' jawab Sita


''Udah biarin aja. Ayo pulang Sit'' ajak Namira


''Nam, tunggu aku mau ngomong sama kamu di sana bentar aja'' ajak Bagas


''Ya udah. Kamu tunggu disini dulu ya Sit.'' ucap Namira kepada Sita dan Sita menganggukkan kepalanya.


''Mau ngomong apa Gas?'' tanya Namira


''Nam, aku itu sebenernya suka sama kamu, kamu mau gk jadi pacarku?'' ucap Bagas to the point mengungkapkan perasaannya


''Ya udah, kita jalani aja dulu'' jawab Namura


''Berarti kita jadian?'' tanya Bagas


''hmmm'' jawab Namira dengan menganggukkan kepalanya


''Yes. Makasih ya Nam, ini buat kamu.'' Bagas memberikan coklat


''Makasih. Aku mau pulang dulu ditunggu Sita.'' ucap Namira


''Ayo, aku anterin.'' Bagas


Mereka pulang bersama sama.


Namira menerima Bagas karena ucapan sahabat - sahabatnya tadi untuk mencoba berpacaran dengan Bagas.


the end


ini novel perdanaku, tolong dikoreksi. terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2