
Saat malam hari, Bagas menghubungi Namira lewat telvon. Biasalah baru jadian, rasanya dihati berbunga-bunga saat orang yang disuka menghubungi.
Drett...drett... suara hp Namira
''Halo, assalamualaikum'' jawab Namira
''Walaikumsalam, lagi ngapa?'' tanya Bagas
''Tiduran, ada apa?'' Tanya Namira dengan cuek
''Iya gak ada apa-apa, cuma pengen nelvon aja. Aku mau maen ke rumah boleh gak?'' tanya Bagas meminta izin untuk main kerumah Namira
''Ya udah maen aja, mumpung aku gak ada PR juga'' jawab Namira
''Oke sayang, tunggu aku. Assalamualaikum'' ucap Bagas
''Walaikumsalam'' jawab Namira
Namira keruang keluarga, disana ada ibu dan ayah. Namira bilang ke ibu kalau akan ada teman yang maen kerumah.
''Bu, nanti ada teman yang maen boleh gak?'' tanya Namira kepada orang tuanya
''Boleh, yang penting pulang jangan lebih dari jam 9 malam'' jawab ayah Fadil memberi izin
''Oke, makasih yah'' ucap Namira
Orang tua Namira bukan orang yang suka mengekang anaknya, mereka mengizinkan teman - teman anaknya main kerumah baik cowok maupun cowok, agar orang tua Namira bisa memantau pergaulan anaknya.
Bremmm...Breemmm.. suara motor Bagas
''Assalamualaikum, Namira ada gak Nik?'' tanya Bagas
''Walaikumsalam, ada kok masuk aja. bentar aku panggilin mbak Namira'' jawab Niko
Niko berjalan menuju kamar Namira
''Mbak, ada Bagas di depan'' panggil Niko
''Iya'' jawab Namira
Namira segera menemui Bagas ke depan, dengan penampilan yang biasa tanpa make up dan pakai piyama tidur saja.
''Hay Nam?'' sapa Bagas
''Iya, cepet banget nyampeknya?'' tanya Namira
''Iya kan cuma deket. Eh ini buat kamu.''
Bagas memberikan bingkisan yang dibawa dari rumah
''Makasih, aku kebelakang buatin minum dulu'' ucap Namira
__ADS_1
Bagas menganggukkan kepalanya
Beberapa saat Namira membawa secangkir kopi dan sepiring roti.
''Silahkan Gas, diminum kopinya'' Namira menawarkan kopi buatannya
''Iya makasih'' jawab Bagas
''Ohh iya, tadi kamu kok bisa tiba-tiba dateng ke sekolah gak ngabarin aku dulu?'' tanya Namira
''Ya pengen ngasih kejutanlah. Kamu loh kalau aku ngabarin dulu, pasti menghindar dari aku'' jawab Bagas
''Enggak lah, siapa juga yang menghindar?''
Jawab Namira gak terima dituduh seperti itu
''Kamu gitu, kemaren mau aku jemput gk mau kenapa?'' tanya bagas
''Aku itu gak menghindar, aku gak mau karena bareng sama Sita'' jawab Namira
''Ohh gitu, tapi aku minta kamu jangan kayak kemaren kemaren ya menghindari aku dan cuek lagi. Kita kan sudah jadian'' pinta Bagas
''Iya, tapi kamu janji dulu sama aku'' ucap Namira
''Janji apa?'' tanya Bagas
''Janji yang pertama selama kita pacaran kalau bisa jangan sampai orang tua ku tau. Kedua hanya sebatas pegangan tangan, jangan cium-cium. Ketiga jangan khianati aku. Gimana bisa janji gak?'' tanya Namira
Bagas mengeluarkan ponselnya dari sakunya, untuk mengetik perjanjian yang kita buat.
''Ini gimana menurut mu?'' tanya Bagas
''Pertama jangan sampai orang tua tau. Kedua jangan cium-cium. Ketiga harus setia. Keempat kalau ada teman cowok maen harus izin dulu
Yang keempat mana bisa gitu?'' protes Namira
''Harus bisa lah, gimana setuju gak?'' tanya Bagas
''Ya udah setuju''Jawab Namira dengan cemberut menyetujui perjanjian dengan Bagas. Soalnya menurut Namira orang tua nya aja gak ngelarang kok ini Bagas baru jadi pacarnya udah ngelarang temannya maen kerumah.
''Iya sayang. Jangan cemberut gitu dong, Senyum. Aku mau pulang dulu udah malem, Assalamualaikum'' pamit Bagas
''Walaikumsalam'' jawab Namira dengan tersenyum.
Orang tua Namira memang tidak pernah bilang melarang anaknya berpacaran. Tetapi ibu Namira selalu menasehati Namira anak perempuan satu -satunya untuk menjaga kehormatanya.
Namira merasa takut kalau orang tuanya tau, jika Namira mempunyai pacar, yang ada malah akan dinikahkan.
Seperti waktu itu ada tetangga Namira yang pacaran tiap hari di antar jemput sekolah sama pacarnya dan ibu Namira berkomentar panjang kali lebar.
''Kalau sekolah itu yang benar, biar jadi anak yang sukses. Boleh berteman sama cowok yang penting tau batasan, jangan pamitnya sekolah malah pacaran'' ucap ibu Rika
__ADS_1
'' Siapa yang pacaran?'' tanya Namira
''Ya itu si Salsa pamitan sama ibunya sekolah. Eh, malah pacaran di bawah pohon dekat irigasi. Kamu kalau kayak gitu gak usah sekolah, nikah aja mau?'' Ibu Rika memperingati Namira
'' Ya gak mau lah'' tolak Namira
''Boleh pacaran, yang penting tau batasan dan tau waktu. Ibu juga dulu pernah muda, jadi ibu gak ngelarang kamu pacaran.'' ibu Rika menasehati Namira
''Iya ibu sayang '' jawab Namira
''Inget tau batasan. Emang ibu sama ayah gak tau kamu kalau diluar sana ngapain aja, tapi Allah tetap tau. Jangan takut sama ibu sama ayah, tapi takut sama Allah. Kamu anak perempuan ibu dan ayah satu - satunya jadi harus inget apa nasehat ibu tadi.'' Nasehat ibu Rika
''Iya ih ibu ini, aku kan anak baik gak mungkin kayak gitu juga '' jawab Namira
''Iya anak baik dan pintar, ibu sama ayah percaya sama kamu'' ucap ibu Rika
''Aku sayang sama ibu'' Namira memeluk ibunya, dan mengingat nasehat semua ibunya.
Namira membuat perjanjian dengan Bagas seperti itu, karena ingat dengan nasehat ibunya. Agar tidak membuat orang tuanya kecewa kepada anak gadis semata wayangnya.
Setelah Bagas pulang dari rumah Namira.
Namira membuka ponsel dan mengirim pesan kepada Sita agar tidak memberitahu teman - teman yang lain kalau Namira sudah jadian dengan Bagas.
''Assalamualaikum Sit'' sapa Namira
''Walaikumsalam. Ciee yang udah jadian?'' ledek Sita
''Jangan bilang ke siapa - siapa lo kalau aku udah jadian '' pinta Namira
'' Kenapa? gak aku bilang juga yang lain juga tau'' tanya Sita
'' Ya gak papa, belum siap go public aja. Soalnya aku malu, takut banyak yang julid.'' jawab Namira
''Kenapa malu dan ada yang julid? Kamu loh cantik buah manggis, walaupun kurang cantik tapi manis. Haha..'' ledek Sita
''Tuh kan mulai julid. Besok awas aja kalau ada yang tau aku udah punya pacar berarti kamu yang ngasih tau'' ancam Namira
''Hahha, bukan kurang cantik tapi kurang percaya diri kok. Eh kok aku, Rosa juga loh tau tadi'' ucap Sita
'' Ya udah pokoknya kalian berdua harus janji jangan ember. Awas kalau kalian ember gak aku kasih contekan lagi'' ancam Namira
'' Iya deh janji. Bilang juga sama Rosa, jangan cuma aku doang yang diancam!'' protes Sita
''Oke, masalah Rosa gampang.'' Jawab Namira
Namira dan Rosa sudah dekat dari kelas 1 SMK. Rosa orang yang ceria mudah bergaul tapi tertutup, dia tidak pernah curhat masalah cowoknya atau masalah keluarganya selain curhat ke aku. Dan Namira tidak pernah menceritakan masalah kehidupan Rosa kepada teman - teman yang lainnya, karena Rosa percaya bahwa Namira adalah teman yang bisa menjaga rahasianya. Jadi, Namira juga harus percaya bahwa Rosa bisa menjaga rahasianya juga.
the end...
terimakasih yang sudah mau membaca. Ini cerita anak sekolah yang sering aku lihat di lingkungan..
__ADS_1