Cinta Pertama Membuat Trauma

Cinta Pertama Membuat Trauma
Berkencan


__ADS_3

Hubungan Namira dan Bagas sudah menginjak 3 bulan. Tetapi sikap Namira terhadap Bagas tetap dingin dan cuek. Mungkin itu sudah menjadi karakter Namira, yang harus dimaklumi oleh Bagas.


Besok malam Minggu, Bagas berencana ingin mengajak Namira berkencan. Karena selama ini mereka belum pernah pergi berkencan.


''Sayang, Namira'' panggil Bagas saat menelpon Namira


''Apa?'' tanya Namira


''Besok kencan yuk Yang?'' Ajak Bagas


''Hah kencan. Gak mau lah''


Tolak Namira


''Mau sih ya? Gak usah jauh-jauh, ke pasar malam aja gimana? mumpung ada pasar malam di desa S, mau ya? tawar Bagas


''Gak mau ah. Kalau cuma kita berdua, nanti jadi fitnah'' tolak Namira


''Emm kalau gitu ajak Niko dan Radit gimana? Mau ya?'' rayu Bagas


''Terserah kamu aja'' jawab Namira


''Oke, berarti besok malam jam 7 aku jemput.


Aku bilang Radit dan Niko dulu. Assalamualaikum'' ucap Bagas


''Walaikumsalam'' jawab Namira


Bagas menghubungi Radit dan Niko untuk mengajak mereka pergi ke pasar malam.


Malam Minggu ini Bagas dan Radit datang kerumah menjemput Namira dan Niko.


''Assalamualaikum'' ucap Bagas


''Walaikumsalam. Masuk Gas, itu Niko masih di kamarnya'' jawab Ibu Rika


''Udah dateng kamu Gas, bentar aku panggil Mbak Namira dulu.''


Niko memanggil Namira


''Mbak, buruan itu Bagas dan Radit udah dateng. Enggak usah lama - lama dandannya'' panggil Niko


''Iya sabar'' jawab Namira


''Loh Namira mau pergi kemana malam - malam gini?'' tanya ibu Rika


''Hehehe.. mau ikut pergi ke pasar malam juga Bu. Boleh ya?'' Namira meminta izin kepada ibunya


''Boleh, yang penting pulangnya jangan malam - malam.'' ibu Rika memberi izin


''Oke bu'' jawab Namira


''Eh udah izin sama ayah mu belum Nam?'' tanya ibu Rika


''Aku udah bilang sama ayah Bu kemaren''


Jawab Namira karena kemaren setelah telvonan dengan Bagas, Namira minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke pasar malam dan di izinkan oleh ayahnya.


''Ayo, ke buru malam'' ajak Namira


''Bentar aku izin dulu sama Ayah mu'' ucap Bagas


''Ayah gak ada, lagi tahlilan'' jawab Namira


''Ya udah aku izin sama ibu kalau gitu'' pinta Bagas


Namira memanggil ibunya.


''Bu, kita mau pergi ke pasar malam dulu boleh ya?'' Bagas meminta izin kepada ibu Namira


''Iya, hati - hati. Pulangnya jangan malam-malam'' saran ibu Rika


''Iya Bu, Assalamualaikum'' pamit Bagas

__ADS_1


''Walaikumsalam'' jawab ibu Rika


Mereka berempat telah sampai di pasar malam, di sana banyak sekali aneka jajanan, aksesoris, permainan, dan lain - lain.


''Kamu mau beli apa Nam?'' tanya Bagas


''Nanti aja, aku mau liat - liat dulu'' jawab Namira


''Ya udah. Kalian berdua mau beli apa? ntar aku yang bayar'' tanya Bagas kepada Niko dan Radit


''Iya lah, kamu yang ngajak jadi harus kamu yang bayarin'' jawab Niki


''Ayo Nik, kita kesana beli makanan sepuasnya. Mumpung ada yang bayarin'' ajak Radit


''Iya aku bayarin'' jawab Bagas


''Aku kesana dulu mbak. Awas kamu Gas jangan macam - macam sama mbak ku''


Ancam Niko


''Iya tenang aja, aku gak berani macam - macam. Yang ada senggol dikit bacok. Hehehe...'' ucap Bagas


Namira melirik Bagas dengan tatapan tajam


''Hehehe.. becanda. Mau beli minum dan makanan apa Yang?'' tanya Bagas


''Pop es rasa coklat aja.'' jawab Namira


''Makanannya apa? bakso bakar, mie ayam atau itu yang disana mau gak?'' tawar Bagas


''Terserah kamu aja'' jawab Namira


''Oke aku beliin dulu, kamu di sini aja ya jangan kemana mana'' ucap Bagas


Namira menganggukkan kepala


Bagas datang membawa minuman dan beberapa makanan.


''Nih minuman dan makanannya'' Bagas memberikan yang dibeli tadi


''Aku itu senang banget akhirnya bisa kencan sama kamu Yang. Kamu senang gak Yang?'' tanya Bagas


''Iya'' jawab Namira


''Kita ke sana yuk Yang'' ajak Bagas ketempat aksesoris.


''Kamu mau yang mana Yang?''


Tanya Bagas menunjukkan cincin dan gelang couple berinisial nama. Namun Namira memperhatikan kalung yang berbentuk love ada mutiara kecil.


''Yang. Namira'' panggil Bagas


''Ehh, gimana?'' tanya Namira


''Kamu mau yang mana, ini mau gak?'' Bagas menunjukkan gelang dan cincin couple berinisial huruf B dan N


''Gelang aja'' jawab Namira


''Pak gelang sama kalung itu'' Tunjuk Bagas ke kalung yang diperhatikan Namira tadi.


''Ini gelangnya satu buat kamu, satu buat aku. Di pakai ya Yang!''


Bagas menyerahkan gelang inisial huruf B dan Bagas memakai gelang inisial huruf N.


"Iya" Namira memakai gelangnya.


"Kamu sekarang balik menghadap kesana dulu" suruh Bagas


"Kamu mau ngapain?" tanya Namira curiga


"Udah aku gak macam-macam kok tenang aja" jawab Bagas


"Bener ya, awas aja kalau macam-macam" ancam Namira

__ADS_1


"Iya, ntar kalau aku macam-macam kamu teriak aja. Udah balik sana dulu bentar!'' pinta Bagas


Namira membalikkan badannya membelakangi Bagas. Ternyata Bagas memakaikan kalung yang dibeli tadi.


''Loh, kok kalung ini?'' tanya Namira dengan tersenyum senang


''Gimana suka?'' tanya Bagas


''Suka, makasih ya'' jawab Namira


''Iya. Ini kalung dan gelang jangan dilepas itu tanda ikatan cinta kita. Kalau dilepas berarti kamu sudah tidak mencintai aku'' ucap Bagas


''Oke, aku tidak akan lepas kalungnya. Tapi kalau gelang disekolah gak boleh pakai gima?na??'' jawab Namira


''Ya udah gak papa dilepas, yang penting gelangnya di simpan'' saran Bagas


''Iya aku simpan. Tapi aku minta, gelang kamu juga jangan dilepas loh.'' pinta Namira


''Iya. Aku sayang sama kamu Yang, aku janji gak akan mengkhianati kamu'' janji Bagas


''Janji ya. Aku juga gak akan mengkhianati kamu'' ucap Namira


''Janji. Peluk sih Yang'' pinta Bagas


''Jangan macam-macam, ingat perjanjian'' Ancam Namira


''Hehehe becanda sayang. Ayo kita main permainan itu dan cari Radit sama Niko'' Ajak Bagas


Namira dan Bagas menikmati kencan pertamanya dengan keseruan bermain permainan dan membeli banyak makanan yang ada di pasar malam


''Aku capek, pulang yuk'' Ajak Namira


''Tapi Radit sama Niko dari tadi kita cari disini gak ada gimana?'' tanya Bagas


''Izz itu orang berdua kemana sih'' keluh Namirq


''Aku cari mereka dulu ke sana, kamu tunggu di depan sana aja.'' ucap Bagas dan Namira menganggukkan kepalanya.


Namira ke depan menunggu Bagas yang pergi mencari Radit dan Niko. Saat menunggu Bagas, Namira bertemu dengan Dika teman sekolah.


''Namira, kamu disini juga?'' Sapa Dika


''Iya'' jawab Namira


''Kamu sama siapa kok sendiri?'' tanya Dika


''Sama adikku dan temen. Aku lagi nunggu mereka'' jawab Namira


''Ya udah, aku temenin disini boleh kan? Dika meminta izin dan Namira mengizinkan.


''Nam, Indah itu udah punya pacar belum sih?'' tanya Dika tentang Indah sahabat Namira


''Udah, emang kenapa?'' jawab Namira


''Pantes, aku tembak dia ditolak terus'' ucap Dika


''Hahaha.. mati dong di tembak.'' canda Namira


''Serius dong Nam!'' Dika meminta Namira serius


''Indah itu setia, cinta banget sama pacarnya walaupun LDR'' jawab Namira


''Yaitu yang aku suka dari Indah, orangnya setia. Kalau mereka udah putus bilang aku ya Nam. Hehe..'' pinta Dika


''Gak mau, do'a mu jelek ke Indah'' jawab Namira


''Hahaha.. Berharap apa salahnya?'' tanya Dika


''Haha.. gak salah'' jawab Namira tertawa bersama Dika


Bagas, Niko dan Radit datang dan mereka menyaksikan Namira tertawa dengan cowok lain, membuat Bagas meradang.


''Namira, ayo pulang!'' teriak Bagas

__ADS_1


The End..


Tinggalkan like dan komentarnya, terimakasih yang sudah membaca.


__ADS_2