Cinta Pertama Membuat Trauma

Cinta Pertama Membuat Trauma
Cinta Pada Pandangan Pertama


__ADS_3

Namira bukanlah gadis cantik dan berpenampilan modis. Namira gadis manis dan sederhana yang mampu membuat Bagas jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat Namira ke toko orang tua Bagas membeli bahan-bahan kue disuruh ibunya. Dan disana Bagas sedang membantu menjaga toko.


''Mas beli'' panggil Namira


''Mau beli apa mbak?'' tanya Bagas


''Beli baking soda sama baking powder mas'' jawab Namira


''Waduh aku gak tau yang mana, bentar aku panggil Ibuku'' Bagas memanggil ibunya.


''Bu, ada yang beli soda apa gitu tadi, aku gak tau'' panggil Bagas


''Ya di tanya to Gas soda apa? '' jawab ibu Bagas


''Cepetan Bu, kasian udah ditungguin'' suruh Bagas


Ibu Bagas masuk ketoko melayani Namira


''Beli apa ndok?'' tanya ibu Bagas


''Beli baking soda sama baking powder bu''


Jawab Namira dengan senyum manis yang diperhatikan Bagas dari jauh yang membuat jantung Bagas berdetak kencang.


''Ini ndok, harganya 18 ribu semua. Kamu rumahnya mana ndok kok aku baru liat '' Ibu Bagas memberikan bahan kue yang di beli Namira


''Rumahku di jalan 2 melati'' jawab Namira sambil menyerahkan uang 20 ribu.


''Apa deket rumahnya pak Joko? ini kembaliannya 2 ribu'' tanya ibu Bagas


''Iya Bu depannya rumah pak Joko. makasih bu'' ucap Namira


''Iya sama-sama'' jawab ibu Bagas


Namira pulang kerumah dengan motor Supra kesayangan Ayahnya. Tanpa Namira ketahui,


Bagas terus memperhatikan Namira sampai tak terlihat di jalan.


''Gas, jaga toko dulu ibu mau masak'' suruh ibu Bagas


''Bu, tadi cewek yang beli orang mana kok aku baru liat'' tanya Bagas


''Itu orang jalan 2 melati depan rumah pak Joko'' jawab ibu Bagas


''Apa kakaknya Niko ya? kalau di liat tadi motornya sama dengan punya Niko yang sering dipakai? besok aku cari taulah'' tanya Bagas dalam hati.


Namira memang jarang keluar rumah jika bukan hal penting. Jadi wajar Bagas merasa asing dengan wajah Namira.


Esok harinya Bagas menemui Niko adik Namira untuk mencari tau tentang gadis yang sudah membuat Bagas jatuh cinta pada pandangan pertama. Untung Bagas sudah kenal Niko dan sering bertemu dirumah Radit.


''Nik, kamu punya saudara berapa?'' tanya Bagas


''Tumben amat nanya gitu?'' jawab Niko heran


''Udah sih jawab aja'' pinta Bagas untuk menjawab pertanyaannya


''Dua, aku punya kakak cewek. Kenapa? jawab Niko

__ADS_1


''Kok aku gak pernah liat. Namanya siapa? tanya Bagas


''Dia jarang keluar rumah. Namanya Namira''


''Boleh minta no hp nya gak?'' pinta Bagas


''gak lah, minta sendiri aja.'' tolak Niko


''Pelit banget sih. Mana no hp nya'' Bagas memaksa meminta no hp Namira


''bukan pelit yang ada aku kena marah sama mbakku. Mbakku galak soalnya'' jawab Niko


''Pelit. Awas kamu Nik'' ancam Bagas


''Main ke rumah minta sendiri aja'' ucap Niko


''Ya udah, sekarang ayo kerumah mu'' ajak Bagas


Bagas dan Niko meninggalkan rumah Radit dan pergi kerumah Niko.


"Assalamualaikum" Niko mengucapkan salam


"Walaikumsalam, kamu sama siapa Nik?" tanya ibu Rika


"Sama Bagas bu, ini ibu ku Gas" jawab Niko lalu


Bagas tersenyum menyalami ibu Rika


"Mbak Nam ada Bu?" tanya Niko


"Ada dikamar. Ya udah ibu mau pergi kerumah Bu Desi bantuin masak buat pengajian". ibu Rika Pamit


"Mbak, ada yang nyari tuh di depan" Niko memanggil Namira


"Siapa?" tanya Namira


"Bagas namanya, udah lah samperin aja dulu"


jawab Niko


Niko dan Namira menuju ruang tamu menemui Bagas.


"Kamu kan yang kemaren di toko Bu Tika bukan sih?" tebak Namira mengingat ingat wajah Bagas


"Iya aku anaknya" jawab Bagas


"Ohh" jawab Namira dengan cuek


"Eh boleh minta no hp nya gak?" pinta bagas


"gak boleh" tolak Namira lalu pergi menuju kamarnya.


Semenjak Bagas tahu siapa Namira, Bagas sering main ke rumah Niko dengan Radit. Bagas selalu mencari berbagai alasan agar bisa bertemu dan mendekati Namira. Namira gadis yang jutek dan tidak mau meladeni Bagas yang mencari perhatiannya. Bahkan Bagas sering membawakan makanan atau memberikan barang yang disukai Namira, namun respon Namira hanya ucapan terimakasih.


"Nam, ini buat kamu"


Bagas memberikan boneka kucing lucu, yang dibeli dengan uang dari membantu menjaga toko ibunya.

__ADS_1


"Ohh terimakasih" ucap Namira lalu pergi ke kamarnya meninggalkan Bagas dengan Niko.


Bagas juga sudah beberapa kali menyatakan isi hatinya kepada Namira tetapi selalu ditolak.


"Nam, aku mau ngomong sama kamu boleh gak?" tanya Bagas


"ini udah ngomong. Mau ngomong apa?" ucap Namira


"Aku itu sebenarnya suka sama kamu, mau gak jadi pacar ku? tanya Bagas


"Aku mau fokus sekolah dulu gak mau pacaran"


jawaban Namira seperti itu terus membuat Bagas patah hati.


Padahal dalam hati Namira mau jadi pacar Bagas, karena Namira juga sebenarnya suka sama Bagas. Tetapi Namira berpikir kurang pantas jika berpacaran dengan Bagas dan masih kecil untuk berpacaran dan masih sekolah buat apa pacaran.


Akhirnya selama setahun Bagas gigih mendekati Namira, Bagas mampu meluluhkan hati Namira, dan mampu mengubah prinsip Namira yang tidak berpacaran saat masih sekolah.


Bagas yang ganteng, ramah, dan kaya menjadi pria idaman para wanita di desanya. Itulah yang membuat Namira selalu menolak Bagas, karena Namira sadar diri tidak lah pantas jika berpacaran dengan Bagas.


Seperti waktu itu Namira di interogasi dan di ancam oleh Jeni, wanita cantik dan modis tetangga Namira.


''Nam, Namira''


Panggil Jeni saat Namira lewat depan rumahnya


''Iya, kenapa Jen?'' tanya Namira


''Kenapa sih Bagas kok sering main kerumah mu?'' Jeni bertanya dengan sinis


''Ya gak tau, kenapa gak kamu tanya aja sama Bagas sendiri?'' jawab Namira


''Kamu pacaran ya sama Bagas?'' tebak Jeni


''Ihh kepo'' jawab Namira


''Tapi kayaknya gak mungkin juga kalau Bagas suka sama kamu, paling dia main sama Niko. Iya kan?'' Jeni menebak - nebak


''Bisa jadi'' jawab Namira dengan malas


''Heh,, kalau di tanya itu jawab yang benar dong. Kamu loh cantik enggak gayanya sombong, gak mungkin juga Bagas suka sama kamu. Cantikkan juga aku.'' Jeni marah - marah dengan Namira


''Terserah kamu aja'' jawab Namira


''Awas aja kamu Nam kalau sampai pacaran sama Bagas.'' teriak Jeni


Namira tidak menjawab dan bergegas pulang menuju rumah, malas menanggapi omongan Jeni yang suka iri terhadap orang lain.


Namira ingat nasehat orang tua nya waktu itu


''Kalau ada orang yang iri dan ingin tau urusan kita. Biarkan saja tidak perlu di tanggapi ya Nam'' kata Ayah Fadil


''iya yah'' jawab Namira


''Dan perlu kamu ingat, sifat iri dan ingin tau urusan orang lain harus kamu hindari.'' Nasehat ayah Fadil kepada Namira yang selalu di ingat Namira.


Orang tua Namira bukan lah orang kaya yang berpendidikan tinggi tetapi mereka ngutamakan didikan akhlak dan sifat yang baik kepada anaknya agar kelak bisa di hargai orang lain.

__ADS_1


the end..


Selamat membaca, tolong tinggalkan jejak komentar atau like ya. Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2