
tanpa terasa mereka pun selesai makan
malam. dan menuju ruang tamu.
saat Risya ingin melangkah
menuju kamar nya. "Risya sini dulu.
mama dan papa. mau membicarakan
tentang hari pertunangan mu dengan Daniel "
kata Ruby.
bagai tersambar petir di siang hari.
hati Risya terasa nyeri. "apa ! apa yang
mama katakan ?"tanya Risya.
Ruby pun mendekati putrinya. "sayang.
mama mohon. jangan membuat kami
malu. "bisik Ruby.
Risya hanya diam. dengan mata ber embun
lalu dia mencoba tenang. "terserah saja.
aku sedang sibuk. "katanya sambil melangkah
menuju kamar nya.
semua nya pun bertukar pikiran. sementara Ruby. menyusul Risya kekamar.
dia melihat anaknya menangis dengan
wajah tertunduk di atas ranjang. "sayang.
mama dan papa hanya ingin yang terbaik
untuk mu. sampai kapan kamu begini ?tanya Ruby.
Risya terisak. dan tidak mampu menjawab.
baru saja dia berharap akan segera
menikah dengan kevin.
justru orang tua nya. membicarakan hari
pertunangan nya dengan orang yang tidak pernah. dia cintai. "kenapa mama tidak
bertanya dulu pada ku. mama dan papa
memutuskan nya secara sepihak."tanya Risya.
Ruby pun kasihan melihat anaknya.
namun dia tidak mau Risya terus terusan
sendiri. karena usianya sudah cukup
untuk berumahtangga. "baiklah. mama
kebawah dulu.
Ruby pun keluar dari kamar Risya.
kini Risya harus merasa kan sakitnya.
sakit saat berpisah dengan kevin. dan
sekarang akan terulang kembali.
untuk apa aku menikah dengan.
orang yang sama sekali tidak aku
cintai.
Risya menulis selebar surat untuk mama
dan papa nya. dan selebar surat untuk kevin.
*untuk mama dan papa.
aku tidak bisa menikah dengan orang
yang tidak pernah ku cintai.
aku hanya mencintai kevin.
bahkan kami sudah merencanakan
pernikahan kami.
jangan mencari ku lagi.
......(.Risya* . )......
surat singkat yang Risya tinggalkan
diatas nakas kamar nya.
dan satu lagi untuk kevin.
saat tengah malam tiba. di saat orang orang
sedang tertidur pulas. Risya keluar dengan
langkah pelan.
kini dia sudah membuka gerbang. dan masuk ke dalam mobil. dan menyalakan mobilnya.
ketika mobilnya sudah berada diluar
gerbang. dia mundur menuju gerbang
rumah kevin.
dan menaruh selembar kertas yang
di tindih dengan batu.
lalu dia menyalakan mobil nya dan
melaju dengan kecepatan diatas rata rata.
dia melajukan mobil dengan air mata
yang terus mengalir.
saat sudah jauh dari area rumah nya.
Risya yang tidak fokus menyetir karena
air matanya terus mengalir.
melihat ada seseorang yang tiba tiba
menyebrang. Risya yang tidak bisa mengendalikan rem mobilnya.
kemudian membanting setiran mobilnya
ke pinggir jalan. dan menabrak pohon.
dengan keras.
pintu mobil nya terbuka dan patah
akibat benturan pohon. karena pintu
mobil yang terbuka lebar. Risya terjatuh
kebawah tepi jalan yang lumayan jauh
dari mobilnya.
Risya yang jatuh tergelinding sudah
tidak sadar kan diri.
suasana malam sudah sepi. sehingga tidak
ada yang tau kejadian itu.
sementara kevin
merasakan kegelisahan dalam tidurnya.
dia bermimpi tentang Risya. seketika
kevin terbangun dan berteriak memanggil
nama Risya. "Risya aaaa ."teriak kevin.
dadanya bergemuruh.
kemudian dia langsung mengambil ponselnya.
dan memencet nomor Risya.
namun tidak bisa terhubung "ya tuhan. ada
apa dengan nya. "kevin semakin merasa
cemas.
lalu dia berusaha untuk berpikir positif.
kevin berusaha memejamkan mata nya
hingga pagi dia tetap tidak bisa tidur.
......................
saat pagi tiba
Ruby melangkah menuju kamar Risya
untuk membangunkan tidurnya dan
mengajak sarapan bersama.
saat dia masuk.
dia tidak menemukan Risya dimanapun.
dan saat dia ingin keluar kamar Risya
mata nya tertuju pada selembar kertas.
dan mulai membacanya.
betapa terkejutnya dia saat membacanya.
lalu dia berlari kebawah dan memanggil
suaminya. "papa...pa..Risya...pergi dari
rumah. "kata Ruby dengan cemas dan
mengarahkan selembar kertas.
kemudian Raditia membacanya.
betapa dia sangat terkejut ketika membaca
ungkapan anak nya yang sudah merencanakan
pernikahan dengan kevin.
semua nya pun cemas dan tidak tau
harus mencari kemana.
lalu Raditia menelpon erick untuk mencari
keberadaan Risya.
berbeda dengan kevin.
saat satpam rumahnya ingin membuka
pagar. tiba tiba satpam menemukan kertas.
__ADS_1
dan memberikan nya kepada kevin.
"tuan muda. saya tidak sengaja melihat ini
kata satpam. lalu kevin membuka dan
membacanya.
lututnya terasa lemas. kakinya terasa
tidak menginjak bumi.
*maaf aku harus pergi. dengan cara
seperti ini.
aku akan pergi jauh. sejauh mungkin.
karena aku tidak mungkin bisa
menikah dengan orang pilihan papa ku.
mungkin ini adalah yang terbaik
untuk kita.
jika aku tidak bisa menikah dengan mu
lalu untuk apa aku menikah dengan
orang lain.
...Love you ...
...Risya ...
...kekasih mu* ...
kevin berteriak memanggil nama Risya.
kemudian kevin masuk ke dalam mobil.
dan mencoba mencari Risya.
kania pun membaca selembar kertas
yang ditinggalkan kevin dihalaman rumah
segera berlari kedalam memanggil.
suaminya dan menyuruhnya untuk mengejar kevin. "mas tolong kejar kakak "
dengan cepat stiven melajukan mobilnya.
sementara kevin terus menyusuri jalan dengan
air mata yang masih mengalir.
tiba tiba jalanan yang ingin dia lewati padat
dan begitu banyak orang.
lalu dia turun dan mencoba mencari tau. apa yang terjadi. "maaf. apa yang terjadi di sini. ?
tanya kevin. kepada seseorang.
lalu orang itu menjawab. "ada kecelakaan tunggal tuan. seseorang menabrak pohon
besar dan orang nya terjatuh ke tepi jalan "kata seseorang tadi.
kevin menjambak rambutnya.
tanpa sengaja dia melihat empat orang
sedang mengangkat korban kecelakaan
itu menuju ambulance yang tidak jauh dari
mobilnya.
di sela sela kerumunan. dia melihat plat
mobil yang sangat dia kenal.
dadanya bergemuruh dan lututnya
terasa lemas.
lalu dia mendekati ambulance. ingin
memastikan apakah benar itu kekasih nya.
dia meminta petugas ambulance membuka
pintu belakang ambulance.
dan betapa terkejutnya dia. melihat tubuh
Risya penuh dengan darah. "Risya.."dengan
langkah gontai kevin mendekati Risya.
"apa anda mengenalnya "tanya petugas ambulance.
kevin menganggukan kepalanya. dia segera
masuk kedalam ambulance.
dengan bercucuran air mata. dia menatap
kekasihnya.
tiba tiba kevin teringat kata kata terakhir
dari Risya kemarin. yang bertanya kepada nya.
*sayang. jika aku sekali lagi
pergi jauh bahkan lebih jauh dari sebelumnya.
apakah kau masih menunggu ku*.
pertanyaan itu lah yang teringat
dibenak kevin.
dia terus memegang tangan Risya yang
*andai saja aku tau kau akan
meninggalkan ku lagi.
aku tidak pernah mengizinkan mu pergi*.
tutuk kevin dalam hati.
ponselnya berbunyi. lalu dia membuka
panggilan masuk.
halo kak kevin kau dimana ?tanya stiven. dengan cemas. karena stiven menemukan
mobil kakak iparnya dijalan.
"aku sedang berada di ambulance.
tolong kau beri tau orang tua Risya.
kalau Risya kecelakaan dan aku
sudah hampir sampai di rumah sakit xxx "
kata kevin.
sesampainya di rumah sakit. kevin
mengiringi ranjang yang membawa Risya
kedalam ruang ICU.
"maaf ,anda tidak bisa masuk. "ucap perawat.
dan kevin terpaksa mundur.
matanya tidak luput dari pintu ruang ICU.
orang tua Risya pun sampai bersama
calon besan nya.
Ruby pun mendekati kevin yang duduk
tertunduk dengan satu tangan
menyangga keningnya. "kevin ,apa yang
terjadi nak ?"tanya Ruby.
kevin pun menangis. dengan tersedu sedu
dia bicara. "tadi pagi aku tidak sengaja
menemukan selembar kertas.
ternyata surat dari Risya. dan setelah aku
membacanya. aku mencoba mencari Risya. "
"saat dijalan aku melihat mobilnya yang
hancur tertabrak pohon besar.
kemudian aku masuk ke dalam ambulance
ingin memastikan apakah benar itu
Risya. dan ternyata...kevin menangis dan
tidak mampu melanjutkan bicaranya.
Ruby yang melihat kevin menangis
menyentuh pundak kevin. "maaf kan tante
kalau saja tante tau. akan seperti ini
tante dan om tidak akan melakukannya."
kata Ruby. dengan penuh penyesalan.
kevin terus mondar mandir didepan
pintu ruang ICU.
Raditia sangat merasa bersalah atas
perjodohan yang tidak pernah di inginkan
putrinya.
sesekali kevin menatap kedalam ruangan.
semua orang yang menunggu operasi
Risya. melihat betapa kevin sangat
mencintai Risya.
termasuk Daniel. dia melihat
kevin sangat mencemaskan Risya.
dan setelah dua jam. dokter yang
menangani Risya keluar dari ruangan.
kevin segera mendekat begitu juga dengan
kedua orang tua Risya.
"bagaimana ke ada an nya dok ?"tanya kevin dengan penuh harapan.
dokter pun mulai bicara."dia masih dalam
keadaan kritis. akibat terlalu banyak
mengeluarkan darah. kemungkinan
__ADS_1
kecelakaan nya tengah malam. darah
yang menempel di badan nya pun sudah
kering. "kata dokter.
"apa putri kami masih ada harapan untuk
diselamatkan dok ?"tanya Raditia.
"tolong om jangan bertanya seperti itu.
dokter lakukan yang terbaik untuk Risya
berapa pun biayanya. aku akan menanggung nya."pinta kevin.
dokter berfikir sesaat..anda bisa mendatangkan dokter spesialis dari luar negeri untuk
membantu saya "kata dokter fariz.
kevin pun langsung menelpon David.
ya halo tuan muda
"siap kan zet pribadi ku sekarang
kita akan berangkat ke eropa untuk
menjemput dokter wiliam "sahut kevin
baik tuan muda. jawab David.
"dokter boleh saya melihat nya sebentar ?"
tanya kevin.
lalu dokter fariz mengangguk. "terima kasih "
jawab kevin.
lalu kevin masuk ke dalam. dan mendekati
kekasihnya itu sebelum pergi.
kevin tidak mampu menahan air matanya
dia mengelus pipi Risya.
*tunggu aku sebentar.
aku akan melakukan apa pun untuk mu.
aku mencintaimu..sangat mencintaimu*.
dengan satu kecupan di kening.
kemudian kevin melangkah keluar.
lalu kevin mendekati Ruby. "tolong jaga
dia. aku akan kembali membawa dokter
untuk Risya". kata kevin dengan air mata.
Ruby pun menganggukan kepalanya. "hati hati.
Risya akan menunggu mu "balas Ruby.
lalu kevin pergi. meninggalkan rumah sakit
dan menuju bandara. didalam perjalanan
pikiran nya tidak pernah luput dari Risya
setelah kau sembuh.
kita akan segera menikah.
sedangkan di rumah sakit
semua teman Risya sudah berdatangan
Risya yang berada didalam ruang ICU
masih belum melewati masa kritis nya.
mama dan papa nya pun masih belum diperbolehkan untuk masuk "tante ,dimana
kevin ?"tanya lisa.
Ruby pun menjawab "kevin ke eropa untuk
menjemput dokter yang akan menangani Risya." lalu Ruby kembali termenung dengan
wajah yang sembab.
setelah tiga jam. kevin datang dan langsung
membawa dokter wiliam.
dokter wiliam pun disambut oleh dokter fariz
"silahkan dok ,kita tidak punya banyak waktu "
ucap dokter fariz.
kevin yang mendengar ucapan dokter fariz
langsung berkata. "dokter wiliam. ku mohon
selamat kan kekasih ku "kevin berbicara dengan air mata.
dokter pun menepuk bahu kevin. "tenang
lah. aku akan berusaha. berdoa lah "jawab
dokter wiliam. sambil berjalan masuk
kevin terus mengeluarkan air matanya.
sementara chiko merasa kasihan melihat sahabat nya. "vin tentang lah ,semua nya pasti
akan baik baik saja. "chiko berusaha menyemangatikevin.
kevin hanya menjawab dengan senyum
kecil.
sementara itu keluarga kevin baru datang
dan kania langsung mendekati kakak nya
"kakak ,"kevin menoleh ke arah suara itu.
kevin pun tersenyum berusaha kuat.
"kalian kesini. "jawab kevin dengan senyum
terpaksa.
citra yang melihat anaknya tersenyum
dengan genangan air mata. dia langsung
merangkum tubuh anak suling "tentang lah
Risya pastinya kuat "ucap citra.
lalu citra mendekati Ruby yang termenung memandang pintu ruang ICU. "jeng sabar ya
putri mu orang yang kuat. " ucap citra.
yang dibalas senyum oleh Ruby.
"kakak makan ya. dari pagi tadi ,kakak belum
sarapan sama sekali "bujuk kania.
yang dibalas kevin dengan gelengan.
hampir dua jam dokter wiliam pun
keluar. dan kevin langsung mendekati. "bagaimana dok ?"tanya kevin dan orangtua
Risya bersama an.
dokter wiliam tampak menarik nafas nya.
"maaf ,kami sudah berusaha semaksimal mungkin. namun semua nya. adalah ketentuan
yang maha kuasa."jawab dokter wiliam.
kevin dan orang tua Risya menangis.
"tidak. dokter jangan membohongi ku.
aku tidak suka dibohongi."ucap kevin dengan
menarik kerah baju dokter wiliam.
semua pun menenangkan kevin.
dan perawat yang didalam pun mulai ingin
melepaskan alat yang menempel di tubuh Risya
kevin mendekati Risya yang sudah
dinyatakan tiada. di iringi dengan orangtua
Risya. "kau tidak boleh meninggalkan ku ,
kita sudah berjanji akan menikah setelah
chiko dan nabila menikah. apa kau tidak mau
hidup bersama ku. kau bahkan belum
melihat rumah baru kita "lirih kevin.
semua yang mendengar curahan hati kevin
ikut terisak menangis. dan orang tua
Risya juga sangat terpukul.
suster yang ingin melepas selang infus.
terkejut melihat alat bunyi jantung disamping
ranjang pasien kembali berfungsi. "bunyi jantung nya mulai stabil ,cepat panggil kan
dokter. "lalu salah satu suster lari keluar.
kevin pun merasa lega mendengar nya.
dan tak lama dokter pun datang. "ini mu'zizad
kalian bisa keluar sebentar "pinta dokter.
lalu mereka pun keluar bersama. "vin makan
lah dulu. Risya sudah kembali untuk mu "
pinta sang mama.
dan kevin pun mengangguk. dia mulai memakan sesuatu yang dibawakan oleh
kania.
lalu dia mendekati orangtua Risya. "tante.
tante mungkin juga belum makan ,ini makan
lah. "ucap kevin.
Ruby dan Raditia tersenyum dan Raditia
meraih tangan kevin "terima kasih atas semua
yang kau lakukan untuk Risya."ucap Raditia.
kevin pun tersenyum. "saya tidak mungkin
membiarkan orang yang saya cintai pergi.
bersambung ya fenss.
__ADS_1
jangan lupa
like and komentar