Cinta Pertama Yang Menunggu Ku

Cinta Pertama Yang Menunggu Ku
kembali terpuruk


__ADS_3

tanpa terasa mereka pun selesai makan


malam. dan menuju ruang tamu.


saat Risya ingin melangkah


menuju kamar nya. "Risya sini dulu.


mama dan papa. mau membicarakan


tentang hari pertunangan mu dengan Daniel "


kata Ruby.


bagai tersambar petir di siang hari.


hati Risya terasa nyeri. "apa ! apa yang


mama katakan ?"tanya Risya.


Ruby pun mendekati putrinya. "sayang.


mama mohon. jangan membuat kami


malu. "bisik Ruby.


Risya hanya diam. dengan mata ber embun


lalu dia mencoba tenang. "terserah saja.


aku sedang sibuk. "katanya sambil melangkah


menuju kamar nya.


semua nya pun bertukar pikiran. sementara Ruby. menyusul Risya kekamar.


dia melihat anaknya menangis dengan


wajah tertunduk di atas ranjang. "sayang.


mama dan papa hanya ingin yang terbaik


untuk mu. sampai kapan kamu begini ?tanya Ruby.


Risya terisak. dan tidak mampu menjawab.


baru saja dia berharap akan segera


menikah dengan kevin.


justru orang tua nya. membicarakan hari


pertunangan nya dengan orang yang tidak pernah. dia cintai. "kenapa mama tidak


bertanya dulu pada ku. mama dan papa


memutuskan nya secara sepihak."tanya Risya.


Ruby pun kasihan melihat anaknya.


namun dia tidak mau Risya terus terusan


sendiri. karena usianya sudah cukup


untuk berumahtangga. "baiklah. mama


kebawah dulu.


Ruby pun keluar dari kamar Risya.


kini Risya harus merasa kan sakitnya.


sakit saat berpisah dengan kevin. dan


sekarang akan terulang kembali.


untuk apa aku menikah dengan.


orang yang sama sekali tidak aku


cintai.


Risya menulis selebar surat untuk mama


dan papa nya. dan selebar surat untuk kevin.


*untuk mama dan papa.


aku tidak bisa menikah dengan orang


yang tidak pernah ku cintai.


aku hanya mencintai kevin.


bahkan kami sudah merencanakan


pernikahan kami.


jangan mencari ku lagi.


......(.Risya* . )......


surat singkat yang Risya tinggalkan


diatas nakas kamar nya.


dan satu lagi untuk kevin.


saat tengah malam tiba. di saat orang orang


sedang tertidur pulas. Risya keluar dengan


langkah pelan.


kini dia sudah membuka gerbang. dan masuk ke dalam mobil. dan menyalakan mobilnya.


ketika mobilnya sudah berada diluar


gerbang. dia mundur menuju gerbang


rumah kevin.


dan menaruh selembar kertas yang


di tindih dengan batu.


lalu dia menyalakan mobil nya dan


melaju dengan kecepatan diatas rata rata.


dia melajukan mobil dengan air mata


yang terus mengalir.


saat sudah jauh dari area rumah nya.


Risya yang tidak fokus menyetir karena


air matanya terus mengalir.


melihat ada seseorang yang tiba tiba


menyebrang. Risya yang tidak bisa mengendalikan rem mobilnya.


kemudian membanting setiran mobilnya


ke pinggir jalan. dan menabrak pohon.


dengan keras.


pintu mobil nya terbuka dan patah


akibat benturan pohon. karena pintu


mobil yang terbuka lebar. Risya terjatuh


kebawah tepi jalan yang lumayan jauh


dari mobilnya.


Risya yang jatuh tergelinding sudah


tidak sadar kan diri.


suasana malam sudah sepi. sehingga tidak


ada yang tau kejadian itu.


sementara kevin


merasakan kegelisahan dalam tidurnya.


dia bermimpi tentang Risya. seketika


kevin terbangun dan berteriak memanggil


nama Risya. "Risya aaaa ."teriak kevin.


dadanya bergemuruh.


kemudian dia langsung mengambil ponselnya.


dan memencet nomor Risya.


namun tidak bisa terhubung "ya tuhan. ada


apa dengan nya. "kevin semakin merasa


cemas.


lalu dia berusaha untuk berpikir positif.


kevin berusaha memejamkan mata nya


hingga pagi dia tetap tidak bisa tidur.


......................


saat pagi tiba


Ruby melangkah menuju kamar Risya


untuk membangunkan tidurnya dan


mengajak sarapan bersama.


saat dia masuk.


dia tidak menemukan Risya dimanapun.


dan saat dia ingin keluar kamar Risya


mata nya tertuju pada selembar kertas.


dan mulai membacanya.


betapa terkejutnya dia saat membacanya.


lalu dia berlari kebawah dan memanggil


suaminya. "papa...pa..Risya...pergi dari


rumah. "kata Ruby dengan cemas dan


mengarahkan selembar kertas.


kemudian Raditia membacanya.


betapa dia sangat terkejut ketika membaca


ungkapan anak nya yang sudah merencanakan


pernikahan dengan kevin.


semua nya pun cemas dan tidak tau


harus mencari kemana.


lalu Raditia menelpon erick untuk mencari


keberadaan Risya.


berbeda dengan kevin.


saat satpam rumahnya ingin membuka


pagar. tiba tiba satpam menemukan kertas.

__ADS_1


dan memberikan nya kepada kevin.


"tuan muda. saya tidak sengaja melihat ini


kata satpam. lalu kevin membuka dan


membacanya.


lututnya terasa lemas. kakinya terasa


tidak menginjak bumi.


*maaf aku harus pergi. dengan cara


seperti ini.


aku akan pergi jauh. sejauh mungkin.


karena aku tidak mungkin bisa


menikah dengan orang pilihan papa ku.


mungkin ini adalah yang terbaik


untuk kita.


jika aku tidak bisa menikah dengan mu


lalu untuk apa aku menikah dengan


orang lain.


...Love you ...


...Risya ...


...kekasih mu* ...


kevin berteriak memanggil nama Risya.


kemudian kevin masuk ke dalam mobil.


dan mencoba mencari Risya.


kania pun membaca selembar kertas


yang ditinggalkan kevin dihalaman rumah


segera berlari kedalam memanggil.


suaminya dan menyuruhnya untuk mengejar kevin. "mas tolong kejar kakak "


dengan cepat stiven melajukan mobilnya.


sementara kevin terus menyusuri jalan dengan


air mata yang masih mengalir.


tiba tiba jalanan yang ingin dia lewati padat


dan begitu banyak orang.


lalu dia turun dan mencoba mencari tau. apa yang terjadi. "maaf. apa yang terjadi di sini. ?


tanya kevin. kepada seseorang.


lalu orang itu menjawab. "ada kecelakaan tunggal tuan. seseorang menabrak pohon


besar dan orang nya terjatuh ke tepi jalan "kata seseorang tadi.


kevin menjambak rambutnya.


tanpa sengaja dia melihat empat orang


sedang mengangkat korban kecelakaan


itu menuju ambulance yang tidak jauh dari


mobilnya.


di sela sela kerumunan. dia melihat plat


mobil yang sangat dia kenal.


dadanya bergemuruh dan lututnya


terasa lemas.


lalu dia mendekati ambulance. ingin


memastikan apakah benar itu kekasih nya.


dia meminta petugas ambulance membuka


pintu belakang ambulance.


dan betapa terkejutnya dia. melihat tubuh


Risya penuh dengan darah. "Risya.."dengan


langkah gontai kevin mendekati Risya.


"apa anda mengenalnya "tanya petugas ambulance.


kevin menganggukan kepalanya. dia segera


masuk kedalam ambulance.


dengan bercucuran air mata. dia menatap


kekasihnya.


tiba tiba kevin teringat kata kata terakhir


dari Risya kemarin. yang bertanya kepada nya.


*sayang. jika aku sekali lagi


pergi jauh bahkan lebih jauh dari sebelumnya.


apakah kau masih menunggu ku*.


pertanyaan itu lah yang teringat


dibenak kevin.


dia terus memegang tangan Risya yang


*andai saja aku tau kau akan


meninggalkan ku lagi.


aku tidak pernah mengizinkan mu pergi*.


tutuk kevin dalam hati.


ponselnya berbunyi. lalu dia membuka


panggilan masuk.


halo kak kevin kau dimana ?tanya stiven. dengan cemas. karena stiven menemukan


mobil kakak iparnya dijalan.


"aku sedang berada di ambulance.


tolong kau beri tau orang tua Risya.


kalau Risya kecelakaan dan aku


sudah hampir sampai di rumah sakit xxx "


kata kevin.


sesampainya di rumah sakit. kevin


mengiringi ranjang yang membawa Risya


kedalam ruang ICU.


"maaf ,anda tidak bisa masuk. "ucap perawat.


dan kevin terpaksa mundur.


matanya tidak luput dari pintu ruang ICU.


orang tua Risya pun sampai bersama


calon besan nya.


Ruby pun mendekati kevin yang duduk


tertunduk dengan satu tangan


menyangga keningnya. "kevin ,apa yang


terjadi nak ?"tanya Ruby.


kevin pun menangis. dengan tersedu sedu


dia bicara. "tadi pagi aku tidak sengaja


menemukan selembar kertas.


ternyata surat dari Risya. dan setelah aku


membacanya. aku mencoba mencari Risya. "


"saat dijalan aku melihat mobilnya yang


hancur tertabrak pohon besar.


kemudian aku masuk ke dalam ambulance


ingin memastikan apakah benar itu


Risya. dan ternyata...kevin menangis dan


tidak mampu melanjutkan bicaranya.


Ruby yang melihat kevin menangis


menyentuh pundak kevin. "maaf kan tante


kalau saja tante tau. akan seperti ini


tante dan om tidak akan melakukannya."


kata Ruby. dengan penuh penyesalan.


kevin terus mondar mandir didepan


pintu ruang ICU.


Raditia sangat merasa bersalah atas


perjodohan yang tidak pernah di inginkan


putrinya.


sesekali kevin menatap kedalam ruangan.


semua orang yang menunggu operasi


Risya. melihat betapa kevin sangat


mencintai Risya.


termasuk Daniel. dia melihat


kevin sangat mencemaskan Risya.


dan setelah dua jam. dokter yang


menangani Risya keluar dari ruangan.


kevin segera mendekat begitu juga dengan


kedua orang tua Risya.


"bagaimana ke ada an nya dok ?"tanya kevin dengan penuh harapan.


dokter pun mulai bicara."dia masih dalam


keadaan kritis. akibat terlalu banyak


mengeluarkan darah. kemungkinan

__ADS_1


kecelakaan nya tengah malam. darah


yang menempel di badan nya pun sudah


kering. "kata dokter.


"apa putri kami masih ada harapan untuk


diselamatkan dok ?"tanya Raditia.


"tolong om jangan bertanya seperti itu.


dokter lakukan yang terbaik untuk Risya


berapa pun biayanya. aku akan menanggung nya."pinta kevin.


dokter berfikir sesaat..anda bisa mendatangkan dokter spesialis dari luar negeri untuk


membantu saya "kata dokter fariz.


kevin pun langsung menelpon David.


ya halo tuan muda


"siap kan zet pribadi ku sekarang


kita akan berangkat ke eropa untuk


menjemput dokter wiliam "sahut kevin


baik tuan muda. jawab David.


"dokter boleh saya melihat nya sebentar ?"


tanya kevin.


lalu dokter fariz mengangguk. "terima kasih "


jawab kevin.


lalu kevin masuk ke dalam. dan mendekati


kekasihnya itu sebelum pergi.


kevin tidak mampu menahan air matanya


dia mengelus pipi Risya.


*tunggu aku sebentar.


aku akan melakukan apa pun untuk mu.


aku mencintaimu..sangat mencintaimu*.


dengan satu kecupan di kening.


kemudian kevin melangkah keluar.


lalu kevin mendekati Ruby. "tolong jaga


dia. aku akan kembali membawa dokter


untuk Risya". kata kevin dengan air mata.


Ruby pun menganggukan kepalanya. "hati hati.


Risya akan menunggu mu "balas Ruby.


lalu kevin pergi. meninggalkan rumah sakit


dan menuju bandara. didalam perjalanan


pikiran nya tidak pernah luput dari Risya


setelah kau sembuh.


kita akan segera menikah.


sedangkan di rumah sakit


semua teman Risya sudah berdatangan


Risya yang berada didalam ruang ICU


masih belum melewati masa kritis nya.


mama dan papa nya pun masih belum diperbolehkan untuk masuk "tante ,dimana


kevin ?"tanya lisa.


Ruby pun menjawab "kevin ke eropa untuk


menjemput dokter yang akan menangani Risya." lalu Ruby kembali termenung dengan


wajah yang sembab.


setelah tiga jam. kevin datang dan langsung


membawa dokter wiliam.


dokter wiliam pun disambut oleh dokter fariz


"silahkan dok ,kita tidak punya banyak waktu "


ucap dokter fariz.


kevin yang mendengar ucapan dokter fariz


langsung berkata. "dokter wiliam. ku mohon


selamat kan kekasih ku "kevin berbicara dengan air mata.


dokter pun menepuk bahu kevin. "tenang


lah. aku akan berusaha. berdoa lah "jawab


dokter wiliam. sambil berjalan masuk


kevin terus mengeluarkan air matanya.


sementara chiko merasa kasihan melihat sahabat nya. "vin tentang lah ,semua nya pasti


akan baik baik saja. "chiko berusaha menyemangatikevin.


kevin hanya menjawab dengan senyum


kecil.


sementara itu keluarga kevin baru datang


dan kania langsung mendekati kakak nya


"kakak ,"kevin menoleh ke arah suara itu.


kevin pun tersenyum berusaha kuat.


"kalian kesini. "jawab kevin dengan senyum


terpaksa.


citra yang melihat anaknya tersenyum


dengan genangan air mata. dia langsung


merangkum tubuh anak suling "tentang lah


Risya pastinya kuat "ucap citra.


lalu citra mendekati Ruby yang termenung memandang pintu ruang ICU. "jeng sabar ya


putri mu orang yang kuat. " ucap citra.


yang dibalas senyum oleh Ruby.


"kakak makan ya. dari pagi tadi ,kakak belum


sarapan sama sekali "bujuk kania.


yang dibalas kevin dengan gelengan.


hampir dua jam dokter wiliam pun


keluar. dan kevin langsung mendekati. "bagaimana dok ?"tanya kevin dan orangtua


Risya bersama an.


dokter wiliam tampak menarik nafas nya.


"maaf ,kami sudah berusaha semaksimal mungkin. namun semua nya. adalah ketentuan


yang maha kuasa."jawab dokter wiliam.


kevin dan orang tua Risya menangis.


"tidak. dokter jangan membohongi ku.


aku tidak suka dibohongi."ucap kevin dengan


menarik kerah baju dokter wiliam.


semua pun menenangkan kevin.


dan perawat yang didalam pun mulai ingin


melepaskan alat yang menempel di tubuh Risya


kevin mendekati Risya yang sudah


dinyatakan tiada. di iringi dengan orangtua


Risya. "kau tidak boleh meninggalkan ku ,


kita sudah berjanji akan menikah setelah


chiko dan nabila menikah. apa kau tidak mau


hidup bersama ku. kau bahkan belum


melihat rumah baru kita "lirih kevin.


semua yang mendengar curahan hati kevin


ikut terisak menangis. dan orang tua


Risya juga sangat terpukul.


suster yang ingin melepas selang infus.


terkejut melihat alat bunyi jantung disamping


ranjang pasien kembali berfungsi. "bunyi jantung nya mulai stabil ,cepat panggil kan


dokter. "lalu salah satu suster lari keluar.


kevin pun merasa lega mendengar nya.


dan tak lama dokter pun datang. "ini mu'zizad


kalian bisa keluar sebentar "pinta dokter.


lalu mereka pun keluar bersama. "vin makan


lah dulu. Risya sudah kembali untuk mu "


pinta sang mama.


dan kevin pun mengangguk. dia mulai memakan sesuatu yang dibawakan oleh


kania.


lalu dia mendekati orangtua Risya. "tante.


tante mungkin juga belum makan ,ini makan


lah. "ucap kevin.


Ruby dan Raditia tersenyum dan Raditia


meraih tangan kevin "terima kasih atas semua


yang kau lakukan untuk Risya."ucap Raditia.


kevin pun tersenyum. "saya tidak mungkin


membiarkan orang yang saya cintai pergi.


bersambung ya fenss.

__ADS_1


jangan lupa


like and komentar


__ADS_2