
mereka pun duduk dikursi tunggu
rumah sakit.
sedangkan keluarga Daniel ingin berpamitan
dan mendekati orangtua Risya "jeng Ruby ,
kami ingin pamit pulang dulu."ucap ana
Ruby pun menoleh "maaf ya jeng ,semoga
nak Daniel mendapatkan jodoh yang terbaik
dan lebih baik dari Risya." ucap Ruby.
ana tersenyum. "amiiin ,mungkin Risya dan Daniel bukan jodoh. "sahut ana.
sementara Daniel mendekati kevin. "kau
sungguh luar biasa. kau rela melakukan apa
saja untuk Risya. kau pantas mendapatkan nya
selamat."ucap Daniel kepada kevin yang
disambut kevin dengan senyum.
kevin pun menepuk bahu Daniel "kau pasti
akan menemukan jodoh yang terbaik "balas kevin.
kevin dan Daniel pun berpelukan dan saling
mendukung.
akhirnya keluarga Daniel pergi meninggalkan rumah sakit.
dan tak lama dokter pun keluar "bagaimana
dok" tanya kevin kepada dokter wiliam
yang baru saja keluar dari ruang ICU Risya
"pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap
dan kita tinggal menunggu kesadaran nya "
jawab dokter wiliam.
kevin pun meminta dokter untuk memindahkan
Risya ke ruang VIP. "dokter wiliam. pindah
kan ke ruang VIP saja "pinta kevin.
Risya pun dipindahkan ke ruang VIP.
kevin tidak pernah melepaskan genggaman
tangannya. sedangkan keluarga kevin
sudah pamit.
Ruby tersenyum melihat kevin yang
selalu menjaga anaknya. "nak kevin. istirahat
lah ,biar tante yang gantikan menjaga Risya"
ucap Ruby.
kevin pun berdiri "saya hanya ingin
pulang sebentar tante. mau mengambil
sesuatu "jawab kevin.
Ruby pun menganggukan kepalanya "iya
hati hati ya "ucap Ruby. yang dibalas
senyum oleh kevin.
lalu kevin keluar dari ruang VIP Risya
dirawat. dia tampak kelihatan lelah.
setelah melalui banyak kekhawatiran.
dia pun melajukan mobilnya dan menuju
rumahnya.
sesampainya di rumah. kevin langsung
masuk kedalam kamar nya dan mandi.
setelah selesai. kemudian kevin memakai
bajunya.
lalu turun kebawah "vin ,bagaimana
keadaan Risya ?"tanya citra pada kevin
yang kelihatan ingin pergi lagi.
kevin pun duduk disamping citra. "masih
belum sadar ma. mama do'akan saja
smoga Risya bisa cepat sadar "jawab kevin.
citra pun mengangguk. lalu kevin pamit
untuk kembali ke rumah sakit.
sesampainya di ruang rawat inap Risya.
kevin langsung masuk ke dalam.
"nak kevin istirahat saja. biar tante yang
menjaga Risya. kau terlihat sangat lelah.
ayo berbaring lah. "pinta Raditia pada calon menantu nya.
kevin pun tersenyum tipis "terima kasih
om" lalu kevin berbaring dan mulai memejamkan mata nya.
kinidia tertidur pulas hingga pagi
tiba. "ma papa berangkat kekantor
dulu ,kalau ada apa apa,segera hubungi
aku"ucap Raditia.
Ruby pun mengangguk. "iya "jawab nya
dengan singkat.
suara perbincangan Ruby dan Raditia
membuat kevin terbangun "pagi tante "sapa kevin dengan wajah bangun tidur nya.
Ruby tersenyum "pagi ,kalau kau ingin
kekantor. pergi saja ,biar tante yang
menjaga Risya. "kata Ruby.
kevin mengusap wajahnya "tidak. aku juga
tidak ada miting hari ini. jadi kalau tante
mau pulang. pulang lah dulu "ucap kevin.
"baiklah. tante mau mengambil keperluan
untuk Risya. "jawab Ruby. dengan senyum.
lalu dia keluar.
kevin berjalan mendekati Risya dan kembali
memegang tangan Risya. "cepat lah sadar
aku ingin melihat senyuman mu lagi "ucap kevin dengan lirih.
dia yang memegang tangan Risya ,sambil
melihat ponselnya. merasa ada gerakan
dari jemari tangan Risya. "sayang..kau sudah
sadar ?"tanya kevin.
Risya mulai membuka matanya "vin "suara
Risya menyebut nama kevin.
kevin pun memanggil dokter. dan dokter pun
datang.
"apa dia sudah siuman tuan ?"tanya dokter.
kevin menganggukan kepalanya. "tadi dia
menyebut nama ku dok "jawab kevin.
kemudian dokter pun memeriksa Risya
yang sudah membuka matanya.
"kondisi nya sudah stabil ,dia hanya
perlu istirahat yang cukup. "kata dokter fariz.
ditengah perbincangan kevin dan dokter
fariz ,dokter wiliam datang dan ingin berpamitan. karena Risya sudah membaik.
"tuan kevin. saya mau pamit pulang dulu.
Risya ,cepat sembuh ya. kekasih mu ini
sangat cengeng jika melihat mu masih
tidak sadar. "ejek dokter wiliam.
kevin tersenyum "kau ini ,baiklah sayang aku
mengantar kan dokter wiliam dulu.
kedepan "ijin kevin.
__ADS_1
"tidak perlu ,kalau kau mengantar ku
siapa yang menjaganya. sudah aku pergi
dulu ,David sudah menunggu ku."ucap dokter wiliam.
kevin menganggukan kepalanya. Risya
tersenyum. setelah sadar dia hanya diam
lalu kevin mendekati nya. "apa yang kau
rasakan sekarang ,apa masih ada yang sakit ?
tanya kevin.
Risya hanya tersenyum. "kau terlalu berlebihan
aku sudah tidak apa apa. jawab Risya.
"kau tahu. aku hampir mati melihat mu
dilokasi kejadian waktu itu. "ucap kevin.
"sekarang aku tidak apa apa kan "ucap Risya
kevin tersenyum melihat kekasih nya itu
kembali bersuara bawel. "sayang bisa kah
kau berjanji untuk tidak meninggalkan
ku lagi "tanya kevin.
Risya terdiam sejenak "aku hanya tidak ingin
melihat wajah mu. ketika tau kalau aku
akan menikah dengan orang lain"kata Risya dengan lirih
kevin pun merangkul tubuh Risya. "tidak ada
yang bisa memisahkan kita lagi. cepat sembuh ya sayang"ucap kevin.
suster pun daya membawa makanan.
"di makan ya nona ,supaya cepat sembuh. "
kata suster.
Risya tersenyum pada suster "terima kasih "
jawab Risya kepada suster. dan suster pun
keluar.
"ayo sekarang makan ya. biar aku suapkan
buka mulut nya "ucap kevin.
Risya pun membuka mulutnya.
kevin sangat memanjakan Risya seperti
memanjakan seorang istri
Risya pun terus mengembangkan senyum bahagia nya. "aku sudah kenyang "kata Risya.
"sedikit lagi sayang ya. "pinta kevin
Risya hanya bisa pasrah. sementara itu
Ruby baru sampai dan langsung masuk
"sayang kau sudah sadar. "tanya Ruby.
kevin baru sadar bahwa dia tidak
memberi tahu. "maaf tante ,aku lupa
menelpon tante "jawab kevin.
Ruby hanya tersenyum "tidak apa apa.
Risya ini ada titipan dari nabila ,dia tidak bisa
menjenguk mu. karena lusa dia kan akan
segera menikah "kata Ruby.
"iya ya. lusa nabila akan segera menikah.
kalau aku sudah boleh pulang. aku pasti akan
datang "kata Risya.
kevin yang mendengar kekasih nya itu
ingin datang merasa khawatir. "siapa yang
mengizinkan mu datang."tanya kevin
Risya merasa kesal. "memangnya kau
saja yang mau kesana. nabila sahabat ku
jadi aku harus datang "ucap Risya yang
terlihat cemberut.
"dengarkan aku ,kau masih perlu banyak
pemulihan "ucap kevin.
Ruby hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat anaknya bertengkar dengan kekasihnya itu.
Risya pun memiringkan tubuhnya membelakangi kevin. "sayang. aku hanya
mengkhawatirkan mu. bagaimana kalau
terjadi sesuatu pada mu. aku bisa benar benar
akan mati. " bujuk kevin.
Risya masih diam. "Risya ,kevin benar. kata Ruby.
Risya menarik nafas nya panjang. "tapi ma
aku kan juga ingin melihat nabila.
kevin pun merasa kasihan melihat kekasihnya itu merengek. "baiklah. tapi kita datang
ke resepsi nya saja. dan itu pun cuma setengah jam. "kata kevin.
Risya pun membalikkan tubuh nya. "benar kah.
terima kasih sayang..."kata Risya dengan senyuman.
waktu pun sudah larut. "kau tidak pulang ?"
tanya Risya.
kevin yang mendengar ucapan
Risya pun kesal "kau mengusir ku ?"tanya
kevin. ,
Risya menarik nafas nya "aku kan cuma
bertanya,tidak mengusir tuan kevin Erlangga.
kau seperti perempuan yang lagi datang bulan.
sensitif. "kata Risya.
Ruby dan Raditia menggelengkan kepala mereka. "kalian berdua ini. belum
menjadi suami istri saja ,sudah sering bertengkar. bagaimana kalau nanti. "kata Ruby.
...****************...
ke esokan hari nya.
Risya yang sudah diperbolehkan untuk pulang
kini bersiap siap. "ayo sayang biar ku bantu
naik ke kursi roda. "lalu kevin menggendong tubuh Risya dan menaruh nya dikursi roda.
mereka pun berjalan menuju koridor rumah sakit. setelah sampai kevin dengan sigap
menggendong Risya dan mendudukan Risya
mereka pun sudah meninggalkan rumah sakit.
Risya duduk di belakang bersama
mamanya dan papa Raditia didepan bersama kevin.
tak berapa lama kemudian mereka pun
sampai di kediaman Risya. yang di sambut
oleh kania. mama citra. dan lisa beserta papa Ridwan dan stiven.
citra menyambut calon menantu nya itu
dengan senyuman. "selamat datang sayang."
ucap mama citra.
Risya tersenyum melihat mama citra. "terima kasih tante "kania ,lisa. "ucap Risya
dengan haru.
kevin tidak sedikit pun melepaskan genggaman tangannya untuk memapah Risya. hingga sampai diruang tengah rumah Risya.
mereka menyiapkan sukuran kecil untuk
menyambut Risya.
Erika pun menghampiri Risya. "telamat datang tante tantik. "sapa Erika dengan suara imut nya.
Risya tersenyum gemas melihat Erika yang tersenyum memperlihatkan gigi bolong nya
"terima kasih nona kecil yang cantik "balas Risya.
tuan Raditia dan nyonya Ruby. kami sengaja
mempersiapkan ini. atas dasar ingin
segera melamar Risya untuk anak sulung
kami ,yaitu kevin. "
"maaf jika seandainya anda merasa ini
telalu mendesak. atau anda merasa terganggu.
__ADS_1
karena kami tidak mau membuang waktu "
ucap Ridwan.
Raditia tersenyum. "ya kalau kalian memang
sudah menyetujui hubungan anak anak kita
alangkah lebih baik dilaksanakan secepatnya.
bukan begitu ?"tanya Raditia.
mereka pun sudah sepakat akan melaksanakan
pernikahan kevin dan Risya.
setelah pernikahan chiko dan nabila.
Risya yang sejak tadi duduk. sudah kelihatan
lelah. mama Ruby pun bertanya "apa kau sudah
lelah. ?"tanya Ruby pada anaknya.
"iya mah. aku mau kekamar dulu "ucap Risya.
dengan cepat kevin membantu Risya. "kau
disini saja. aku bisa sendiri "kata Risya.
Raditia tau. kalau putrinya merasa tidak enak
karena banyak orang yang melihat kevin
selalu tidak membiarkan Risya sendirian
"biar kan kevin membantu mu ,kekamar.
lagi pula tidak mungkin kau bisa menaiki tangga. "ucap Raditia.
"lis ,kania ,tante. aku istirahat dulu yah "ucap Risya.
semua pun mengiyakan. sekarang kevin dan
Risya berjalan menuju kamar nya.
sesampainya dikamar ,kevin mendudukkan
Risya di atas ranjang. "terima kasih "ucap Risya.
yang menatap mata kevin.
kevin pun tersenyum. "sama sama ,sayang"
kata kevin.
"hhhmm "sahut Risya.
"setelah kau benar benar sembuh.
aku ingin mengajak mu. melihat rumah kita "
ucap kevin.
"maksud mu ?"tanya Risya.
"kau mungkin tidak pernah tau. tiga tahun
yang lalu. setelah kita menjalin hubungan
aku mulai membangun sebuah rumah untuk
kita.ucap kevin yang membuat mata Risya
berkaca kaca.
"saat itu aku berharap kau dan aku. tidak pernah berpisah. tapi kenyataannya berbeda.
tapi aku tidak pernah berhenti membangun
rumah itu. karena aku yakin. kita pasti akan ditakdirkan untuk bersama "ucap kevin.
Risya langsung memeluk kevin. "terima kasih.
kau sudah sabar menunggu ku. kau lah
cinta pertama yang menunggu ku. " ucap Risya.
mereka pun melepaskan pelukan mereka.
"istirahat ya sayang. aku keluar dulu. cup "
satu kecupan di kening Risya dari kevin.
lalu kevin keluar dari kamar Risya.
mereka semua pun berpamitan kepada kedua orang tua Risya. begitu juga dengan kevin.
Risya yang sejak tadi tertidur pulas. akhirnya terbangun. karena suara mama Ruby. "mama "
kata Risya dengan suara bangun tidur nya.
"sayang. ayo makan siang dulu. lalu minum
obat ya "perintah mama Ruby.
Risya pun mengangguk. dan memakan
makan siang nya. setelah selesai makan siang
dia meminum obat. dan istirahat.
Risya tertidur pulas setelah minum obat.
dan tanpa terasa hari pun sore.
dia membuka matanya lalu duduk menyandarkan kepalanya.
kini malam pun tiba.
nabila tampak sangat cantik. dengan
memakai hena ditangan nya. dan juga
cat kuku yang dihiasi dengan aksesoris bling bling.
besok adalah hari yang sangat istimewa
bagi nabila dan chiko.
mereka sama sama menjatuhkan tubuh
mereka dikasur nemu ditempat yang berbeda.
sementara Risya sedang beristirahat
dan langsung memejamkan mata nya.
hingga pagi menjelang.
Risya terbangun. pukul lima pagi. lalu dia
berdiri dan melangkah kekamar mandi
setelah lama dikamar mandi. dia kembali keluar dari kamar mandi. dan berdan dan natural yang sangat disukai oleh kevin.
pagi ini nabila menggelar acara ijab kabul
dirumah nabila. dan disusul resepsi pada malam hari nanti dihotel xxx.
sebenarnya Risya sangat ingin menyaksikan
acara ijab kabul nabila dan chiko.
namun kevin melarangnya dengan
alasan kawa.
kevin sudah hadir di acara ijab kabul nabila dan chiko. dai menyaksikan betapa gugup nya
ketika ingin menyebutkannama orang yang
akan kita nikahi.
chiko mulai berbicara dengan siar lantang.
"saya nikah dan kawinnya,Nabila anaya binti
doni susilo. seng mas kawin tersebutlah
tujukan.
setelah dua saksi menyatakan sudah sah
kemudian penghulu membaca kan do'a
nabila pun keluar dengan digandeng teman sahabatnya. waktu pun hampir sore
dan semua orang pun mulai meninggalkan
acara ijab kaul .Risya sudah mengenakan gaun
silver.
kevin sudah lama menunggu Risya keluar.
Risya pun keluar dengan penampilan
yang sangat cantik.
kevin tersenyum melihat kekasih nya itu
sangat cantik. "setelah kau sangat cantik.
aku jadi..."kata kevin sambil mendekatkan
wajah nya.
Risya merasa canggung "sayang jangan.
nanti ada mama "pinta Risya.
kevin semakin mendekatkan bibirnya.
"sayang, kiss my place ucap kevin.
yang sudah hampir melesatkan bibirnya.
"sayang jangan. nanti kalau ada orang.
bagaimana?"tanya Risya dengan manja.
"tidak ada orang,papa dan mama sudah
berangkat duluan "
bersambung dulu ya gaeees
jangan lupa like and komentar. by
__ADS_1