Cinta Pertama Yang Menunggu Ku

Cinta Pertama Yang Menunggu Ku
ingin segera menikah


__ADS_3

mereka pun duduk dikursi tunggu


rumah sakit.


sedangkan keluarga Daniel ingin berpamitan


dan mendekati orangtua Risya "jeng Ruby ,


kami ingin pamit pulang dulu."ucap ana


Ruby pun menoleh "maaf ya jeng ,semoga


nak Daniel mendapatkan jodoh yang terbaik


dan lebih baik dari Risya." ucap Ruby.


ana tersenyum. "amiiin ,mungkin Risya dan Daniel bukan jodoh. "sahut ana.


sementara Daniel mendekati kevin. "kau


sungguh luar biasa. kau rela melakukan apa


saja untuk Risya. kau pantas mendapatkan nya


selamat."ucap Daniel kepada kevin yang


disambut kevin dengan senyum.


kevin pun menepuk bahu Daniel "kau pasti


akan menemukan jodoh yang terbaik "balas kevin.


kevin dan Daniel pun berpelukan dan saling


mendukung.


akhirnya keluarga Daniel pergi meninggalkan rumah sakit.


dan tak lama dokter pun keluar "bagaimana


dok" tanya kevin kepada dokter wiliam


yang baru saja keluar dari ruang ICU Risya


"pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap


dan kita tinggal menunggu kesadaran nya "


jawab dokter wiliam.


kevin pun meminta dokter untuk memindahkan


Risya ke ruang VIP. "dokter wiliam. pindah


kan ke ruang VIP saja "pinta kevin.


Risya pun dipindahkan ke ruang VIP.


kevin tidak pernah melepaskan genggaman


tangannya. sedangkan keluarga kevin


sudah pamit.


Ruby tersenyum melihat kevin yang


selalu menjaga anaknya. "nak kevin. istirahat


lah ,biar tante yang gantikan menjaga Risya"


ucap Ruby.


kevin pun berdiri "saya hanya ingin


pulang sebentar tante. mau mengambil


sesuatu "jawab kevin.


Ruby pun menganggukan kepalanya "iya


hati hati ya "ucap Ruby. yang dibalas


senyum oleh kevin.


lalu kevin keluar dari ruang VIP Risya


dirawat. dia tampak kelihatan lelah.


setelah melalui banyak kekhawatiran.


dia pun melajukan mobilnya dan menuju


rumahnya.


sesampainya di rumah. kevin langsung


masuk kedalam kamar nya dan mandi.


setelah selesai. kemudian kevin memakai


bajunya.


lalu turun kebawah "vin ,bagaimana


keadaan Risya ?"tanya citra pada kevin


yang kelihatan ingin pergi lagi.


kevin pun duduk disamping citra. "masih


belum sadar ma. mama do'akan saja


smoga Risya bisa cepat sadar "jawab kevin.


citra pun mengangguk. lalu kevin pamit


untuk kembali ke rumah sakit.


sesampainya di ruang rawat inap Risya.


kevin langsung masuk ke dalam.


"nak kevin istirahat saja. biar tante yang


menjaga Risya. kau terlihat sangat lelah.


ayo berbaring lah. "pinta Raditia pada calon menantu nya.


kevin pun tersenyum tipis "terima kasih


om" lalu kevin berbaring dan mulai memejamkan mata nya.


kinidia tertidur pulas hingga pagi


tiba. "ma papa berangkat kekantor


dulu ,kalau ada apa apa,segera hubungi


aku"ucap Raditia.


Ruby pun mengangguk. "iya "jawab nya


dengan singkat.


suara perbincangan Ruby dan Raditia


membuat kevin terbangun "pagi tante "sapa kevin dengan wajah bangun tidur nya.


Ruby tersenyum "pagi ,kalau kau ingin


kekantor. pergi saja ,biar tante yang


menjaga Risya. "kata Ruby.


kevin mengusap wajahnya "tidak. aku juga


tidak ada miting hari ini. jadi kalau tante


mau pulang. pulang lah dulu "ucap kevin.


"baiklah. tante mau mengambil keperluan


untuk Risya. "jawab Ruby. dengan senyum.


lalu dia keluar.


kevin berjalan mendekati Risya dan kembali


memegang tangan Risya. "cepat lah sadar


aku ingin melihat senyuman mu lagi "ucap kevin dengan lirih.


dia yang memegang tangan Risya ,sambil


melihat ponselnya. merasa ada gerakan


dari jemari tangan Risya. "sayang..kau sudah


sadar ?"tanya kevin.


Risya mulai membuka matanya "vin "suara


Risya menyebut nama kevin.


kevin pun memanggil dokter. dan dokter pun


datang.


"apa dia sudah siuman tuan ?"tanya dokter.


kevin menganggukan kepalanya. "tadi dia


menyebut nama ku dok "jawab kevin.


kemudian dokter pun memeriksa Risya


yang sudah membuka matanya.


"kondisi nya sudah stabil ,dia hanya


perlu istirahat yang cukup. "kata dokter fariz.


ditengah perbincangan kevin dan dokter


fariz ,dokter wiliam datang dan ingin berpamitan. karena Risya sudah membaik.


"tuan kevin. saya mau pamit pulang dulu.


Risya ,cepat sembuh ya. kekasih mu ini


sangat cengeng jika melihat mu masih


tidak sadar. "ejek dokter wiliam.


kevin tersenyum "kau ini ,baiklah sayang aku


mengantar kan dokter wiliam dulu.


kedepan "ijin kevin.

__ADS_1


"tidak perlu ,kalau kau mengantar ku


siapa yang menjaganya. sudah aku pergi


dulu ,David sudah menunggu ku."ucap dokter wiliam.


kevin menganggukan kepalanya. Risya


tersenyum. setelah sadar dia hanya diam


lalu kevin mendekati nya. "apa yang kau


rasakan sekarang ,apa masih ada yang sakit ?


tanya kevin.


Risya hanya tersenyum. "kau terlalu berlebihan


aku sudah tidak apa apa. jawab Risya.


"kau tahu. aku hampir mati melihat mu


dilokasi kejadian waktu itu. "ucap kevin.


"sekarang aku tidak apa apa kan "ucap Risya


kevin tersenyum melihat kekasih nya itu


kembali bersuara bawel. "sayang bisa kah


kau berjanji untuk tidak meninggalkan


ku lagi "tanya kevin.


Risya terdiam sejenak "aku hanya tidak ingin


melihat wajah mu. ketika tau kalau aku


akan menikah dengan orang lain"kata Risya dengan lirih


kevin pun merangkul tubuh Risya. "tidak ada


yang bisa memisahkan kita lagi. cepat sembuh ya sayang"ucap kevin.


suster pun daya membawa makanan.


"di makan ya nona ,supaya cepat sembuh. "


kata suster.


Risya tersenyum pada suster "terima kasih "


jawab Risya kepada suster. dan suster pun


keluar.


"ayo sekarang makan ya. biar aku suapkan


buka mulut nya "ucap kevin.


Risya pun membuka mulutnya.


kevin sangat memanjakan Risya seperti


memanjakan seorang istri


Risya pun terus mengembangkan senyum bahagia nya. "aku sudah kenyang "kata Risya.


"sedikit lagi sayang ya. "pinta kevin


Risya hanya bisa pasrah. sementara itu


Ruby baru sampai dan langsung masuk


"sayang kau sudah sadar. "tanya Ruby.


kevin baru sadar bahwa dia tidak


memberi tahu. "maaf tante ,aku lupa


menelpon tante "jawab kevin.


Ruby hanya tersenyum "tidak apa apa.


Risya ini ada titipan dari nabila ,dia tidak bisa


menjenguk mu. karena lusa dia kan akan


segera menikah "kata Ruby.


"iya ya. lusa nabila akan segera menikah.


kalau aku sudah boleh pulang. aku pasti akan


datang "kata Risya.


kevin yang mendengar kekasih nya itu


ingin datang merasa khawatir. "siapa yang


mengizinkan mu datang."tanya kevin


Risya merasa kesal. "memangnya kau


saja yang mau kesana. nabila sahabat ku


jadi aku harus datang "ucap Risya yang


terlihat cemberut.


"dengarkan aku ,kau masih perlu banyak


pemulihan "ucap kevin.


Ruby hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat anaknya bertengkar dengan kekasihnya itu.


Risya pun memiringkan tubuhnya membelakangi kevin. "sayang. aku hanya


mengkhawatirkan mu. bagaimana kalau


terjadi sesuatu pada mu. aku bisa benar benar


akan mati. " bujuk kevin.


Risya masih diam. "Risya ,kevin benar. kata Ruby.


Risya menarik nafas nya panjang. "tapi ma


aku kan juga ingin melihat nabila.


kevin pun merasa kasihan melihat kekasihnya itu merengek. "baiklah. tapi kita datang


ke resepsi nya saja. dan itu pun cuma setengah jam. "kata kevin.


Risya pun membalikkan tubuh nya. "benar kah.


terima kasih sayang..."kata Risya dengan senyuman.


waktu pun sudah larut. "kau tidak pulang ?"


tanya Risya.


kevin yang mendengar ucapan


Risya pun kesal "kau mengusir ku ?"tanya


kevin. ,


Risya menarik nafas nya "aku kan cuma


bertanya,tidak mengusir tuan kevin Erlangga.


kau seperti perempuan yang lagi datang bulan.


sensitif. "kata Risya.


Ruby dan Raditia menggelengkan kepala mereka. "kalian berdua ini. belum


menjadi suami istri saja ,sudah sering bertengkar. bagaimana kalau nanti. "kata Ruby.


...****************...


ke esokan hari nya.


Risya yang sudah diperbolehkan untuk pulang


kini bersiap siap. "ayo sayang biar ku bantu


naik ke kursi roda. "lalu kevin menggendong tubuh Risya dan menaruh nya dikursi roda.


mereka pun berjalan menuju koridor rumah sakit. setelah sampai kevin dengan sigap


menggendong Risya dan mendudukan Risya


mereka pun sudah meninggalkan rumah sakit.


Risya duduk di belakang bersama


mamanya dan papa Raditia didepan bersama kevin.


tak berapa lama kemudian mereka pun


sampai di kediaman Risya. yang di sambut


oleh kania. mama citra. dan lisa beserta papa Ridwan dan stiven.


citra menyambut calon menantu nya itu


dengan senyuman. "selamat datang sayang."


ucap mama citra.


Risya tersenyum melihat mama citra. "terima kasih tante "kania ,lisa. "ucap Risya


dengan haru.


kevin tidak sedikit pun melepaskan genggaman tangannya untuk memapah Risya. hingga sampai diruang tengah rumah Risya.


mereka menyiapkan sukuran kecil untuk


menyambut Risya.


Erika pun menghampiri Risya. "telamat datang tante tantik. "sapa Erika dengan suara imut nya.


Risya tersenyum gemas melihat Erika yang tersenyum memperlihatkan gigi bolong nya


"terima kasih nona kecil yang cantik "balas Risya.


tuan Raditia dan nyonya Ruby. kami sengaja


mempersiapkan ini. atas dasar ingin


segera melamar Risya untuk anak sulung


kami ,yaitu kevin. "


"maaf jika seandainya anda merasa ini


telalu mendesak. atau anda merasa terganggu.

__ADS_1


karena kami tidak mau membuang waktu "


ucap Ridwan.


Raditia tersenyum. "ya kalau kalian memang


sudah menyetujui hubungan anak anak kita


alangkah lebih baik dilaksanakan secepatnya.


bukan begitu ?"tanya Raditia.


mereka pun sudah sepakat akan melaksanakan


pernikahan kevin dan Risya.


setelah pernikahan chiko dan nabila.


Risya yang sejak tadi duduk. sudah kelihatan


lelah. mama Ruby pun bertanya "apa kau sudah


lelah. ?"tanya Ruby pada anaknya.


"iya mah. aku mau kekamar dulu "ucap Risya.


dengan cepat kevin membantu Risya. "kau


disini saja. aku bisa sendiri "kata Risya.


Raditia tau. kalau putrinya merasa tidak enak


karena banyak orang yang melihat kevin


selalu tidak membiarkan Risya sendirian


"biar kan kevin membantu mu ,kekamar.


lagi pula tidak mungkin kau bisa menaiki tangga. "ucap Raditia.


"lis ,kania ,tante. aku istirahat dulu yah "ucap Risya.


semua pun mengiyakan. sekarang kevin dan


Risya berjalan menuju kamar nya.


sesampainya dikamar ,kevin mendudukkan


Risya di atas ranjang. "terima kasih "ucap Risya.


yang menatap mata kevin.


kevin pun tersenyum. "sama sama ,sayang"


kata kevin.


"hhhmm "sahut Risya.


"setelah kau benar benar sembuh.


aku ingin mengajak mu. melihat rumah kita "


ucap kevin.


"maksud mu ?"tanya Risya.


"kau mungkin tidak pernah tau. tiga tahun


yang lalu. setelah kita menjalin hubungan


aku mulai membangun sebuah rumah untuk


kita.ucap kevin yang membuat mata Risya


berkaca kaca.


"saat itu aku berharap kau dan aku. tidak pernah berpisah. tapi kenyataannya berbeda.


tapi aku tidak pernah berhenti membangun


rumah itu. karena aku yakin. kita pasti akan ditakdirkan untuk bersama "ucap kevin.


Risya langsung memeluk kevin. "terima kasih.


kau sudah sabar menunggu ku. kau lah


cinta pertama yang menunggu ku. " ucap Risya.


mereka pun melepaskan pelukan mereka.


"istirahat ya sayang. aku keluar dulu. cup "


satu kecupan di kening Risya dari kevin.


lalu kevin keluar dari kamar Risya.


mereka semua pun berpamitan kepada kedua orang tua Risya. begitu juga dengan kevin.


Risya yang sejak tadi tertidur pulas. akhirnya terbangun. karena suara mama Ruby. "mama "


kata Risya dengan suara bangun tidur nya.


"sayang. ayo makan siang dulu. lalu minum


obat ya "perintah mama Ruby.


Risya pun mengangguk. dan memakan


makan siang nya. setelah selesai makan siang


dia meminum obat. dan istirahat.


Risya tertidur pulas setelah minum obat.


dan tanpa terasa hari pun sore.


dia membuka matanya lalu duduk menyandarkan kepalanya.


kini malam pun tiba.


nabila tampak sangat cantik. dengan


memakai hena ditangan nya. dan juga


cat kuku yang dihiasi dengan aksesoris bling bling.


besok adalah hari yang sangat istimewa


bagi nabila dan chiko.


mereka sama sama menjatuhkan tubuh


mereka dikasur nemu ditempat yang berbeda.


sementara Risya sedang beristirahat


dan langsung memejamkan mata nya.


hingga pagi menjelang.


Risya terbangun. pukul lima pagi. lalu dia


berdiri dan melangkah kekamar mandi


setelah lama dikamar mandi. dia kembali keluar dari kamar mandi. dan berdan dan natural yang sangat disukai oleh kevin.


pagi ini nabila menggelar acara ijab kabul


dirumah nabila. dan disusul resepsi pada malam hari nanti dihotel xxx.


sebenarnya Risya sangat ingin menyaksikan


acara ijab kabul nabila dan chiko.


namun kevin melarangnya dengan


alasan kawa.


kevin sudah hadir di acara ijab kabul nabila dan chiko. dai menyaksikan betapa gugup nya


ketika ingin menyebutkannama orang yang


akan kita nikahi.


chiko mulai berbicara dengan siar lantang.


"saya nikah dan kawinnya,Nabila anaya binti


doni susilo. seng mas kawin tersebutlah


tujukan.


setelah dua saksi menyatakan sudah sah


kemudian penghulu membaca kan do'a


nabila pun keluar dengan digandeng teman sahabatnya. waktu pun hampir sore


dan semua orang pun mulai meninggalkan


acara ijab kaul .Risya sudah mengenakan gaun


silver.


kevin sudah lama menunggu Risya keluar.


Risya pun keluar dengan penampilan


yang sangat cantik.


kevin tersenyum melihat kekasih nya itu


sangat cantik. "setelah kau sangat cantik.


aku jadi..."kata kevin sambil mendekatkan


wajah nya.


Risya merasa canggung "sayang jangan.


nanti ada mama "pinta Risya.


kevin semakin mendekatkan bibirnya.


"sayang, kiss my place ucap kevin.


yang sudah hampir melesatkan bibirnya.


"sayang jangan. nanti kalau ada orang.


bagaimana?"tanya Risya dengan manja.


"tidak ada orang,papa dan mama sudah


berangkat duluan "


bersambung dulu ya gaeees


jangan lupa like and komentar. by

__ADS_1


__ADS_2