Cinta Semanis Coklat

Cinta Semanis Coklat
Part 1


__ADS_3

"Ahh aku pasti sudah salah lihat,itu tidak mungkin dia,aku pasti sedang banyak pikiran."


gumam Morgan setelah tak sengaja ia melihat seseorang barusan.


Morgan segera keluar dari toko roti yang ia datangi pagi ini dan setengah berlari masuk kes mobilnya,setelah ia melihat osok yang pernah ia kenal empat tahun lalu.


"Ayo jalan sekarang."


"Tapi tuan bagaimana dengan nona Sila."?


"Biarkan dia kembali sendiri."!


''Kenapa dia masih membayang di sini? gumam Morgan lagi sambil segera duduk di joknya.


Morgan memegang dadanya yang kian terasa berdebar lebih kencang.ada rasa yang tak biasa saat mengingat hal itu kembali.ia ingin tak lagi menyimpan ini di dalam hati,namun pesona empat tahun yang lalu itu sungguhlah sangat membekas dalam hatinya.


•••


"Tuan kita sudah sampai dan saya akan kembali menjemput nanti." tukas Asisten Law.


"Asisten Law bawa aku dari sini." jawab Morgan dengan agak panik.


•••


''Kenapa lagi ini? siapa yang sudah membuat tuan jadi begini moody pagi ini."? gerutunya dalam hati.


"Baik tuan." jawab asisten Law.


Mobil pun sudah berlalu dan melaju hampir setengah jam dan tak tahu harus kemanakah tujuannya.asisten Law pun tak berani untuk sekadar bertanya.

__ADS_1


"Ada apa kamu menatapku terus?apa takut aku berbuat yang tidak tidak padamu."! tanya Morgan tak kala ia mengetahui asisten Law terus menatapnya dari kaca depan.


"Ahh tuan bukan begitu,tapi kita ini akan kemana sekarang."?


"Baik antarkan aku ke Universitas Kesaktian."


Mobil pun melaju makin cepat.


"Semoga saja ini memang tujuan yang sebenar nya." gumam Asisten Law yang sudah ketar ketir menghadapi mood tuannya ini.


•••


"Biarkan aku sendiri,kamu tidak perlu terus mengikutiku." sapa Morgan saat mobil sudah berhenti di tujuan.


Morgan pun berjalan masuk ke arah dalam Universitas yang tampak lengang ini.yang


tampak hanya beberapa Petugas kebersihan yang tengah lalu lalang dan menyapu banyak nya dedaunan.


"Maaf tuan anda kemari apakah ada sesuatu hal."? sapa seorang pria.


Morgan pun menoleh ke arah suara yang terdengar sudah seperti berumur separuh abad ini.


"Maaf pak saya hanya ingin istirahat sejenak disini,apa bapak tidak terlalu keberatan."? jawab Morgan dengan sopan.


"Tentu saja tidak,taman ini bebas untuk dikunjungi,hanya saja ini hari libur dan saya pikir tadi saya sudah salah lihat."


"Maaf pak jika saya sudah membuat anda jadi bingung."


Morgan pun hendak bangkit segera dari duduk nya.

__ADS_1


"Ahh tuan mohon jangan pergi dulu,saya akan ajak tuan untuk berkeliling bagaimana."? cegah pria ini lagi.


Siang itu Morgan akhirnya tetap mengikuti si pria setengah abad ini menyusuri tiap jengkal Universitas yang sungguh besar dan luas ini.di setiap jengkalnya begitu banyak menyimpan kenangan bagi Morgan saat empat tahun silam.


•••


"Terima kasih pak anda sudah mengajak saya berkeliling,ini sungguh hal baru bagi saya." ujar Morgan.


"Tuan jangan terlalu sungkan begitu,banyak rahasia yang mungkin bisa di ketahui nantinya jika tuan sering sering datang kemari."


'Rahasia."? lirih morgan pelan.


"Baik pak saya akan menyempatkan waktu untuk itu." tukas Morgan sambil tersenyum.


"Anak muda memang harus semangat seperti ini."


Morgan pun kini sudah di dalam mobilnya dan sambil menatap ke jendela tanpa ada bicara sedikitpun.


"Tuan apa sekarang ingin kembali."? tanya Asisten Law dengan ragu ragu.


"Bawa aku ke Perusahaan sekarang."


•••


Setengah jam kemudian mobil sudah masuk ke area perusahaan dan asisten Law pun sudah memberhentikan mobil di basement khusus direktur.ia ingin sekali mengatakan jika saat ini mereka sudah tiba,namun melihat tuannya ini sedang asyik melamun,maka asisten Law pun hanya diam di balik setirnya.


•••


Brrakkk....

__ADS_1


Suara Morgan menutup pintu mobilnya dan ia pun segera melangkah masuk ke perusahaan.


"Ahhh tuan sudah turun ternyata dan seperti nya moodnya sedang tidak baik." gumam asisten Law dalam hati.


__ADS_2