Cinta Semanis Coklat

Cinta Semanis Coklat
Part 5


__ADS_3

"Tuan saya kan cuma luka lecet saja dan kenapa seperti saya sedang liburan saja kali ini."?


"Nona terluka karena saya,jadi saya harus bertanggung jawab dengan baik."


"Tapi masih ada kamar yang biasa kan di Rumah Sakit ini."? saya tidak biasa tidur di kamar yang mewah begini."


"Nona apa mau saya tinggalkan di pinggir jalan."!!!


Diandra terdiam.ia sadar jika tuan ini sedang kesal padanya.Diandra segera berbaring dan mencoba untuk segera memejamkan mata nya.rasa sakit di tubuhnya pun pelan pelan mulai terasa,itu karena obat biusnya sudah mulai berkurang daya kerjanya.


Diandra mendapat lima luka jahitan di pelipis kirinya.selebihnya hanya luka luka lecet saja namun Dokter tetap saja menyarankan untuk di opname,karena akan ada pemeriksaan lebih lanjut.


•••


Morgan masih menemani.ia duduk di sofa sambil sesekali matanya menatap ke arah Diandra.ia ingin sekali tahu apa Diandra benar benar tak lagi mengingatnya.


•••


Sinar matahari bermunculan masuk ke dalam ruang perawatan Diandra.


"Uhh kenapa kepalaku sangat sakit begini."?


"Nona kamu tidak apa apa kan."? tanya Morgan dengan mimik cemas.


"Entahlah tuan.kepala saya sangat sakit rasa nya seperti ingin pecah."


Morgan menekan tombol bantuan dan segera


seorang perawat masuk untuk mengecek kondisi Diandra.


"Bagaimana Suster."? tanya Morgan.


"Saya akan panggilkan Dokter dulu dan tuan mohon tenang ya."


Morgan menatap Diandra penuh cemas dan refleks ia pun memegang tangan Diandra agar tidak ikut cemas pula.ia berusaha membuat Diandra untuk lebih tenang.


"Nona kamu tenang saja ya.semua akan baik baik saja."

__ADS_1


Pagi itu akhirnya Diandra pun menjalani pemeriksaan scanning kepala untuk dapat memastikan sumber sakit yang ia rasakan.


•••


Dua jam kemudian Dokter yang sedang menangani Diandra memanggil Morgan ke ruangannya.ada hal yang ingin di sampaikan mengenai hasil scanning kepala terhadap Diandra pagi tadi.


"Maaf tuan Morgan sepertinya pasien mengalami Gegar otak sedang."


"Apa Dok....."??


"Iya tuan Pasien akan terus mengalami sakit kepala di kemudian hari,jika ini tidak ditangani segera."


"Dan ada juga sedikit penyumbatan di sana namun tidak perlu di lakukannya tindakan operasi pada pasien saat ini."


"Lalu apa tindakan medis selanjutnya Dokter."?


"Kita akan tetap memberi obat nnti Nyeri dan juga anti Inflamasi secara bertahap diharapkan pasien akan segera memberi kita hasil yang positif."


"Baik Dok dan tolong lakukan apa pun yang terbaik untuk pasien." pinta Morgan.


"Tentu tuan Morgan."


dulu sangat ingin untuk bisa memiliki Diandra namun karena kesalahan akhirnya Diandra malah sangat memusuhinya,bahkan Diandra juga menjadikan Morgan sebagai rival sejatinya saat di bangku kuliah.


•••


"Tuan apa kata dokter dengan hasilnya."? saya tidak apa apa kan."?


Morgan tak bisa jujur.jadi sekali ini lagi ia terpaksa berbohong demi kebaikan diri Diandra


"Kamu tidak apa apa kok."


"Lalu saya sudah bisa pulang kan."?


"Kenapa terburu buru."?


"Saya ada pekerjaan malam ini tuan. pasti si boss juga tengah mencari saya di kantor."

__ADS_1


"Kamu tidak di izinkan pergi hingga benar benar pulih." mengerti."!!


"Tapi bagaimana dengan si boss?


Diandra amat khawatir jika si boss akan memecatnya kali ini.mana ponselnya tertinggal di rumah pula.membuat hati Diandra makin risau.


Morgan sudah menyiapkan makanan untuk Diandra.


"Ayo makan dulu dan lalu minum obatnya."


"Tuan saya bisa sendiri." dan apa tuan tidak pergi bekerja."?


"Apa kamu sedang mencoba mengusirku."!


"Bukan begitu." tapi tuan sudah hampir semalaman di sini, dan apa tuan tidak perlu mandi."?


"Aku akan pulang jika kamu sudah makan dan minum obatnya."!


"Oke lagian aku bisa apa." gerutu Diandra dalam hatin


"Ayo aku suapi."


"Tuan aku bisa sendiri."


"Cepat buka mulutmu."!


Diandra lagi lagi akhirnya menuruti saja.ia pun


makan dengan lahap hingga habis.tatapan tajam tuan ini membuat Diandra jadi takut.


Siang harinya Morgan pun pulang juga ke kediamannya.ia meminta Diandra di awasi dengan sangat baik saat ia tak di sana.


•••


"Tuan masalah kecelakaan itu saya benar benar minta maaf tuan."


"Kamu tidak usah khawatir." dia akan baik baik saja."

__ADS_1


"Baik tuan saya mengerti."


Akhirnya asisten Law pun bisa sedikit merasa lega,meskipun ia juga sangatlah merasa bersalah karena telah menabrak Diandra hingga terluka seperti saat ini.ia ingin sesegera mungkin meminta maaf pada Diandra.


__ADS_2