Cinta Semanis Coklat

Cinta Semanis Coklat
Part 4


__ADS_3

•••


"Bagaimana Dok dengan pasien."? tanya Morgan dengan wajah cemas.


"Pasien mendapat luka yang tidak begitu serius,namun pasien harus di opname untuk beberapa hari ke depannya." terang sang Dokter lagi.


"Apa untuk saat ini pasien tidak dalam situasi yang serius Dok."? tanya Morgan lagi.


"Tuan Morgan tenang saja pasien tidak dalam kondisi gawat."


"Baik jika begitu,saya akan ikuti apa yang Dokter katakan barusan."


•••


"Suster luka saya tidak apa apa kan? apa saya sudah boleh pulang Sus."? tanya Diandra pada seorang perawat yang tengah membersihkan luka luka di tubuhnya.


"Maaf nona untuk sementara nona harus di rawat di sini dulu ya."


"Kan saya hanya luka luka kecil sus,kok saya harus nginap."? tanya Diandra lagi.


"Ini sudah prosedur Rumah Sakit,jadi nona harus patuh."


Perawat yang membersihkan luka di tubuh Diandra pun keluar dari ruang tindakan dan


Diandra tampak gelisah ingin segera pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Srekkk....


"Nona saya harap nona bisa bekerja sama saat ini." sapa Morgan sambil mendekati Diandra.


"Kerja sama apa memangnya?saya hanya mau pulang sekarang." ketus Diandra.


"Nona harus di opname dulu jadi tidak bisa pulang sekarang."


"Saya mana punya biaya tuan,lagian saya tidak apa apa kok dan lihatkan saya sudah bisa tersenyum." sahut Diandra mencoba meyakin kan jika ia baik baik saja.


Morgan ingin tertawa melihat Diandra yang masih sama seperti kala itu.


"Tuan kenapa senyam senyum? saya ini lagi serius."


Uhmm...ummm...um...


Uuhh...ahhh...


"Ahh apa apaan ini! tuan anda tidak tahu sopan santun ya."! teriak Diandra.


Diandra segera menghapus bibirnya dengan tangannya yang juga sudah terbalut penuh dengan perban ini.Morgan pun hanya bisa terdiam.


"Tuan saya bukan orang seperti itu,saya ini tidak akan memamfaatkan orang lain untuk suatu hal,jadi tuan juga mohon jangan menganggap saya ini sedang mencoba coba untuk menarik perhatian dari tuan." ketus Diandra lebih keras.


"Saya hanya orang biasa,saya tak ingin terlibat dengan orang kaya seperti tuan ini."

__ADS_1


Diandra pun akhirnya menangis juga.ia tak menyangka jika ciuman pertamanya sudah direbut oleh laki laki yang ada di hadapannya saat ini.


"Maaf nona saya hanya refleks tadi,saya hanya ingin membuat nona agar bisa lebih tenang." bela Morgan.


"Tapi apa tuan harus langsug mencium saya begitu saja? bagaimana jika yang tuan tabrak tadi adalah seorang nenek nenek."


"Apakah tuan juga akan berlaku hal yang sama."?


"Hahaha...ha kamu tenyata lucu juga ya hahaha...ha....." Morgan malah tertawa mendengar perkataan Diandra barusan.


"Baiklah anda menang tuan,mana kamar tidur saya untuk malam ini."?


"Baiklah saya sudah mengurus semuanya dan sebentar lagi kita akan kesana."


"Ki.....kita..."??? pelotot Diandra pada Morgan.


"Iya kenapa memangnya?apa yang sedang nona pikirkan rupanya."?


"Huh tidak apa apa kok."


Satu jam kemudian Diandra pun sudah berada di kamar perawatan.kamar yang super besar dan juga sangat mewah tentunya.Diandra tak tahu harus apa,yang jelas ia akan menetap di kamar ini untuk waktu yang belum di tentukan.


Diandra hanya bisa mengikuti apa saja yang Morgan inginkan.ia tak tahu harus segera menghubungi siapa saat ini karena ponselnya juga tertinggal dirumah.


Diandra tak menyangka,niatnya yang hanya untuk lebih rileks saat ingin ke taman,malah akhirnya membawa ia untuk rileks ke satu tempat yang seperti sekarang.aroma Rumah Sakit yang amat kuat ini pun memaksakan Diandra untuk bisa terus belajar kompromi dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Diandra amat sangat trauma dengan hal hal yang berbau dengan Rumah Sakit,karena itu mengingatkan ia kepada satu hal yang tak mungkin bisa ia lupakan begitu saja untuk seumur hidupnya.


__ADS_2