
•••
"Huh si boss apa kabar ya? apa dia akan memecatku kali ini."? tanya Diandra dalam hatinya.
"Ya Tuhan kenapa aku harus mengalami ini semua? aku sungguh tak bisa pergi kemana mana."
Tok...tok...tok...
Suara ketukan di pintu membuyarkan juga lamunan Diandra dengan seketika.
"Huh siapa itu? apa tuan itu sudah kembali lagi."?
"Aku harus pura pura tidur sekarang."
Diandra pun langsung berbaring dan segera memejamkan kedua matanya.terdengar suara langkah kaki seorang pria tengah memasuki kamarnya ini.
"Apa kamu benar benar sedang tidur."? sapa Morgan.
Diandra tak mengerti kenapa tuan ini begitu tahu jika ia tengah berpura pura tidur.
"Hei ayo bangun aku bawakan kue untukmu dan kita makan bersama."
Mendengar itu,Diandra langsung bangun.ia tak kuasa untuk menolak jika itu sudah berbau makanan.
"Mana kuenya? apa aku boleh coba."?
"Tentu saja boleh nona Diandra."
"Ehh bagaimana tuan bisa tahu namaku."?
__ADS_1
"Kamu pasien sekarang."
"Oh iya juga ya,ngomong ngomong tuan apa tidak repot."?
"Aku akan lebih repot jika di kemudian hari kamu kenapa napa."
"Apa maksud tuan."?
"Bukan apa apa,hanya saja aku tidak mau kamu menganggapku seorang penabrak lari."
"Iya sudah kalau begitu,sekarang ayo kita makan kuenya dulu."
"Baik dan tetap aku yang suapi."
Morgan begitu senang akhirnya bisa sangat dekat kembali dengan orang yang selama ini mendiami palung hatinya ini.meski ia tahu bila di kemudian hari,Diandra akan segera pula mengetahui semua identitas aslinya.
•••
"Maaf boss ponselnya Diandra juga tidak diangkat angkat,saat ke rumahnya Diandra tak terlihat ada."
"Lalu kemana dia pergi? apa dia sedang berusaha sembunyi dari tugasnya."!
Si boss benar benar kesal karena ia tidak menemukan Diandra di kantor sejak pagi tadi.ia juga tak bisa mendengar kabar apa pun dari Diandra.
Sementara itu di Rumah Sakit.Diandra bagai seorang pelancong yang tengah menikmati liburan musim panas.semua hal yang bisa membuat Diandra nyaman telah Morgan siap kan dan semua yang mampu membuat Diandra senang pun,Morgan juga sudah begitu menyiap kannya dengan sangat baik.
•••
"Ohya tuan apa saya boleh tahu nama tuan siapa."?
__ADS_1
"Apalah arti sebuah nama,cukup panggil aku sesuai keinginanmu saja."
"Aku harus panggil apa emangnya."?
Diandra pun berpikir sejenak,nama apakah yang cocok untuk tuan diktator ini.
"Hem bagaimana dengan Momo saja."?
Morgan terpaku.ia tak menyangka jika saja Diandra masih mengingat nama itu dalam hati nya.
"Bagaimana tuan? apa itu bagus."?
"Kenapa dengan nama Momo."?
"Nama itu mengingatkanku pada seseorang yang dulu pernah aku suka,tapi karena ada satu hal aku jadi membencinya."
"Maaf tuan aku juga tak memaksa jika tuan tidak menyukai nama ini."
"Aku suka kok nama Momo itu untukku."
Diandra tersenyum lebar.ada rasa bahagia dari sorot matanya,tak kala ia menyebutkan nama itu dihadapan Morgan.
Morgan pun berharap jika Diandra tidak akan tahu Momo adalah orang yang sedang ada dihadapannya sekarang ini.
•••
Siang itu Morgan,setelah ke perusahaan ia pun sesegera mungkin kembali lagi Rumah Sakit.ia merasa sangat tak tenang saat ia meninggal kan Diandra di sana sendirian.Morgan juga merasakan hatinya mulai ingin kembali untuk mengejar apa yang dulu tak bisa ia miliki.
Cintanya pada Diandra tak pernah surut meski keadaan kini sudah sangatlah jauh dan berbeda dengan masa saat itu.mungkin ia pernah salah paham pada diri Diandra,tapi kali ini sepertinya sebuah kesempatan pun sedang berpihak pada nya untuk mencari tahu apa yang sebenar benarnya telah terjadi.
__ADS_1