
"Ahh duduk di sana ajalah,lagian ini masih banyak yang duduk duduk juga disana." gumam Diandra tak kala ia sudah sampai di taman.
Diandra pun menyeberangi jalan raya tanpa lagi melihat kanan kiri.
•Braakk...bruk..bukk..bamm...
Sebuah mobil sudah menabrak Diandra saat dia menyeberangi jalan barusan.orang orang yang tengah duduk duduk di sana pun segera menghampiri suara dari tabrakan itu.
"Aduh kok sakit sih?kok ini berdarah banyak."?histeris Diandra yg masih bingung dengan apa yang tengah menimpanya.
"Maaf nona apa anda tidak apa apa."? sapa seorang pria yang turun dari mobil.
"Hei pak gak liat apa?udah kayak donor darah begini."! ketus Diandra.
"Itu ayo kita ke Rumah Sakit." ajak si pria.
'Wah tuan itu anda harus bertanggung jawab pada nona ini." sapa pria lainnya.
'Iya tuh ntar nona ini kenapa napa lagi." sapa wanita lain.
"Baik saya akan membawanya ke Rumah Sakit." jawab si pria dengan tegas.
"Ayo nona saya gendong ya."
"Apaan main gendong aja,liat gak nih?sudah gak bisa bangun lagi nih badan."!
__ADS_1
"Oke biar saya bantu angkat ya."
Morgan segera mengangkat tubuh Diandra ala ala bridal style masuk ke dalam mobilnya, sementara itu asisten Law penuh ketakutan sebab diaah yang sudah menabrak Diandra barusan.dengan penuh keringat dingin,ia pun segera menyetir menuju Rumah Sakit yang terdekat.
•••
"Nona sini saya bantu balut lukanya." sapa si pria di dalam mobil.
"Nggak ah dan tolong jangan pegang pegang ya,siapa tahu kamu ini orang jahat,iya kan."?
"Baiklah kalau begitu."
Morgan menyadari jika yang dihadapinya ini adalah Diandra yang empat tahun lalu.ia pun rasanya ingin sekali untuk menyapa Diandra dengan akrab,tapi melihat kondisi yang sudah seperti ini,ia pun terpaksa berpura pura tak mengenali Diandra.
Mobil melaju kian cepat.
Morgan mengedipkan mata,memberikan kode isyarat pada asisten Law.
"Baik tuan saya akan segera berhenti tepat di depan."
"Wait...wait..apa apaan ini!apa maksud tuan? kalau mau buang,ya buang saja gak perlu juga bilang begitu kan."? ketus Diandra.
"Turunkan saja saya sekarang,luka ini juga mungkin akan sembuh nantinya." tukas Diandra lagi.
Diandra pun berusaha untuk membuka pintu mobil yang masih melaju ini.
__ADS_1
"Nona kan yang bilang jika saya ini orang jahat,jadi sekarang saya sedang berusaha untuk menjadi orang yang jahat."
"Baik tuan,maaf bila saya tadi salah bicara tapi saya serius tuan berhentilah di depan saya ingin turun." sahut Diandra dengan keras.
Morgan melihat Diandra yang tengah berusaha menyimpan ringisannya akibat luka luka yang ada di tubuhnya.Morganpun merasa menyesal karena sudah membuat Diandra hampir saja menangis.
"Itu saya tidak bermaksud begitu nona dan sekarang kita akan tetap ke Rumah Sakit ya." bujuk Morgan pelan.
Diandra terdiam.ia melepas tangannya dari pintu mobil.
"Nona minumlah air ini lebih dulu,lima menit lagi kita akan tiba."
"Maaf tuan saya tidak bisa memegang botol
nya." jawab Diandra dengan raut wajah yang masih kesal.
Morgan membuka botol air mineral tersebut dan meletakkan sedotan ke dalamnya.
"Ayo minum biar botolnya aku yang pegang."
Diandra pun menyeruput air itu hingga habis setengahnya.ia tampak sangat haus sekali.
Tit...tit...tit...
Mobil pun sudah berhenti di depan IGD salah satu Rumah Sakit.Morgan lantas segera menggendong Diandra masuk ke dalamnya dan
__ADS_1
tim medis segera memberikan pertolongan pada Diandra,sementara Morgan tetap setia menemani.
Asisten Law terlihat sangat cemas akan kondisi Diandra.dia sangat takut jika orang yang sudah dia tabrak ini akan kenapa napa dan jika itu terjadi maka dia pasti mendapat masalah besar nantinya.