
Keesokan harinya ini adalah hari yang aku tunggu. hari dimana aku akan bertemu dengan Roy antara senang atau resah bahkan gelisah, ini membuat ku sangat khawatir, bagai mana tidak? sampai hari ini pun aku bahkan belum mendapatkan kabar darinya, aku sangat takut. perasaan ku campur aduk, setiap hari tanda tanya selalu menghampiri di pikiran ku, mau makan, kesekolah, jalan-jalan, main game, online media sosial, nongkrong bareng temen, bahkan saat mandi, terkadang aku juga brfikir kenapasih sampai seperti ini? atau kenapa sih dia seperti ini? kalau dia tidak mengabaikan aku pasti aku tidak ada keraguan, kegundahan , resah dan gelisah itu pasti tidak akan aku alami. baru kali ini aku mengalami rasanya jatuh cinta dan baru kali ini juga aku merasakan cinta yang jatuh, sakit sekali. mungkin ibarat kata lebih baik kamu tampar aku lima kali dari padakamu hianati.
Sebenarnya aku masih masa cuti seklolah, namun dengan sangat berat aku ingin rasanya kesekolah, hanya untuk memastikan apakah Roy hadir kesekolah atau tidak, berat sekali rasanya namun rasa penasaran ku menyelimuti hati. dan akhirnya aku memantapk hati untuk pergi kesekolah.
QLAUDI: Bu, sepertinya hari ini Qlaudi udah agak mendingan, Qlaudi au kesekolah aja ya hari ini?
IBU: sungguh kamu sudah sehat sayang? kalau ada rasa yang tidak enak lebih baik jangan dipaksakan deh, nanti sakitnya tambah parah.
QLAUDI: Yaampun ibu apa-apaan sih? seolah-olah anaknya sakit kronis!
IBU: Baiklah sayang, jika kamu sudah merasa baikan.
QLAUDI: OH iya bu, paman dimana?
IBU: Paman mu tadi sudah pergi duluan, katanya ada keperluan mendadak bareng temannya.
QLAUDI: Oh baiklah bu, kalau gitu Qlaudi berangkat dulu ya, [sambil cium pipi ibu]
IBU: Iya, hati-hati ya, oh iya sayang, nanti ibu pulang telat ya, hari ini ibu mulai sibuk untuk mengurus keperluan pindahan.
QLAUDI: Baik bu, tidak masalah. sepertinya pun nanti Qlaudi juga agak pulang telat udh berapa hari gak ketemu teman-teman pingin ngobrol-ngobrol.
IBU: Baiklh, jangan larut pulangnya.
QLAUDI: Iya, dah ibuuuu...
IBU: Bey sayaang [melambaikan tangan]
Seperti biasa, aku berangkat kesekolah dengan berjalan kaki, namun aku sangat tegang juga cemas.
sesampainya disekolah aku langsung duduk dikursi dan jantungku tidak dapat berhenti berdetak, gugup sekali. namun tiba-tiba aku sadar.
ah, bukannya ini adalah hari ulang tahunku? tapi kenapa ibu tidak memberi ku kado ya? bahkan ucapan selamat juga tidak aku dapatkan, apa ibu lupa? bahkan paman juga lupa, ya ampun mereka itu. aku menarik nafas dalam dan pergi ke toilet untuk mencuci muka. namun tak disangka aku bertemu geng pink girl, aku dihadang mereka.
FANI: Wah, liat siapa ini ? cewek norak yang suka mendekat dengan pangeran.
Aku tidak perduli dengan mereka, ketika aku mengambil jalan lain aku pun kembali dihadang.
RARA; Oh guys, aku mulai bosan nih sudah lama kita tidak bermain-main.
QLAUDI: Aku tidak ada urusan dengan kalian, jadi minggirlah.
Mereka saling bertatapan dan senyum licik yang mencurigakan. tiba-tiba mereka menarik ku.
QLAUDI: Hey, kenapa kalian menarik ku? aku mau dibawa kemana?
RARA: Diam dan ikuti kami, pasti seru
hahahahahah [mereka tertawa kompak]
dalam pikiran ku waktu itu [ ini adalah sejarah dalam hidupku, aku di bully]
dan ternyata aku dibawa ke gudang belakang sekolah, anehnya kenapa satu siswa pun tidak ada yang menolong ku? aku sangat takut.
QLAUDI: Aww! [aku dilempar kegudang]
MAUDY: Ini akibatnya kalau kau berurusan dengan ku!.
QLAUDI: Apa maksud mu? hey apa masalah kalian?
MAUDI: Huh! teman-teman kunci pintunya.
QLAUDI: Hey tunggu, jangan ditutup pintunya. hey!
Mereka pergi meninggalkan ku dengan pintu terkunci, aku mencoba menggedor-gedor pintu dan mencoba berteriak minta tolong namun tak satu pun yang menolong ku.
Ditempat lain di kelas.
LILA: Lho, kok ada tasnya Qlaudi? hey teman-teman, ada yang tau Qlaudi dimana gk?
Semua teman-teman tidak ada yang tau, dan Lila merasa khawatir dia pun keluar kelas untuk mencari QLAUDI. Dia mencari kesemua tempat \[ \*tentu saja tidak kepikiran kegudang\]. lalu dia pergi keparkiran dan bertemu steve.
STEVE: Hey kamu Lila kan? dimana Qlaudi? masuk gak hari ini?
LILA; Aduh kak, kok kamu malah tanya aku sih? ini aku lagi kebingungan dari tadi aku muter-muter nyariin Qlaudi tapi gak ketemu-ketemu.
STEVE; Bentar deh, kok kamu tau dia sekolah?
LILA: Iya, tadi aku liat tasnya ada dikelas bahkan ada teman yang liat dia datang kesekolah namun tidak seorang pun yang melihat dia kemana. aku mulai khawatir [sambil menangis]
STEVE: Apa!! [terkejut} kamu sudah coba menelponnya?
LILA: Sudah kak, tapi handphone nya di dalam tas.
__ADS_1
STEVE: OK, aku ikut cari Qlaudi. sekarang kamu kekelas, ambil tasnya Qlaudi berikan pada ku, cepat kerjakan jangan banyak tanya! [tegas].
Di tempat lainnya, dimana Qlaudi di kurung dalam gudang
QLAUDI: Tolooooong! siapa pu tolong bukakan pintu ini [sambil mendobrak-dobrak pintu],
ah! bagaimana ini? ini sudah siang handphone pun di dalam tas, aku harus keluar.
Qlaudi yang malang pun terduduk bersandaran pintu, di dalam benaknya dia mengatakan "sampai kapan aku disini? ini sangat gelap dan pengap, aku mulai sesak, kapan pintunya akan terbuka? . ditambah lagi aku harus pergi untuk bertemu Roy!, bagaimana ini"
Qlaudipun menangis sedih.
di tempat lainnya, dimana Lila dan steve,
Lila pun berlari kekelas untuk mengambil tasnya Qlaudi dan memberikannya kepada Steve, setalahnya LIla kembali kekelas karna jam pelajaran segera dimulai. STEVE memasukan tasnya Qlaudi kedalam mobilnya dan dia mulai mencari Qlaudi. dia menelpon teman-temannya dan para anggotanya untuk mencari Qlaudi. Steve pun mulai kebingungan karna belum juga menemukan Qlaudi. namun tiba-tiba ada seorang siswi menemuinya.
[sebut saja namanya taken {tak dikenal}]
TAKEN: HA...HALO kak steve, aku melihat Qlaudi.
STEVE: Dimana kau melihatnya? cepat katakan! [steve memegang tangan anak tersebut dengan kencang].
TAKEN; Aaahhh! sakit!!, lepaskan aku dulu.
Steve pun melepaskan tangan anak tersebut.
TAKEN: Aku aka memberi tahu kakak tapi ada syaratnya.
STEVE: Hey dengar, jangan tawar menawar dengan ku kalau kau mau selamat.
TAKEN: I..ini tidak akan merugikan kakak, aa...aku janji [terbata-bataa]
STEVE: HHUUUUFFHH [menghela nafas], baiklah katakan apa mau mu dan dimana Qlaudi, cepat!
TAKEN: aku ingin kita foto bareng, dan aku juga ingin kita kencan sehari saja.
STEVE; Baiklah, akhir pekan kita akan kencan tempat kau yang memilih, sekarang dimana Qlaudi cepat katakan!
TAKEN: [tersenyum] baiklah, tadi aku melihatny di toilet, dan dia di bawa oleh PInk girl ke gudang belakang.
Tanpa pikir panjang Steve pun berlari secepatnya ke gudang belakang, dalam benak Steve
Steve pun sampai di gudang belakang.
STEVE: Qlaudi, apakau ada didalam? [sambil menggedor-gedor pintu].
QLAUDI: [Seperti suara Steve] Steve, kau kah itu?
STEVE: Iya, ini aku. apa kau baik-baik saja?
QLAUDI: Tolong buka pintunya, aku mulai sesak.
Suara nya mulai terdengar tak bertenaga dan terdengar seperti orang yang sedang menangis, tak pikirpanjang, Steve pun mulai mendobrak pintunya
Grubak...grubak...grubak [suara dobrakan pintu], hanya tiga kali dobrakan pintu sudah bisa terbuka,
STEVE; Qlaudi, appaa kau baik-baik saja? [sambil memegangi Qlaudi yang duduk terkulai]
QLAUDI: Steve, tolong bawa aku keluar, aku sesak [suara tak bertenaga].
Steve pun menggendong Qlaudi dan membawanya keluar, namun Steve menggendong hingga ke UkS. Di UKS Qlaudi mendapatkan pertolongan pertama, sepertinya Qlaudi pingsan waktu dijalan. Qlaudi pun beristirahat di ruangan UkS, dia belum sadarkan diri.
STEVE; Bu dokter, kenapa dia belum bangun juga? apa harus saya bawa kerumah sakit?
BU DOKTER: Mungkin karna kelelahan, jadi biarkan dia beristirahat dulu dan ketika dia bangun, barulah kita akan tau lebih lanjutnya.
STEVE: Baiklah bu, terimaksih.
BU DOKTER: Baiklah, saya tinggal dulu. nanti ketika dia bangun panggil saya.
STEVE: [Mengangguk].
Steve pun duduk disebelah ranjang Qlaudi, dia menatapi Qlaudi lalu pergi keluar untuk menelpon.
Dia menelpon teman wanitanya..
STEVE: hallo miya, aku butuh bantuan mu, tolong kerjakan sesuatu untuk ku.
Setelah menelpon, Steve pun masuk kembali keruangan dan tidur di sebelah Qlaudi.
[di sebelah Qlaudi, diranjang yang sama dan memeluk Qlaudi].
Waktu menunjukan pukul 14.15, hari ini tidak ada jam kelas tambahan, jadi kelas mereka pulang duluan. Lila terburu-buru karna mengetahui Qlaudi di UkS, lalu dia bergegas kesana, sesampai nya di UKS betapa terkejudnya Lila melihat Qlaudi tidur dipeluk Steve. Lila bingung harus masuk atau tidak, jika dia masuk maka akan mengganggu waktu istirahat mereka namun jika Lila tidak masuk, dia merasa khawatir terhadap Qlaudi.
__ADS_1
namun akhirnya Lila meninggalkan mereka dan pulang.
Tak lama setelahny, Qlaudi terbangun dan membuka matanya perlahan.
QLAUDI: emmmm, dimana aku,
Ketika hendak bangun betapa terkejudnya dia melihat Steve tidur disebelahnya.
QLAUDI: Aaahhhh!!, kenapa kau disini!
Qlaudi mendorong Steve dari ranjang hingga jatuh kelantai.
gdebuuukkk..... [suara jatuhnya Steve]
STEVE: Awww! [kesakitan] kenapa kau mendorong ku?! [langsung bangun]
QLAUDI: Apa kau gila?!, kenapa kau tidur disebelah ku?!
STEVE: Aku sudah menolong mu, menggendong mu dan membawa mu kemari, aku beristirahat sebentar apa salahnya sih?
QLAUDI: Tidak ada salahnya, mau kau tidur sampai besok pagi pun tidak ada yang berani melarang mu, yang jadi masalahnya itu kenapa kau tidur disebelah ku?! ih bikin kesal saja!
STEVE: OH TUHAN, seharusnya aku mendapatkan ucapan terimakasih malah apa yang aku dapatkan sekarang? makian??
QAUDI: [Mengalihkan pandangan] emmm... itu
aaa....aku berterimakasih padamu, dan maaf.
STEVE: [smrik] baiklah, sekarang mari ku antar kau pulang, tas mu sudah di mobil ku.
QLAUDI: Ha? kok bisa ada dimobil mu?
STEVE: Iya, berterimakasih juga lah pada Lila.
QLAUDI: Lila? baiklah aku akan menelponnya nanti.
Mereka meninggalkan UKS dan menuju keparkiran lalu masuk kedalam mobil.
STEVE: Apa kau baik-baik saja? jika merasa ada yang tidak enak aku akan mengantar mu kerumah sakit.
QLAUDI: Huh? tidak, aku sudah merasa baikan.
STEVE: Soalnya tadi bu dokter biang kalau kau sudah sadar, aku harus memanggilnya, namun kita alah pergi.
QLAUDI: Sudah tidak apa-apa, oh iya antarkan aku ketaman kota sekarang.
STEVE: Wah, apakah aku sekarang menjadi supir mu?
QLAUDI: Baiklah, jika kau tidak mau makaaku akan naik Bis atau taxi saja,
STEVE: Hahahahaha, baiklah akan aku antar, kenapa kau keras kepala? setidaknya bilang tolong lah kepada ku.
QLAUDI: TOLONG!
STEVE; Nah gitu dong.
Mobil pun berjalan meninggalkan parkir sekolah dan keluar sekolah,
STEVE: Apa kau lapar?
QLAUDI: Tidak.
STEVE: Kau keihatan tidak baik, ada apa?
QLAUDI: Tidak ada apa-apa,
STEVE: Kau ingin berkencan di taman kota?
QLAUDI: IYa!, kenapa sih bertanya terus?
STEVE: [Mengerutkan dahi] baiklah, aku tidak akan bertanya lagi.
Setelah sampi di taman kota, Qlaudi turun dari mobil Steve dan Steve pun meninggalkannya sebelum Qlaudi engucapkan terima kasih kepadanya.
QLAUDI: Waduh, main pergi saja sih? belum sempat bilang terimakasih.
Qlaudi pun berjalan ke ke arah timur taman kota, disitu terdapat danau yang sangat cantik, orang sering menyebutnya danau cinta., setelah sampai di danau, Qlaudi pun duduk dibawah pohon persik yang besar, karna disinilah tempat janjain ketemuan. namun pada saat itu cuacah tidak mendukung, sepertinya akan turun hujan. dalam benak Qlaudi dia berkata " aduh, bgai mana ini? sudah mau hujan, ROy jug belum datang".
Qlaudi pun menoba menelponnya namun tidak tersambung, Qlaudi mencoba mengirim pesan namun tidak ada balasan. akhirnya Qlaudi menunggunya hingga hujan turun namun Roy tidak kunjung datang juga. Qlaudi hanya bisa menunggu duduk tertunduk dengan keadaan basah kuyup. tanpa disadari dia pun menangis memegang liontin pemberian ROY, hari pun semakin gelap, hujan pun belum juga reda namun keyakinan Qlaudi terhadap ROY belum memudar hingga akhirnya jam menunjukan pukul 20.00, hujan juga belum reda, disitulah perasaan Qlaudi hancur, kedinginan dan kelaparan yang dirasakannya tak berarti dengan rasa sakit hatinya, dia pun menangis histeris, berteriak sekuat tenanga. dia menggenggam erat liontinnya, dalam benak Qlaudi dia berkata
"ROY, Inikah cara mencintaiku? seperti ini kah kau membuang ku? kau bilng pada ku untuk bahagia, namun kau memberiku luka".
dengan penuh keberanian, Qlaudi membuang liontin itu kedasar danau dan dengan begitu dia terpaksa melepas Roy selama-lamanya, segalatentang Roy akan ikut terbuang bersama liontin tersebut.
__ADS_1