cinta tak terlihat

cinta tak terlihat
terpukul


__ADS_3

setelah selsai mandi, aku menemui ibu di dapur untuk melihat apak ibu sudah siap masak atau belum.


Qlaudi: bu, apakah sudah selsai?


Ibu: sayang, duduklah sebentar lagi ini selsai.


Qlaudi: ibu masak apa? (sambik duduk di kursi makan)


Ibu: malam ini tidak ada yang special, ibu hanya masak mie saja.


Qlaudi: mie? ah ibu bukan kah ini terlalu penghematan?


Ibu: sepertinya begitu! ini sudah selsai, mari makan..


Qlaudi: heemm, kelihatannya enak.


Ibu: tentu saja.


Ibu: oya sayang, ada hal yang ingin ibu sampaikan kepada mu..


Qlaudi: ibu apakah ibu tidak pernah dengar kalau sedang makan atau sedang berada di meja makan untuk menikmati hidangan, kamu di larang berbicara?!


Ibu: siapa yang mengatakannya? ibu tidak pernah dengar, lagi pula ini rumah ibu kenapa ada orang yang berani berbicara seperti itu di rumah ibu?!


Qlaudi: heh?! baik lah bu tidak perlu menyindir seperti itu.


Ibu: sayang, seminggu lagi ibu di pindah kan ke kota Z , disana membutuhkan kariawan tambahan karna disana perusahaan yang baru semakin maju dengan sangat pesat. ibu tidak ingin meninggalkan mu sendirian, apakah kau bersedia pergi bersama ibu?


Qlaudi: hah?! uhkuk..uhkuhk.... (tersedak)


ya tuhan! ibu hal seperti ini kenapa mendadak sekali kau mengatakannya? jadi aku harus pindah sekolah?!


Ibu: yah begitulah kira-kira, setelah kita pindah ke kota Z, ibu akan mengurus durat pindah mu..


(aku tidak bisa berfikir jernih, aku tidak mau meninggalkan sekolah ku terutama Roy!!)


Qlaudi: bu, boleh tidak kalau aku tidak ikut? aku sudah terbiasa dilingkungan ini, tidak apa-apa aku sendirian disini, bukan kah banyak anak-anak yang di tinggalkan orang tuanya pergi berkerja?.


Ibu: tapi ibu khawatir pada mu,ibu kan pasti akan merindukan mu sayang!!


Qlaudi: ibu tenang saja, aku pasti akan menelpon ibu sesering mungkin. kita juga bisa video call, aku juga sesekali akan menjenguk ibu.


Ibu: haiihh, baiklah jika itu keputusan mu sayang, ibu mengalah. ternyata ibu kalah dengan kekasih mu ya?!


Qlaudi: ibu apa yang kau katakan? kalah dari lekasih?! ibu terlalu banyak berfikir!!


Ibu: baiklah, setelah makan ibu ingin belanja sebentar,apakau mau ikut?


Qlaudi: baik lah, aku.......


(belum selsai bicara, handphone ku berdering, lalu aku mengangkatnya)


Qlaudi: ah ada telpon dari Lila,


Qlaudi: hallo Lila, ada apa?


Lila: hey, teman-teman mengadakan party malam ini di bar 93, kau kemarilah..


Qlaudi: baiklah, sebentar lagi aku akan kesana..


(aku mengatakan kepada ibu untuk pergi ke Bar 93,)


Qlaudi: bu, aku keluar sebentar ya, trman-teman mengadakan party di Bar 93..


Ibu: anak sekolah seperti kalian ini apakah pantas mengadakan acara party di Bar?


Qlaudi: sepertinya hanya acara ulang tahun saja bu, bukan kah Bar 93 tempat yang sudah di uji ke amanannya?


Ibu: baiklah, jam 10 kau harus ada di rumah..


Qlaudi: terimakasih bu


(aku langsung pergi dan memanggil taxi untuk menuju ke Bar 93)

__ADS_1


sesampainya di bar 93, Lila memanggil ku untuk bergabung.


Lila: qlaudi ! disini....


Qlaudi: wow! siapa ulang tahun?


Lila: bukan ulangtahun, tapi teman sekelas kita yang mengadakan acara ini untuk memeperkenalkan kekasihnya kepada kita..


Qlaudi: wah! sebegitu pentingkah? siapa sih orangnya?


Lila: nanti kau akan melihatnya dan akan sangat terkejut!!


Lila: nah, itu dia..


(benar saja, aku sangat.. sangat... terkejut melihat orang itu adalah Roy, dia menggandeng seorang wanita)


Roy: hay teman-teman, ini adalah lisa, dia adalah kekasih ku, kedepannya kita semua teman ya. selamat menikmati acaranya..


(aku sangat terkejud, rasanya aku ingin pingsan


Qlaudi: Roy?! apa yang kau lakukan? ini tidak nyatakan?


Roy: ini sungguhan qlaudi..


Qlaudi: apa yang kau katakan Roy? bagai mana dengan ku? apakah kau tidak melihat perasaan ku?


Roy: maaf qlaudi, sepertinya kau salah paham. bukan kah kita hanya teman saja?


(jedaaaaRrrrrrrrrrr...)


seperti petir menyambar, aku tidak bisa berkata apa-apa, teman-teman menertawakan ku, mencemooh ku, mengejek ku , aku sangat terpukul dan sedih, aku tidak tahan dengan semuanya lalu aku pergi berlari meninggalkan Bar, berlari sekuat tenaga hingga aku berhenti di jembatan cinta di taman kota, entah mengapa aku bisa sampai disini, aku menangis sejadi-jadinya, hati ku sangat terluka, bagai mana bisa Roy seperti itu padaku? apa kesalahan ku? aku hanya menangis saja sambil memegangi liontin pemberiannya, aku masih belum menerima kenyataan ini. aku shok dan kesedihan ku semakin dalam, mengingat semua hari-hari yang telah kami lalui dan dia telah menyatakan cinta namun kenapa ini terjadi?! kaki ku lemas dan aku terduduk di jembatan itu, kepalaku sangat pusing, aku tidak sanggup menerima hal ini,aku menangis dan memejamkan mata ku, aku tidak memiliki tenaga, namun sepertinya ada seseorang mendekati ku dan menggendong ku, aku tidak bisa membuka mata ku, aku sangat terpukul. sepertinya orang itu menggendong ku dan memasukan ku ke dalam mobil, aku ketiduran dan beberapa waktu lamanya aku terbangun dan terkejut melihat posisi ku di dalam mobil dan aku keluar dari mobil perlahan memulihkan pikiran ku, melihat sekeliling ternyata aku berada di atas bukit , aku tidak pernah tahu keberadaan tempat ini, ini sangat indah. aku terpana melihatnya setelah aku mengamati ternyata ada seseorang di depan ku duduk memandangi pemandangan indah itu, aku mendekatinya..


Qlaudi: maaf kau siapa? apakah kau yang membawaku kemari?


(aku terkejud melihatnya ternyata dia adalah Steve)


Steve: (menoleh ke belakang) tentu saja sayang! apakah kau melihat disini selain aku?!


Qlaudi: kau!! bagai mana mungkin? apakah kau menculik ku?! aku akan melapor polisi!!


Qlaudi: (mundur) aku bukan anak kucing!!


Steve: hihihi, kemarilah duduk dengan ku..


Qlaudi: aku tidak mau, aku mau pulang..


(tiba-tiba steve menggendong ku dan membawa ku ketempat yang iya duduki tadi)


Qlaudi: ah! turunkan aku!! kau si mesum tidak tahu malu!! cepat turunkan aku!!


Steve: baiklah aku akan menuruni mu..


(dia menuruni ku duduk di depannya dan dia berada di belakang ku, ini sangat dekat dan jantung ku berdebar-debar)


Qlaudi: aku tidak mau, sebaiknya aku pulang saja..


(belum sempat aku bangkit,steve memeluk ku)


Steve: diam lah dan jangan banyak tingkah!! atau aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan pada mu!!


(aku terkejud mendengar ucapannya dan aku hanya bisa diam saja mengingat apa yang telah dia lakukan pada ku)


Qlaudi: kau jangan macam-macam!!


Steve: jika kau duduk diam, aku tidak akan macam-macam. duduklah dengan manis..


(aku terdiam dan mengikuti kemauan steve untuk tidak banyak bicara lagi dan duduk dengan tenang)


pemandangan kota terlihat dari sini, ini sangat indah namun tiba-tiba aku teringat akan Roy, aku sangat sedih dan menitikan air mata.


Steve: hey, kau merusak pemandangan ku!! ini ambilah (memberikan minuman kaleng)


Qlaudi: hem, terimakasih..

__ADS_1


Steve: apa kau tahu kenapa aku menjadi playboy?


Qlaudi: aku tidak ingin tahu!!


Steve: haaihh, dulu ada seorang wanita yang sangat aku cintai, namun dia menghianati ku, itu membuat ku sakit hati,


Qlaudi: (di dalam hati)dia ini lagi curhat dengan ku? Steve: dia memilih pria yang jauh lebih kaya dari ku!


Qlaudia: apa?! bukan kah keluarga mu terkaya no.2 di kota A ini? apakah dia memilih keluarga terkaya no.1 ? tapi bukan kah itu adalah keluarga marga luo yang sangat misterius itu?


Steve: apa yang kau katakan? keluarga ku dan kluarga luo itu jauh lebih baik keluarga ku lagi, kekayaan kami sama tapi karna keluarganya yang tidak terexpost menjadikan nya no.1.


Qlaudi: oh? lalu kenapa kekasih mu berpaling?


Steve: waktu itu aku menyembunyikan identitas ku, setelah 1 tahun lamanya di hari jadian kami, rencananya aku ingin memberikan dia sebuah cicin permata, dan mengakui identitas ku, namun dihari itu dia menggandeng pria lain dan mengatakan kalau dia telah mencintai pria lain lalu pergi begitu saja meninggalkan ku. aku hanya terdiam dan pasrah lalu cincin itu aku jual dan uangnya aku adakan party besar-besaran.


Qlaudo: kau sungguh orang kaya yang mudah menghamburkan uang.


Steve: yah mau gimana lagi,


Qlaudi: tapi bukan kah kau mencintainya? apakah kau berusaha mengejarnya??


Steve: tidak! aku berfikir kalau dia tidak mencintai ku lagi untuk apa aku pertahan kan? bukan kah itu sama saja memaksakan kehendak? aku tidak mau menjadi egois, kalau dia mencintai orang lain maka biarkan saja dia bahagia.


Qlaudi: (di dalam hati) apakah Roy seperti itu ya? lalu apa yang aku harus lakukan?


Steve: setelah beberapa bulan, aku mengumumkan identitas ku, lalu wanita itu mendekati ku dia bilang kalau dia menyesal, dia hanya mencintai ku saja, dia ingin memulai kembali hubungan ini. namun aku tidak tertarik lagi dengannya, kau tahu kenapa?


Qlaudi: karna dia mata duitan?


Steve: benar sekali, maka dari itu aku selalu beranggapan semua wanita itu sama, makanya aku jadi playboy sampai aku bertemu dengan mu, dirimu yang berbeda dari mereka..


(tak sadar entah sejak kapan aku tertidur dan terjatuh di pelukan Steve)


(*note: posisi duduk mereka adalah qlaudia di depan dan steve di belakang, seolah steve memeluk qlaudi)


steve: dasar ceroboh!!


steve menggendong ku masuk ke dalam mobil, dan mengantar ku pulang, aku sangat kelelahan terlalu banyak menangis, tidur ku pun sangat lelap sehingga aku tak sadar kalau steve mengantarkan ku samapi rumah dan menggendong ku ke kamar..


Steve: hallo nyonya, selamat malam..


Ibu : malam, kamu siapa ya?


steve: aku temannya qlaudia, aku ingin mengantarnya pulang tapi dia tertidur di mobil ku, aku tidak tega membangunkannya..


Ibu: oh, jadi kalian telah menghabiskan waktu namun kau tidak bertanggung jawab!!


Steve: hah!! (terbata-bata) nyonya, kau salah sangka aku dan dia kami tidak itu, kami belum melakukan apa pun..


ibu: dasar anak brengs*k!! (sambil menjitak kepala steve) apa yang kau katakan? aku hanya ingin menyuruh mu menggendongnya masuk ke kamarnya!!


steve: aduuhh! nyonya kau kejam sekali, ini sangat sakit..


ibu: panggil aku tante, sekarang kau gendong dia masuk


steve: baiklah tante..


steve menggendong ku dan meletakan ku di ranjang dengan sangat lembut, dia memperhatikan ku dan memperhatikan seluruh sudut kamarku, sesekali dia memegangi barang koleksi ku sambil tersenyum, entah apa yang ada dalam fikirannya waktu itu.


ibu: hey anak muda, terimakasih kau telah mengantarkan anak ku dengan utuh..


steve: sama-sama tante..


Ibu: baiklah sebaiknya kau pulang saja, ini sudah malam..


Steve: tidak kah kau mengizinkan aku menginap disini?


ibu: tutup mulut mu dan pergilah atau aku akan merebus mu hidup-hidup..


Steve: heheh baiklah tante, aku hanya bercanda. baiklah kalau begitu aku pamit ya..


Ibu: iya, aku tidak mengantar mu, tutupintu pagarnya..

__ADS_1


(setelah steve masuk kemobil, dia memandangi rumah kami dan tersenyum setelah itu dia pergi)


__ADS_2