Cinta Tulus Setelah Bercerai

Cinta Tulus Setelah Bercerai
Mengetahui segalanya


__ADS_3

Aku menaruh ponselku dengan kasar ketika melihat pesan darinya, pesan dari orang yang setengah mati aku benci, pesan wanita yang bersetatus sebagai istriku.


Ya, aku membencinya. Dia menggodaku dan menjebakku hingga aku berpisah dengan mantan kekasihku. Dan barusan dia mengirim pesan untuk datang lebih awal karena ingin makan malam bersama, sungguh, membaca pesannya saja membuatku muak.


Setahun lalu, aku menikahinya, karena dia menjebakku dan terpaksa aku bertangung jawab. Dan saat aku menikahinya, aku menyadari bahwa aku masih sangat mencintai mantan kekasihku yang kini telah bahagia bersama orang lain.


Selama dua bulan kami menikah, aku berusaha bersikap baik padanya. Karena aku tak ingin mengecewakan ayah dan Bunda. Namun, saat ayah dan Bunda memutuskan untuk tinggal di turki..Aku merasa lega karena tak harus terus bersandiwara.


Di tambah lagi ayahnya terkena kasus korupsi memudahkanku untuk merubah sikap padanya. Tanpa seorang pun tau, akulah yang memerintah orang untuk menjebak ayahnya agar terbukti korupsi, aku melakukannya untuk memberinya pelajaran dan balasan karena telah berani menjebakku.


Aku ingin menceraikannya. Tapi, aku belum sanggup untuk menghadapi ayah. Dia pasti akan mencecarku dengan berbagai pertanyaan.


Aku yakin, Iren takan mengadu pada Ayah karena hanya aku tempatnya bergantung. Keluarganya sudah jatuh miskin, dan hanya aku yang bisa memberikannya kehidupan yang mewah.


Dulu, aku seorang dokter kandungan dan bekerja di rumah sakit lain, padahal ayahku pemilik rumah sakit besar. Tapi kini, setelah ayah pensiun aku memutuskan untuk menggantikan ayah menjadi direktur utama. Dan dengan statusku sekarang. Aku yakin, Iren takan berani mengadu macam-macam pada ayah atau pun Bunda.


Waktu menunjukan pukul.06 sore, aku bangkit dari dudukku dan menuju ketempat lain, tempat seseorang mungkin sedang menungguku. Biarkan saja Iren menungguku di rumah, seharusnya dia menyadari bahwa dia tak lebih dari sekedar pengacau di hidupku.


35 menit kemudian, aku sampai di sebuah apartemen milik Julia, wanita yang selama beberapa bulan ini menjadi kekasihku. Julia adalah seorang model yang sangat mirip dengan mantan kekasihku.


Setiap bersamanya, hidupku terasa berwarna. Dia selalu bisa menyenangkanku dengan caranya. Bahkan jika Iren mengetahui perselingkuhanku, aku takan mengelak, biarkan saja dia menyadari posisinya.


"Hai, Sayang," sapaku pada Julia. Seperti biasa, ia meyambutku dengan senyuman yang sangat manis, dan mampu membuat dadaku berdesir hebat hanya karena melihat senyumannya.


"Lama banget, sih, Mas," gerutunya sambil menggandeng tanganku untuk masuk, aku sangat menyukai sifatnya yang manja.

__ADS_1


"Mau makan di luar?" tanyaku, dia pun mengangguk.


"Tunggu bentar, ya. Aku siap-siap dulu," ucapnya. Aku mengiyakan kemudian duduk di sofa sambil menunggunya.


"Udah selesai?" tanyaku ketika dia keluar dari kamarnya. Tampilannya benar-benar membuatku takjub. Aku sering berpikir, seandainya aku bisa menceraikan Iren dan menikahi Julia, pasti semuanya akan sempurna. Tapi, lagi-lagi, aku belum siap jika ayah mengetahui hubungan gelapku dengan Julia.


"Ayo, Sayang!" ajakku padanya. Aku menggengam tangannya membuatnya tersipu malu, ia terlihat sangat menggemaskan.


•••


Author Pov


Setelah mengajak Julia makan malam, Albi pun mengajak Julia untuk berbelanja, memberikan semua apa yang Julia mau. Tentu saja dengan harga yang sangat-sangat mahal. Ia bahkan sama sekali tak mengingat Iren yang sedang menunggunya di rumah.


"Mas mau ke atas dulu, ya. Kamu langsung istirahat," ucap Albi, karena nyatanya ... Dia pun mempunyai unit apartemen di lantai yang berbeda dengan Julia.


"Mas ga nginep aja di sini?" tanya Julia dengan suara serak menggoda. Albi tampak berpikir dan ....


•••


Iren membuka matanya, saat sinat matahari menelup masuk kedalam kamarnya. Ia memegang kepalanya karena terasa berdenyut nyeri, mungkin efek semalaman ia menangis.


Ia berusaha bangkit dari berbaringnya dan mendudukan dirinya sejenak sebelum ia turun dari ranjangnya. Setelah sekian lama duduk, Iren pun mulai bangkit dan berniat berjalan ke kamar mandi.


Saat ia sudah berdiri, ia membungkuk meremas perutnya yang terasa sangat melilit. Ia kembali duduk berharap rasa sakit itu mereda.

__ADS_1


Iren meringis saat perutnya semakin sakit dan semakin melilit. Dengan pelan, ia kembali menaikan kakinya dan membaringkan tubuhnyan di ranjang, berharap rasa sakit itu segera reda.


•••


Waktu menunjukan pukul 10 pagi. Rupanya, setelah berperang melawan sakitnya, Iren tanpa sadar kembali lagi memejamkan matanya dan tertidur. Dan kini, ia terbangun karena rasa lapar menderanya


•••


"Bi, bibi masak apa?" tanya Iren pada asisten rumah tangganya.


"Anu ... Bu," jawab Art tersebut. Ia tak enak mengatakan pada Iren bahwa ia tak memasak karena tadi Art tersebut melihat banyak makanan di meja makan, makanan yang di buat Iren semalam untuk merayakan hari ulang tahun pernikahannya yang pertamnya.


"Bi ...." panggil Iren yang menyadarkan asisten rumah tangganya.


"Maaf, Bu. Saya enggak masak. Saya pikir ibu udah masak semalem," jawab Asisten rumah tangga tersebut.


Mendengar ucapan asisten rumah tangganya, Iren tersenyum getir. Rasanya terlalu pahit untuk mengingat hal semalam. Di mana ia menunggu suaminya. Namun, Suaminya malah bergumul dengan wanita lain. Karena pada faktanya, Iren mengetahui semuanya. Tanpa sepengetahuan Albi, diam-diam, Julia sering mengirimkan foto mesranya bersama Albi pada Iren. Termasuk saat semalam, Julia mengirimya foto yang dia ambil ketika Albi sedang bertelanjang dada di atas ranjangnya


Iren marah? tentu ... Ia sangat marah. Tapi faktanya, ia tak bisa melakukan apa-apa. Sekalipun ia mengamuk pada Albi, semua masih tetap sama. Iren takut, melihat dan mendengar jika suaminya lebih membela Julia dari pada dirinya. Dan itu hanya akan tambah melukainya.


Albi hanya pulang ke rumah mereka satu minggu sekali atau satu minggu dua kali hanya untuk mengambil pakaiannya. Ia tak pernah menegur Iren, bahkan Iren bagaikan pajangan yang tak terlihat.


Selama berbulan-bulan, Julia selalu mengiriminya foto kebersamaan bersama Albi, Iren tak pernah membalasnya. Yang ia hanya bisa lakukan adalah menangis diam-diam, meresapi perih yang menelusup dalam dada. Berharap semuanya adalah mimpi.


Saat semalampun ia yakin suaminya takan datang, karena nyatanya ia tau bahwa Albi sedang berada bersama Julia, ia hanya membohongi dirinya sendiri, dan meyakinkan bahwa Albi akan datang dan tersenyum padanya lalu merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka. Tapi, nyatanya ... Iren harus kembali menelan pil pahit ....

__ADS_1


Nyatanya membohongi diri lebih menyakitkan dari pada apapun.


Jangan lupa tinggalkan like dan komen ya 😚😚


__ADS_2