Cinta Tulus Si Culun

Cinta Tulus Si Culun
Gadis culun 1


__ADS_3

Syahrena Qamita atau sering disapa Syana adalah gadis dari keluarga yang berada dia mempunyai satu adik yang bernama Amira Fitrina atau sering disapa Mira.


Syana dan Amira adalah kakak beradik yang umur nya selisisih satu tahun, meskipun kedua nya lahir dari keluarga yang berada, Akan tetapi mereka tidak bersekolah di tempat yang sama.


Amira sangat berbeda dengan kakak nya, Amira yang selalu berpenampilan cantik, dengan rambut hitam lurus yang diuraikan.


Sedangkan kakak nya Syana, selalu memakai kaca mata bulat lagi tebal, dengan rambut yang selalu di kuncir dua memiliki pipi yang chabbi kerap dipanggil si culun di sekolah.


Syana dan Amira sudah bersiap-siap, mereka menuruni tangga menemui mama dan ayah nya yang sudah menunggu di meja makan untuk sarapan.


Pagi menuju pukul 07:25.


"Selamat pagi, Ma. Selamat pagi, Ayah" ucap kedua gadis tersebut.


Syana dan Amira langsung duduk, berhadapan dengan mama nya. Dihadapan mereka sudah tersedia sepotong roti di atas piring, dengan pisau dan garpu di samping piring nya. Di tambah dengan susu yang berwarna putih segar yang telah di sediakan oleh mama nya.


"Pagi kembali sayang" jawab kedua orang tua nya.


"Syana Mira, kalian sarapan saja dulu. Oh iya, mama sudah menyiapkan bekal untuk kalian" ucap mama nya sambil memotong roti.


Ketika keluarga nya sedang sarapan pagi.


Di luar sudah terdengar suara klakson mobil dan suara laki-laki memanggil nama Amira


"Mira ... Mira..."


"Ma, Ayah... Mira berangkat dulu ya, itu teman Mira sudah jemput"


Amira langsung bergegas pergi dengan sepotong roti dan meninggal kan bekal yang sudah disiapkan oleh mama nya.


Berbeda dengan Syana, dia selalu membawa bekal dengan botol yang berisi air minum ke sekolah dan itu sama sekali tidak membuat nya malu.


"Ma. Siapa lagi yang menjemput Mira pagi ini, apakah itu laki-laki yang sama atau yang lain nya?" tanya Ayah heran.


"Itu cuman teman sekolah Mira Yah" jawab mama nya.


Syana yang sudah selesai sarapan langsung memasuk kan kotak makanan yang sudah di sediakan oleh mama nya ke dalam tas.


"Ma, bekal Mira ketinggalan apa aku bawa saja dan mengantar bekal ke sekolah nya?" tanya Syana dengan memegang bekal milik Amira.


"Tidak perlu sayang, kamu berangkat saja ke sekolah nanti kamu bisa terlambat." jawab mama nya.


"Ya sudah kalau begitu. Ma Pa, Syana berangkat dulu ya!" seru Syana berpamitan kepada ke dua orang tuanya.


"Iya Nak. Berlajar yang rajin di sekolah, Ayah ingin tahun ini kamu lulus dengan nilai tinggi" pinta ayah tersenyum.


Syana berangkat ke sekolah dengan motor kesayangan nya meskipun mempunyai beberapa mobil, Syana lebih suka dengan tampilan sederhana, tak heran kalau teman disekolah nya menganggap Syana orang miskin.

__ADS_1


...****************...


Sesampai nya Syana di sekolah.


Dia langsung di sambut hangat oleh tiga perempuan yang dikenal sombong, angkuh dan suka merendah kan orang lain.


Mereka adalah Maya(ketua geng), Mila dan Mirna. Syana kerap sekali menjadi target bulyyan mereka.


Ketika Syana sedang berjalan menuju kelas, dengan buku di genggaman nya. Ketiga gadis itu menghampiri Syana yang sedang berjalan sendirian.


"Hai gadis culun, pinjam kaca mata nya dong" ujar Maya dengan menghalangi jalan nya.


"Bau apa ini. Oh ternyata dari sini bau nya jangan-jangan kamu ke sekolah gak mandi ya" sambung Mirna dengan menutup hidung nya.


Syana pergi dan tidak memperdulikan mereka. Ketiga perempuan itu mengikuti nya kembali seperti belum puas menghina Syana.


"Buku nya kok dipegang terus. gak muat ya! lain kali kalau ke sekolah gak usah bawa bekal sama air minum segala, kayak gak ada kantin aja" seru Maya dengan menertawakan Syana.


Syana berlari meninggalkan mereka tanpa membalas satu kata pun, Syana melihat ke arah kiri dan kanan dengan mata yang berkaca-kaca berharap bisa langsung ke kelas.


Bugh...


Syana tanpa sengaja menabrak Wildan hingga membuat kedua nya jatuh, dengan buku yang berserakan.


Wildan Maulana seorang pria keren idaman para gadis, Wildan juga satu kelas dengan Syana. Dia juga sering menjahati Syana.


"Hai culun, berani sekali kamu menabrak saya, apa kaca mata mu sudah buram" bentak Wildan dengan melihat ke arah Syana.


"Wildan aku minta maaf, aku tidak sengaja tadi aku buru-buru ke kelas" pinta Syana lembut dengan kepala menunduk.


"Maaf! ini maaf untuk kamu"


Wildan mengambil air minum teman nya, dan menuangkan kan nya ke kepala Syana.


Bryurrr...


"Setidak nya ini seimbang" bisik Wildan dengan Senyuman sinis dibibir nya.


"Hahaha, dia akan lebih cantik jika ada tompel di pipi nya" sambung anak yang lain dengan menertawakan nya.


Syana yang sangat malu dengan perlakuan Wildan, berlari tanpa memperdulikan ucapan mereka dengan mata yang berkaca-kaca.


...----------------...


Sesampainya ia di toilet.


Syana melihat dirinya di hadapan cermin, dengan membuka kaca mata nya dan menangis tersedu-sedu, sesekali dia membersihkan bajunya dengan tissu.

__ADS_1


"Kenapa mereka selalu jahat sama Syana, apa salah Syana?" monolog Syana dengan menangis.


Ketika Syana sedang membersih kan baju nya, terdengar suara seseorang mengetok pintu dari luar.


Tok tok tok.


"Syana.. Syana apakah kamu di dalam?" tanya Fina berteriak dari luar.


Syana yang mendengar itu langsung berdiri di belakang pintu, dengan perasaan takut.


"Siapa di luar?" tanya Syana dengan manghapus air mata nya.


"Ini aku Fina teman kamu, bukain pintu nya dong!" seru Fina dengan mengetok pintu.


Safina atau sering di sapa Fina merupakan satu-satunya anak yang mau berteman dengan Syana, Fina selalu membela Syana jika ada orang yang berani membully nya.


Syana yang mengetahui itu adalah teman nya, Dia merasa lega dan Syana langsung membersihkan dirinya dengan tissu dan memakai kembali kaca mata nya.


Syana membuka kan pintu nya, dan menemui teman nya Fina diluar.


"Kamu kemana saja?, aku tadi nyariin kamu kemana-mana tau nya kamu disini" tanya Fina cemas.


"Syana kok baju kamu bisa basah begini, rambut kamu juga, kamu kenapa?" sambung Fina dengan mendekati Syana.


Syana tidak ingin memberitahu tentang perlakuan Wildan, dia takut Fina akan menemui Wildan dan masalah akan menjadi besar.


"Kita langsung ke kelas yok Fi, kita bisa terlambat nanti!" seru Syana dengan berjalan menuju kelas.


Fina yang merasa heran dengan sikap Syana, kembali bertanya ada apa dengan Syana teman nya itu.


"Ceritain dulu Syana, kamu kenapa bisa basah begini?" tanya Fina dengan menghalangi jalan nya.


Syana berhenti dan menceritakan pada teman nya itu.


"Aku tadi habis cuci muka, terus tissu nya habis, aku lap aja pakek baju aku" dusta Syana dengan senyum terpaksa.


Fina mendengar penjelasan Syana, ia mencoba memperhatikan syana dari dekat,


"Hahahah... Lucu banget aku mau ketawa takut dosa" tutur Fina dengan mencubit ke dua pipi nya.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


...Kak bantu dukung novel pertama ku dengan cara like, komen dan vote ya....


__ADS_2