Cinta Tulus Si Culun

Cinta Tulus Si Culun
Jatuh dari motor 5


__ADS_3

Ketika Mama ingin menjawab pertanyaan dari Syana, lalu ayah datang menghampiri mereka yang masih duduk di luar ruangan tersebut.


"Nak, kenapa kamu belum tidur?." tanya ayah kepadaSyana yang kini sudah berdiri di hadapan nya, dengan menjinjing kantong kresek berisi makanan.


"bentar lagi Yah, Syana masih ingin duduk dan ngobrol sama Mama" jawab Syana dengan melirik ke arah mama.


Ketika mama Jana melihat ayah Zain yang baru sampai, mama langsung berdiri dan memperhatikan Ayah.


"Ayah dari mana saja? kenapa jam segini baru pulang?" tanya mama dengan mengintimidasi.


"Ayah habis beliin makanan untuk kalian!." jawab ayah sembari memperlihat kan kantong makanan di tangan nya.


Tidak merasa puas dengan jawaban dari ayah, lalu mama mendekati ayah dan menatap lekat matanya.


"Ayah jangan coba-coba untuk membohongi Mama.!" seru mama lagi-lagi mengintimidasi ayah.


"Ma, Ayah mohon jangan mulai lagi, Ayah mau rumah tangga kita baik-baik saja" ucap Pak Zain membujuk sang istri.


"Ayah, apa Syana boleh lihat makanan nya?" tukas Syana mengalihkan pembicaraan.


Mendengar pertanyaan Syana, kemudian ayah duduk di sebelah putri nya, dan memberikan makanan pada putri sulung nya.


"Boleh dong sayang, kan Ayah beli nya untuk kalian. Jadi yang kantong biru ini punya adik kamu Mira, dan yang kantong orange punya kamu." ucap ayah seraya memberikan makanan untuk anak nya, dan Syana mengangguk seraya mengambil kantong yang di berikan ayah dengan memberikan senyuman manis di bibirnya.


Syana mencoba membujuk mama nya, yang masih berdiri dihadapan nya dengan wajah marah.


"Mama kita makan yuk! kita kan dari tadi belum makan" ajak Syana pada mama nya.


Ketika Syana sedang membuka kotak makanan nya, mama langsung merebut makanan dari tangan putri nya.


"Coba Mama lihat, makanan ini pasti sudah dingin!." cerocos mama dengan nada ketus.


"Mama jangan seperti ini sama Ayah, kasian Ayah" bujuk Syana.


"Syana, kamu bawain makanan ini ke Mira ya!." seru ayah dengan menyuruh Syana.


"Mira sudah tidur! jangan bangunin dia hanya karena makanan ini" sarkas mama dengan menatap sinis wajah ayah.


"Padahal, makanan yang ayah bawa ini adalah makanan kesukaan Mira! tadi, ayah menunggu antrian nya lumayan lama, biar bisa ayah bawa pulang" ucap ayah menjelaskan dengan wajah lesu.


"Bearti kita makan bertiga aja, mau kan Ma!." kata Syana dengan mengajak kedua orang tua nya.


Mama yang mendengar ajakan dari Syana, mencoba menghela nafas, agar telihat baik-baik saja di hadapan anak sulung nya.


"Iya sayang!." seru mama dengan mengelus kepala sang putri tak lupa senyuman merekah dibibir nya. "Mama juga sudah lapar" lanjut nya lagi.


Syana merasa senang mendengar jawaban dari mama, dan memberikan kotak makanan punya Amira untuk ayah nya.


"Ayah, suapin ini ke mama, biar mama senang" bisik Syana kepada ayah Zain.


Pak Zain menyetujui usulan dari Syana, dan langsung menatap wajah sang istri kemudian menyodorkan makanan dihadapan mulut mama dari anak-anak nya.

__ADS_1


Syana merasa sangat senang melihat mama dan ayah nya mulai akur.


"Tadi Syana sama Mama mau ngobrol apa? kok Ayah gak di ajak?." protes ayah dengan wajah cemberut.


"Tadi Syana cerita, kalau besok dia ada ulangan di sekolah, dia kepikiran bagaimana dia bisa belajar sedangkan buku nya tertinggal dirumah!." jawab mama menjelas kan kepada suami nya.


"Tapi besok, Mama yang antarin Syana ke rumah Yah, jam enam pagi." sambung mama.


"Kalau begitu, setelah selesai makan, kamu langsung tidur dan jangan bergadang lagi." peringat pak Zain pada putri sulung nya.


...****************...


Pagi hari Syana sudah sampai di mansion nya dan dia sudah siap berangkat ke sekolah, tanpa menunggu lama lagi wanita dengan kaca mata tebal itu langsung bergegas menaiki motor nya dan meninggalkan halaman rumah untuk menuju dimana dia menimba ilmu.


Ketika Syana berada dijalan menuju sekolah, tiba-tiba terdengar suara motor yang melaju kencang di samping nya.


"Woii Awasssss!." teriak pengendara motor itu.


Syana sangat terkejut, sehingga membuat Syana jatuh dari motor nya, dengan luka di lutut dan siku nya..


Ada seseorang dengan motor Ninja, memakai helm, dengan seragam sekolah datang menghampiri Syana.


"Siapa sih ngebut-ngebut di jalan? " tanya Syana dengan melihat sikunya yang terluka.


"Kamu bisa bawa motor gak? gara-gara kamu aku jadi kalah balapan" sentak laki-laki itu seraya melepas helm nya.


"Dasar wanita culun! untung saja kamu cewek, kalau cowok aku patahin tulang kamu." cibir Wildan dengan menendang motor wanita culun.


Setelah membentak Syana, Wildan pergi dengan membawa motor nya kembali, tanpa perduli dengan keadaan Syana.


Syana pun mencoba mengendarai motor nya kembali, dengan menahan perih dilutut dan siku nya.


...----------------...


Sesampainya syana di sekolah, syana langsung memarkirkan motor kesayangan nya.


Lalu syana berjalan menuju kekelas nya, dan tak berapa lama, Fina pun datang menghampiri Syana.


"Selamat pagi bestiku." Sapa Fina dengan riang.


"Selamat pagi juga Fin!" jawab syana sambil meringis menahan sakit.


Melihat ada keanehan pada raut wajah sahabatnya, membuat Fina menatap syana dengan heran.


Namun setelah di perhatikan ternyata syana berjalan sedikit pincang.


"Tunggu dulu sya! Kenapa jalan kamu sedikit pincang." tanya Fina penasaran.


Tanpa menunggu lama, Fina langsung menyingkap sedikit rok sekolah yang di gunakan Syana, seketika mata Fina terbelalak saat melihat darah yang keluar.


"Ya ampun Syana, lutut kamu kenapa bisa luka begini!." tanya Fina kepada Syana.

__ADS_1


"Kamu duduk dulu disini, aku mau ambil obat dulu!." perintah Fina dengan meninggalkan Syana.


Melihat Syana dengan luka di lutut nya, Fina bergegas lari mengambil kotak P3K di ruang UKS.


Setelah mengambil kotak P3K, Fina mencoba membersihkan luka nya dengan alcohol.


"Aw perih sekali! " seru Syana merasa kesakitan.


"Ceritakan padaku, kenapa kamu bisa seperti ini?." tanya Fina khawatir.


Melihat wajah Fina yang merasa khawatir dengan keadaan nya, Syana tidak ingin menceritakan tentang hal yang membuat nya seperti ini.


"Kalau aku kasih tau ini gara-gara Wildan, Fina pasti akan menemui nya. Ya Allah, aku gak mau Fina berurusan dengan Wildan!." batin Syana.


"Aku cuman jatuh dari motor Fi, mungkin karena aku kurang fokus bawa motor nya" dusta Syana.


"Ya ampus Syana, lain kali kamu harus hati-hati jangan seperti ini lagi!." ujar Fina mengingat kan teman nya.


Setelah selesai mengobati luka Syana, mereka langsung bergegas masuk ke dalam kelas.


Sesampainya dikelas. Wildan yang duduk di belakang meja Syana, memperhatikan cara jalan Syana yang sedikit pincang.


"Bagaimana rasa nya, sakit bukan?." tanya Wildan dengan mengejek.


Ketika mendengar perkataan Wildan, Fina menghampiri Wildan yang duduk tepat di belakang nya.


"Oh ternyata kamu yang membuat dia seperti ini! kamu sudah melampoi batas mu Wildan, apa masalah mu dengan dia? aku melihat kamu seperti tidak pernah puas menjahati teman ku Syana" sentak Fina dengan menatap tajam wildan.


Sementara Syana berjalan menghampiri Fina, dengan langkah kaki nya yang pincang dan mencoba menenang kan teman nya itu.


"Fina sudah jangan di teruskan, lagian aku gak kenapa-kenapa"


Melihat Syana menghampiri nya, Fina merasa sangat sedih dengan perlakuan Wildan kepada teman nya.


"Pernah gak kamu lihat, Syana membalas perbuatan jahat kamu ke dia?" gerutu Fina dengan menunjuk tangan nya ke arah Wildan.


"Aduh Fina, segitunya banget belain si culun!." ejek maya.


"Siapa yang kau maksud si culun, sekali lagi kamu bilang seperti itu, aku jambak rambut kamu!."


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Ikuti terus cerita nya kak


Jangan lupa Like komen dan vote nya


__ADS_2