
...****************...
Sesampai nya mereka di rumah sakit.
Ayah langsung bergegas masuk dan berteriak memanggil suster.
"Suster tolong bantu anak saya Mira, dia terjatuh dari tangga!" seru Ayah nya panik.
"Baik pak, silahkan menunggu di luar" jawab suster.
Amira yang langsung di rawat, Syana dan kedua orang tua nya menunggu di luar ruangan tersebut.
"Ma, Mira akan sembuh kan" tanya syana dengan sedih.
Mama yang sedang duduk bersama Syana, mengampiri ayah yang sedang berdiri di depan pintu ruangan tersebut.
"Kamu lihat kan anak mu sekarang, ini semua gara-gara kamu kalau saja tadi kamu tidak pergi, Mira tidak akan seperti ini" cerca mama marah.
"Mah Jangan mulai lagi kita sedang di rumah sakit, malu di lihat orang!." seru ayah kepada mama.
"Biar semua orang tau, kalau kamu tidak bisa menjadi Ayah yang baik untuk putri mu" teriak mama dengan memukul dada suami nya.
Syana langsung menghampiri ayah dan mama nya, dengan mengandeng tangan kedua nya, untuk berdiri di depan kaca ruangan tersebut.
"Ma Ayah. lihat lah Mira, dia membutuh kan semangat dari kita kan? kalau Mama dan Ayah berantem lagi, Mira pasti sangat sedih!." pinta Syana kepada kedua orang tua nya.
"Maafin Mama dan Ayah nak! ." seru ayah kepada putri nya Syana.
"Mama tidak salah! yang salah kamu, kamu yang sudah selingk..."
Syana yang mendengar itu langsung melerai.
"Cukup Ma. cukup, Syana mohon jangan bertengkar lagi!." pinta Syana dengan lirih.
Mama dan ayah menatap Syana dengan air mata yang menetes di pipi nya, membuat kedua oran tua nya sangat sedih.
"Mira anak yang kuat, sebelum nya, dia sangat takut di infus. Tapi sekarang lihat adek mu, dia mau di infus tanpa merasa kan takut!." seru mama kepada Syana dengan menangis tersedu-sedu.
Dokter pun keluar dari ruangan tersebut, Dan menemui keluarga Amira.
"Dok... Bagaimana keadaan anak saya? dia baik-baik saja kan dok!" tanya ayah cemas.
"Kepala Amira hanya terbentur, tapi Ibuk dan Bapak jangan khawatir, dia baik-baik saja dan besok dia sudah boleh pulang" jawab dokter dengan menjelas kan keadaan Amira.
"Alhamdulillah Ya Alloh. Dok apa boleh kami masuk untuk menemui Mira?" tanya mama kepada dokter.
"Oh boleh buk silahkan, kalau begitu, saya permisi dulu!." seru dokter berpamitan pada keluarga Amira.
Mereka yang merasa lega mendengar kan keadaan Amira, langsung masuk dan menemui nya.
Ketika Syana masuk ke ruangan tersebut, dia melihat Amira yang terbaring lemah di kasur kecil dengan infus di tangan nya, membuat Syana sangat sedih.
"Sayang bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya mama kepada Amira.
Amira tidak dapat menahan air mata nya, ketika melihat wajah kedua orang tua nya.
Hiks, hiks...!
__ADS_1
"Kak, kasih tahu Mama dan Ayah biar mereka gak berantem lagi, supaya Ayah gak pergi ninggalin kita" bujuk Amira dengan menangis.
"Mira kamu salah paham, kamu lihat kan mereka disini, gak ada yang pergi ninggalin kita." jelas Syana kepada adik nya Amira.
Amira yang belum percaya dengan jawaban kakak nya, dia bertanya langsung kepada ayah nya.
"Ayah gak akan ninggalin kita kan?" tanya Amira kepada ayah nya.
Ayah merasa sedih mendengar pertanyaan dari anak nya Amira.
"Ayah gak akan ninggalin kalian, ayah tetap disini bersama kalian." jawab ayah dengan menghapus air mata nya.
Amira sangat lega mendengar jawaban dari ayah nya.
Ketika Amira sedang bersama keluarga kecil nya, ponsel ayah berbunyi.
Kring, Kring...!
"Mira, Ayah keluar sebentar, ada telefon dari teman Ayah!." seru ayah pamit kepada Amira.
"Iya Yah!." jawab Amira dengan mengangguk kepala nya.
Kruk,kruk...!
"hehe..! kakak gak dengerin apa-apa kan?" tanya Amira kepada kakak nya Syana.
Syana yang mendengar suara perut adik nya, membuat Syana tertawa kecil.
"Seharus nya kamu makan dulu sebelum terjun dari tangga" ujar Syana dengan mencoba menahan tawa nya.
"Iya kak, seharus nya aku makan dulu, baru aku terjun dari tangga" ujar Amira dengan bercanda.
"Ayo makan dulu, biar kamu cepat sembuh" ucap Syana dengan menyuapi bubur.
"Dan besok kamu sudah boleh pulang" sambung Syana dengan tersenyum bahagia.
"Beneran kak?." celetuk Amira dengan kaget.
"Sssttt..! jangan keras-keras, kasian Mama lagi istirahat!." seru Syana kepada Amira.
"Maaf kak, habis nya aku senang banget" seru Amira dengan melihat wajah mama nya.
"Sekarang waktu nya kamu istirahat, jangan pikirin yang aneh-aneh, kamu fokus sama kesehatan kamu" seru Syana mengingat kan adik nya.
"Baik kak!." jawab Amira dengan tersenyum.
Setelah selesai menyuapi bubur, Amira pun tidur.
Syana keluar dari ruang inap Amira, dan duduk di depan ruangan tersebut, dengan perasaan sedih memikirkan masalah keluarga nya.
Seketika Syana teringat, dengan ulangan besok.
"Ya Allah. Aku baru ingat kalau besok ada ulangan, aku harus bagaimana ini!" monolog Syana dengan berfikir.
Mama yang melihat syana belum tidur langsung menghampiri nya.
"Syana kenapa belum tidur, apa yang kamu pikirkan" tanya mama dengan memerhatikan Syana.
__ADS_1
"Besok Syana ulangan, dan Mira juga lagi sakit, apa Syana gak sekolah aja besok Ma!." seru Syana bertanya kepada mama.
Mama yang mendengar itu tidak ingin anak nya sedih,
"Ya sudah, jangan sedih lagi, besok kamu harus ke sekolah, agar kamu bisa mengikuti ulangan, soal Mira kamu jangan khawatir karena besok, dia sudah boleh pulang" ucap mama nya memberi semangat.
"Tapi, buku Syana di rumah Ma" sambung Syana.
"Apa kita pulang sekarang Nak?, kita ambil buku kamu di rumah!" seru mama mengajak Syana.
Syana yang tidak ingin pulang karena sudah larut malam, dan ia pun tidak ingin merepot kan mama nya.
"Gak apa-apa Ma, Syana sudah ngantuk" dusta Syana.
"Bearti besok mama anterin kamu jam enam pagi, biar kamu bisa belajar sebentar" seru mama memberinya semangat.
Syana menatap wajah mama nya.
"Mama, apa boleh Syana bertanya?, tapi Mama harus jawab jujur" tanya Syana kepada mama.
"Boleh Nak, tapi ini sudah larut malam" jawab mama dengan mengelak.
Syana yang melihat mama nya pergi, mencoba mencegah nya dengan memegang tangan mama nya.
"Tunggu dulu Ma!." seru Syana menahan mama pergi.
Mama nya duduk kembali dengan menghela nafas nya.
"Tapi, jangan kasih pertanyaan yang sulit, Mama gak bisa jawab!." ucap mama.
"Apa benar Ma, Ayah selingkuh?." tanya syana dengan menatap mata mama nya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Kira-kira mama nya jawab apa ya?
Ikuti terus novel aku ya.
Jangan lupa
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE.