Cinta Tulus Si Culun

Cinta Tulus Si Culun
Dompet ku hilang 6


__ADS_3

Ketika Fina mencoba menghampiri Maya, terdengar suara percakapan dari luar kelas, seperti suara Buk Nur dengan guru lain nya, setelah didengar ternyata benar itu adalah suara Buk Nur "Kalau begitu saya masuk dulu ya Buk!" pamit Buk Nur kepada guru lain yang beriringan menuju ke kelas nya masing-masing.


Kemudian buk guru itu pun masuk kekelas untuk memberikan ulangan yang telah dia janjikan kemaren, melihat Buk Nur masuk, Fina menatap wajah Maya "Urusan kita belum selesai" bisik Fina kepada Maya seraya berjalan. Maya yang tidak perduli dengan ucapan Fina, dan langsung duduk dibangku milik nya.


Setelah meletakkan buku di atas meja, buk Nur berjalan untuk menyapa murid-murid nya "Selamat pagi Semuanya",


"Pagi Buk!" jawab murid-murid nya serentak.


Setelah selesai menyapa murid nya, Buk guru mengambil kertas soal dan menyuruh perempuan berkaca mata bulat itu untuk membagikan kepada anak lain.


"Baiklah kalau begitu, Syana tolong ambilkan kertas soal ini dan bagikan kepada yang lain!." seru buk Nur dengan menyuruh si Syana.


Setelah mendengar buk Nur menyuruh Syana, Fina mencoba menahan sahabat nya "Syana, biar aku saja yang membagikan kertas itu kepada yang lain, lagian lutut mu masih sakit kan? " tanya Fina cemas.


"Aku gak apa-apa Fi, lutut ku sudah sembuh kok" dusta Syana kepada sahabat nya tersebut.


Setelah selesai menjawab pertanyaan dari Fina, Syana langsung berjalan ke arah meja Buk Nur dan mengambil kertas soal untuk dibagikan kepada teman-teman nya yang lain, dengan langkah kaki nya yang pelan membuat Maya dan yang lain nya merasa kesal,


"Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi" monolog Maya dengan kesal.


Maya langsung menghampiri Syana dan merebut kertas soal itu yang ada ditangan nya.


"Biarkan aku saja, bagiin kertas ini doang, udah kayak siput" ejek Maya dengan menyenggol gadis culun tersebut.


Dan Maya langsung membagikan kertas soal satu persatu kepada anak yang lain, setelah selesai memberikan kertas soal ibu guru mempersilahkan anak murid nya untuk mengisi jawaban dengan benar dan melarang mereka untuk menyontek.


Jam istirahat pun tiba, anak-anak mengumpulkan kertas jawaban nya dan bersiap-siap untuk keluar. Begitupun dengan Syana, dia juga sudah siap mengisi semua soal yang diberikan oleh Buk Nur.


"Syana kita ke kantik yuk" ajak sahabat nya Fina.


"Yuk Fi. lagian, aku gak bawa bekal hari ini." jawab Syana dengan nada sedih.


"Jangan sedih dong, nanti kita makan sepuas-puas nya di kantin" ujar Fina mencoba menghibur teman baik nya, yang sedang memakai tas nya.


"kita tarok saja tas kita dikelas, kita kan cuman ke kantin!." seru Fina


"Iya Fina, tas ku lumayan berat, karena ada buku cetak didalam nya." ucap gadis berkacamata tebal tersebut.


Kemudian Syana dan Fina keluar dari kelas nya dan menuju ke kantin. Setelah kedua perempuan itu keluar, tidak lama kemudian Maya masuk ke kelas untuk mengambil kipas nya yang tertinggal di laci, di temani oleh kedua teman nya Misla dan Mirna.


"Akhirnya ketemu juga!" ucap Maya dengan mengipas dirinya.

__ADS_1


"Kita balik ke kantin lagi yuk, aku masih lapar nih!" ajak Mirna kepada kedua teman nya.


Ketika ketiga perempuan itu berjalan keluar, Misla tanpa sengaja melihat tas milik Syana yang diletak kan di atas meja.


"Tunggu dulu, ini tas si culun apa bukan sih?" tanya Misla kepada kedua teman nya dengan memegang tas milik si Syana.


"Kita langsung ke kantin yuk, aku udah lapar banget nih!" cerocos Mirna dengan memegang perut nya.


"Benar ini tas nya, gimana kalau kita kerjain aja si culun itu"


"Setuju sih, tapi bagaimana caranya?" tanya Misla kepada Maya dengan wajah heran.


"Kalian berdua punya duit kan?" tanya Maya kepada Misla dan Mirna.


"Ada sih, tapi uang nya cuma seratus ribu" seru Misla dengan memperlihat kan isi dompet nya kepada ketua geng nya Maya.


"Dan aku punya tiga ratus ribu!" Sambung Mirna dengan mengambil uang di saku bajunya.


"Ya Ampun cuman segitu doang duit kalian, nih lihat, aku punya dua juta!" ejek Maya dengan wajah sombong dan memperlihat kan uang dari dompetnya.


"Dan sekarang kamu awasi orang dari luar, kalau perlu tutup pintu nya, jangan sampai kita ketahuan" sambung Maya dengan menyuruh Mirna.


Mirna mengikuti perintah Maya dan bergegas berlari untuk mengawasi orang dari luar, sedangkan Misla dan Maya memasuk kan uang nya ke dalam tas milik si Syana dengan menggunakan dompet milik Maya yang berwarna mocca bermerk Gucci.


"Yuk kita keluar, biar kita gak ketahuan sama yang lain" ucap Misla dengan wajah panik.


Ketika ketiga perempuan itu keluar dari kelas, mereka berpaspasan dengan Wildan dan teman-teman nya. Wildan merasa heran dengan ketiga perempuan tersebut dengan wajah panik mereka.


"Kalian kenapa ada dikelas, bukan kah kalian tadi dikantin?" Wildan bertanya kepada ketiga perempuan tersebut.


"Iya sih tadi kita dikantin, karena cuaca nya sedikit panas jadinya aku butuh kipas, dan ternyata kipas nya tertinggal di laci aku" jawab Maya dengan wajah panik nya. Wildan yang mendengar jawaban Maya sambil mengangguk kepala nya dan langsung masuk ke kelas bersama kawan-kawan nya.


...----------------...


Sesampainya mereka dikantin, mereka melihat Syana dan Fina yang sedang asyik makan, dan ini kesempatan Maya untuk memfitnah gadis culun tersebut dengan berpura-pura kehilangan dompet milik nya.


"Besty aku, kalau kalian masih lapar, pesan aja aku punya uang banyak hari ini" ucap Maya dengan menyindir gadis culun dan teman nya Fina.


"Beneran?, wah kebetulan banget, aku juga masih lapar" tanya Mirna kepada Maya dengan wajah riang.


"Asyik! bisa makak banyak nih." sambung Misla.

__ADS_1


"Ya ampun, pantesan mereka berdua mau berteman sama si dia, dibayarin mulu" ucap Fina dengan membalas sindiran Maya.


"Kayak kita berdua dong, teman apa adanya bukan teman ada apanya" sambung Fina dengan mencoba menahan tawanya.


"Jangan asal ngomong kamu Fina, kamu pikir kita gak punya duit?" tanya Misla dengan nada tinggi.


"Maafin teman aku Fina, dia gak maksud apa-apa, sekali lagi maafin dia ya!" Seru Syana meminta maaf kepada mereka bertiga seraya berdiri.


"Fina jangan seperti itu, kasian Maya" ucap Syana dengan menegur teman baik nya.


Mendengar ucapan Fina, Maya sangat marah, dan memulai permainan nya untuk memfitnah si gadis yang memiliki pipi chabi tersebut.


"Fina.. Fina, akan ku perkenalkan siapa aku melalui permainan yang ku buat kepada teman mu itu" monolog Maya dengan tersenyum sinis menatap wajah Syana dan Fina.


Ketika Syana dan Fina ingin pergi dari kantin, Maya berteriak sambil mencari sesuatu yang ada didalam tas nya.


"Ya Ampun dimana dompet aku?, kenapa bisa hilang!" teriak Maya dengan memperlihat kan wajah panik nya kepada yang lain.


"Maya kamu kenapa?" Syana bertanya kepada Maya.


"Dompet aku hilang, jangan-jangan disekolah kita ini ada maling!" duga maya dengan melihat ke arah Syana.


"Alaah. Bilang aja kamu gak sanggup bayar, pakek alasan hilang dompet segala lagi" ejek Fina.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..


Bagaimana kelanjutan nya? ikutin terus novel nya..

__ADS_1


Jangan lupa LIKE KOMEN DAN VOTE NYA.


Dan terimakasih yang sudah mampir🙏..


__ADS_2