Cinta Tulus Si Culun

Cinta Tulus Si Culun
Pertengkaran 3


__ADS_3

Jam belajar selesai. ibuk guru keluar dari kelas, dan anak-anak bersiap untuk pulang.


...----------------...


Syana pulang dengan mengendarai motor kesayangan nya. Ketika di jalan, syana di guyur hujan hingga membuat nya basah kuyup.


"Ya tuhan, aku harus teduh dimana?" monolog Syana dengan berfikir.


"Lanjut aja deh! lagian udah dekat." sambung Syana dengan mengendarai kembali motor kesayangan nya.


Dari kejauhan sudah terdengar suara klakson mobil, sehingga membuat syana terkejut. Ternyata mereka adalah Maya, Mirna dan Misla.


"Hai culun, numpang buang sampah ya" cerca maya dengan melempari botol..


Maya melempari botol tepat ke arah Syana, sehingga mengenai kepala nya.


"Aww!" seru Syana merasa sakit.


"Upss! sorry aku sengaja" celetuk Maya dengan mengejek.


Syana yang hanya diam, tanpa membalas perbuatan jahat mereka. Dan mengambil botol yang di lempari Maya, dan memasuk kan nya kedalam tong sampah.


"Aku gak bisa bedain kamu sama tong sampang, soal nya sama-sama jijik gitu" sambung Maya dengan menertawa kan Syana.


Maya mengendarai kembali mobil mewah nya, sambil tertawa lepas seperti sangat puas menjahati Syana.


"Hacih! apa aku segitu kotor nya? sampai-sampai Maya bilang seperti itu." batin Syana dengan menggosok hidung nya.


Syana kembali mengendarai motor nya, di bawah hujan dengan seragam sekolah nya yang sudah basah.


...****************...


Sesampai nya Syana di rumah, seperti biasa Syana selalu mengucap kan salam sambil membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum" ucap Syana lembut.


Ketika Syana melewati ruang tamu, Syana mendengar suara ribut di dapur, Syana langsung berjalan dan mencari tahu.


Sesampai nya Syana di dapur.


Dia melihat ayah dan mama nya bertengkar, Syana berdiri di pojokan sehingga kedua orang tua nya tidak mengetahui nya.


"Ayah tidak menikahi dia Ma, dia teman Ayah masa SMA dulu!" jelas ayah kepada istrinya.


"Mama tau, Ayah selingkuh dengan perempuan itu." cebik mama dengan mengintimidasi.


"Ayah tidak selingkuh! Mama jangan asal nuduh." sanggah ayah marah.


"Kalau Ayah terbukti selingkuh, Ayah angkat kaki dari rumah ini" gertak mama dengan mendorong suami nya.


Syana yang mendengar itu membuat nya sedih, Syana menghampiri kedua orang tua nya.


"Siapa yang selingkuh Ma?" tanya Syana dengan menemui mama nya.


Mama dan ayah nya sangat terkejut melihat Syana yang tiba-tiba datang dengan basah kuyup.


"Sejak kapan, kamu disini Syana?" tanya ayah cemas.


Ketika Syana ingin menjawab pertanyaan ayah nya, mama nya langsung melerai.


"Sayang, masuk ke kamar dan ganti pakaian mu sekarang!." seru mama kepada Syana.


"Baik Ma!" jawab Syana sedih sambil menatap wajah kedua orang tua nya.


Syana langsung pergi, dan menaiki tangga dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Sesampai nya Syana di kamar, dia langsung mengunci pintu nya, dan menangis tersedu-sedu.


"Ya Allah. Kenapa Mama dan Ayah bertengkar, Syana sudah bahagia dengan keluarga Syana yang sekarang." gumam Syana dengan lirih.


Syana langsung mengganti pakaian nya. Dan merebahkan badan di atas kasur yang empuk, dengan memeluk boneka panda besar hadiah ulang tahun dari ayah nya.


Tok, tok ...


"Syana sayang, Apa boleh Mama masuk nak?" tanya mama penuh harap.


Syana yang mendengar suara mama nya, langsung menghapus air mata nya dan bergegas membuka kan pintu.


"Sebentar Ma, Syana bukain pintu dulu!" jawab Syana dengan menghela nafas nya.


Kreekk..


Sesudah Syana membukakan pintu, mama nya pun masuk.


"Sedang apa kamu sayang.?" tanya mama sambil duduk di samping Syana.


"Ini aku lagi duduk aja Ma!" jawab Syana dengan menahan sedih nya.


"Nak, coba kamu telefon adek mu Mira, sudah jam segini dia belum pulang" pinta Mama nya khawatir.


"Tadi Mira sudah mengirim pesan Ma, dia lagi di jalan!" seru Syana dengan memegang ponsel nya.


Syana yang tidak bisa lagi menahan air mata nya langsung memeluk mama nya.


Hiks, hiks...


"Kamu kenapa nangis?." tanya mama kepada Syana.


"Tadi ketika Syana pulang sekolah, Syana gak sengaja dengar percakapan Mama dan Ayah!" ujar Syana dengan menangis.


Mama nya yang mendengar itu sangat sedih, dan langsung menghapus air mata Syana, dan mencoba menenang kan nya.


"Ma, Syana bersyukur banget punya orang tua kayak Mama dan Ayah, punya adik kayak Mira. Syana sudah bahagia dengan keluarga Syana yang sekarang, Syana gak mau Mama dan Ayah bertengkar lagi." pinta Syana dengan bersandar di pundak nya mama.


Amira yang baru pulang dari sekolah langsung masuk ke kamar kakak nya, tanpa mengetok pintu terlebih dahulu.


"Mama di cariin A"


Amira langsung menghampiri mama dan kakak nya.


"Mama sama kak Syana kenapa nangis apa?, karna Mira pulang nya telat! " tanya Amira dengan menatap wajah kakak dan mama nya.


"Ini nih anak Mama, datang-datang bilang kita berdua nangis" dusta mama dengan menarik hidung Amira.


"Auu Ma sakit tau, Siapa suruh pelukan cuman berdua!" seru Amira dengan wajah cemberut.


"Kalian berdua anak kesayangan Mama, jadi gak boleh cemburu-cemburu, sayang Mama ke kalian itu sama" ucap mama dengan memeluk kedua putri nya.


"Oh ya , mama tadi di cariin Ayah di bawah!" seru Amira kepada mama nya.


"Kalian tunggu disini ya, Mama mau ke bawah sebentar!" seru mama pergi meninggal kan mereka.


Amira yang merasa aneh dengan mama dan kakak nya, dia mencoba bertanya kepada kakak nya Syana.


"Kak, tadi aku lihat wajah Mama kayak sedih gitu. Kira-kira Mama kenapa ya?." tanya Amira penasaran.


Syana yang hanya melamun, dengan mengingat kembali kata-kata mama nya, sehingga dia tidak mendengar kan pertanyaan dari adik nya Amira.


"Kakak Syana kenapa bengong sih?." tanya Amira dengan mencubit pipi kakak nya.


"Aw! ada apa dengan kamu Mira?." tanya Syana dengan heran.

__ADS_1


"Kakak yang kenapa? aku lagi ngomong kakak Syana malah bengong" gumam Amira dengan cemberut.


"Kak, kok Mira kayak dengar suara ribut gitu dibawah" Sambung Amira.


Syana yang mendengar itu langsung pergi, dan meninggal kan adik nya Amira di kamar.


"Kakak, tungguin aku!" teriak Amira dari dalam kamar.


Syana mencoba mendengar kan percakapan mama dan ayah nya dari atas tangga dan hanya berdiri di pojokan.


"Ayah mau kemana malam-malam begini, kok bawa-bawa koper?" tanya mama heran.


"Ma. Ayah mau pergi sebentar, nanti Ayah akan pulang jika semua nya sudah membaik" ucap ayah berpamitan pada istrinya.


Mama yang tidak ingin suami nya pergi, mencoba menghalangi nya dengan menarik tangan suaminya.


"Kalau Syana dan Mira tanya, Mama mau jawab apa?" tanya mama dengan menangis.


"Ma, Ayah pergi bukan gak sayang sama Mama dan kedua putri kita, Ayah hanya ingin menenang kan pikiran Ayah" jelas ayah pada istrinya.


Amira yang juga diam-diam mendengar kan percakapan kedua orang tua nya, membuat nya sangat sedih. Amira berlari mencoba menahan ayah nya pergi.


"Ayah.. jangan tinggalin Mira" teriak Mira dari atas tangga.


Ketika Amira mencoba menururi tangga, Amira terpeleset sehingga membuat nya jatuh.


"Miraaa.." teriak Syana dengan melihat adik nya terguling kebawah.


Syana bergegas menuruni tangga dan melihat keadaan Amira dari dekat.


Mama dan ayah nya lari menghampiri Amira yang tergeletak di lantai, Amira yang sudah tidak sadar kan diri membuat semua nya panik.


"Mira..." seru Syana dengan mencoba membangun kan Amira.


"Cepat bawa Mira ke rumah sakit!" teriak mama dengan khawatir.


Ayah langsung mengangkat badan Amira dan memasuk kan nya ke dalam mobil.


"Anak Ayah, kamu harus tetap kuat, Ayah gak mau kamu kenapa-kenapa nak" lirih ayah dengan menangis.


Amira langsung dilarikan ke rumah sakit.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Bagaiman keadaan Amira ?


Ikuti terus novel aku kak


Jangan lupa


LIKE


KOMEN dan

__ADS_1


VOTE.


__ADS_2