
Sesampai nya mereka di kelas, ibu guru masuk untuk menerangkan pelajaran nya.
Ibu guru pun selesai menerang kan pelajaran nya, anak-anak bersiap-siap untuk keluar.
Ketika Syana sedang membereskan buku nya, Fina mencoba mengajak Syana ke kantin.
"Syana kita ke kantin yuk, aku yang traktir!" seru Fina.
Syana yang merasa tidak enak menolak ajakan Fina, akhirnya Syana mau ke kantin.
"Bagaimana dengan bekal ku!" tanya Syana dengan memegang bekal nya.
"Ya sudah bawa saja, yok kita pergi sekarang" ajak Fina mengajak Syana keluar.
...****************...
Syana dan Fina sudah duduk di bangku kantin, seperti biasa Syana mengeluarkan kotak makanan yang di siap kan oleh mama nya tercinta.
Fina yang selalu melihat Syana makan roti, Fina ingin teman nya itu merasakan yang sedikit berbeda.
"Syana kamu tunggu disini, jangan sentuh dulu roti nya aku akan segera kembali" seru Fina meninggalkan Syana.
Ketika Fina memesan mie bakso, Wildan ada disana sedang menunggu pesanan nya.
"Mbak, mie bakso nya dua. Kalau sudah siap anterin ke meja nomor lima, gak pakek lama." tukas Fina kepada buk kantin.
"Baik, Nak Fina, tunggu sebentar" jawab mbak kantin.
Setelah pesan mie bakso Fina kembali ke meja nya menemui Syana.
Ketika mbak kantin ingin mengantar mie bakso ke meja nomor lima, mbak kantin melihat Wildan yang masih berdiri di depan meja menunggu pesanan nya.
"Wildan bisa bantu saya, tolong anterin mie ini ke meja nomor lima" seru mbak kantin kepada Wildan.
"Oke, mbak siap" jawab Wildan.
"Oh ternyata ini milik Fina dan si culun itu, aku kerjain ah" guman Wildan sambil tersenyum licik.
Wildan mengambil cabai hijau dan menuangkan nya ke satu mangkok dengan begitu banyak, yang nanti nya akan di berikan kepada Syana.
"Rasain kamu, Syana" batin Wildan tersenyum puas.
Setelah menuangkan cabai, Wildan langsung mengantar mie bakso pesanan Fina ke meja nomor lima.
"Oh ternyata kalian disini, ini mie kalian sudah siap" celetuk Wildan dengan senyuman di bibir nya.
Syana merasa kaget, karena yang mengantar mie bakso ternyata Wildan.
"Tunggu-tunggu, kenapa kamu yang anterin mie nya?" tanya Fina penuh curiga.
"Tadi pemilik kantin suruh aku anterin ini ke kalian, meja nomor lima kan?" tanya Wildan.
"Ya udah makasih ya" tukas Fina kepada Wildan.
__ADS_1
Wildan pun pergi setelah mengantarkan mie pada mereka berdua. Tak lupa senyuman jahil dia kembangkan dibibir nya.
"Syana, kalau kamu gak bisa makan pedas, pakek kecap aja ya" ucap Fina.
"Iya Fi, kamu juga jangan banyakin saos nanti kamu bisa sakit perut" jawab Syana sambil mengangguk.
Syana langsung memakan mie di hadapan nya, seketika matanya terbelalak, saat merasakan mulutnya yang terbakar karena pedas. Syana langsung mengipas mulut nya yang kepedasan sambil meminum air.
Wildan yang berdiri di pojokan merasa sangat puas melihat Syana yang kepedasan, Wildan pun pergi dari kantin tersebut agar tidak ketahuan apa yang telah dia perbuat kepada Syana.
"Syana kamu kenapa?" tanya Fina panik.
"Fin, aku minta tolong ambil kan aku air minum, mie nya sangat pedas" pinta Syana sambil menangis dengan keringat yang bercucuran.
Fina berlari mengambil air minum dan memberikan nya kepada Syana.
"Syana, bagaimana sekarang, apa sudah membaik?" tanya Fina.
"Perut ku sakit sekali Fi, aku mau ketoilet dulu" ucap Syana dengan memegang perut nya.
Syana buru-buru ke toilet dan meninggalkan Fina di kantin. Dia yang sangat khawatir dengan keadaan teman nya, langsung bergegas pergi mengikuti Syana dan menunggu nya di pintu toilet.
"Syana apa kamu baik-baik saja?" tanya Fina sambil berteriak dari luar.
Fina merasa heran, kenapa Syana merasa pedas sedangkan Syana hanya menuangkan kecap ke dalam mie nya.
"Ada yang gak beres nih" monolog Fina menduga.
"Bagaimana sekarang, Syana, apakah masih merasakan sakit?" tanya Fina dengan begitu khawatir.
"Apa aku beliin obat aja, biar perut kamu gak mules lagi" sambung Fina.
"Gak usah Fi, ini sudah mendingan maaf aku udah ninggalin kamu di kantin habis nya aku buru-buru ke toilet" cegah Syana menatap wajah teman nya.
"Gak usah di pikirin, yang penting kamu gak kenapa-kenapa" timpal Fina.
"Aku tahu ini semua ulah Wildan, dia pasti mencampur kan sesuatu ke dalam mie kamu" ujar Fina marah.
Syana yang mendengar itu tidak ingin Fina berprasangka buruk kepada orang lain, dan ia juga tidak ingin teman nya punya masalah dengan Wildan.
"Fina kamu gak boleh asal nuduh, kita gak punya bukti lagian aku gak kenapa-kenapa kok." ucap Syana tersenyum.
"Awas saja kamu Wildan, cepat atau lambat aku akan balas kamu" ucap Fina dalam hati.
...****************...
Syana dan Fina masuk ke kelas.
Ibu guru masuk untuk menerang kan pelajaran nya.
"Anak-anak sebelum ibuk menutup pelajaran ini, besok ibuk akan adakan ulangan jadi kalian harus belajar dan ingat nilai ini akan sangat berpengaruh di rapor kalian, dan bagi kalian yang tidak datang ibuk tidak menerima alasan apapun" ucap buk guru.
"Pelajaran apa itu buk?, kan sehari bukan satu doang pelajaran nya!" tanya Mirna.
__ADS_1
"Jika ada empat pelajaran dalam sehari, cobalah belajar ke empat-empat nya" jawab ibu guru ambigu.
"Buk, please deh jangan bercanda, kami mana bisa belajar sekaligus" protes Maya dengan wajah cemberut.
Ibuk guru yang mendengar kan itu langsung mengeluarkan buku di laci nya, dengan pulpen yang sudah tersedia di atas meja.
"Siapa yang tidak ingin ikut ulangan besok?angkat tangan!" tanya ibuk dengan melihat ke arah Maya.
"Dan kamu Wildan, banyak-banyak belajar di rumah kemaren nilai kamu sangat jelek" tegur buk guru.
Fina membalik kan badan nya dengan melihat ke arah Wildan.
"Mana sempat dia belajar buk, kerjaan nya cuman jahatin orang lain" cerocos Fina menyindir Wildan.
Wildan yang merasa tersindir membalas perkataan Fina.
"Apa maksud mu, siapa yang aku kerjain" tanya Wildan dengan marah.
"Kamu pikir aku tidak tau, kamu kan yang menaruh cabai ke dalam mie Syana?" cibir Fina dengan mengintimidasi.
"Jangan asal nuduh loe ya" sergah Wildan tak mau terima.
Saat Fina hendak menjawab ibu guru langsung melerai.
"Fina, Wildan jangan bertengkar lagi" tegur buk guru.
Seketika membuat Fina dan Wildan diam.
"Buk, siapa disini yang kemaren nilai nya bagus dari yang lain?" tanya Mirna penasaran.
"Nilai yang bagus kemaren cuma Syana" jawab buk guru.
Syana murid yang pandai di kelas, tak heran jika dia selalu mendapat kan rangking, bukan cuman pandai dia juga murid yang disiplin dan berbudi baik.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
ikuti terus novel aku ya kak.
Jangan lupa like komen dan vote nya.
__ADS_1