Cinta Yang Salah: Kisah Wanita Yang Dirusak Oleh Cinta Yang Tidak Dibalas.

Cinta Yang Salah: Kisah Wanita Yang Dirusak Oleh Cinta Yang Tidak Dibalas.
Episoode 11 Kamu akan menikahi ku suatu saat nanti?


__ADS_3

1 Bulan Berlalu.


Bryan Makin Hari lama Makin Parah, Dia benar benar Memperlakukan Ku seenaknya tanpa Memperhatikan ku, Aku seperti tidak punya harga diri di depan nya.


Bryan Langsung membuka Kancing baju ku dengan Kasar," Dan Menyingkirkan Kemeja ku, Dan Menyisakan Bra di tubuh ku, Dan Dengan tidak tau malunya nya dia Melorotkan tali Bra Ku


"Berhenti Bryan, Kemarin Kita sudah Melakukannya, Payu*araku Masih sakit saat kamu menggigitnya" Tolak Ku dengan lemas dan mendorong Kepala Bryan Pelan agar menjauh


Plak!!, Tampar Bryan


"Diam, Jangan Membantah!,Ini Hukuman Untuk mu Karena Tidak membawakan Ku nasi goreng mu,"Bentak Bryan


"Maaf Bryan, tapi Aku benar benar lagi kesulitan, Untuk makan saja aku susah,"Jelas Queen, Setiap Hari Bryan Menuntut Ku membawa nasi goreng untuk nya, Jika Aku Aku tidak membawanya dia Akan menghukum ku.


Bryan Acuh dan melanjutkan Perlakuan Bejatnya, Sangat miris Aku tidak memiliki izin Terhadap tubuh ku sendiri, Di mobil Itu penuh dengan Teriakan Kepiluan bukan kenikmatan.


"Emmh....., Bryan Berhenti, Kamu terlalu kasar menyedotnya"Perintah ku kepada bryan Untuk segera berhenti Menyedot Dan Menjilati Payu*ara ku


"Aku tidak bisa berhenti, Tubuh mu Sangat lembut dan Wangi,Fshh...." Bryan terus menyedot Dua gunung dan meremas Milik ku ini sampai Bengkak,


"Kumohon Jangan Menggigit nya lagi," Tetapi Bryan tetap Mengakhirinya Dengan menggigit


..................


"Br..Bryan, Bi..bisakah Ki..kita me..mengawali Ce...cerita ya..yang Ba..baru?,Mari Lu...lupakan Ma..masalalu," Ucap Ku Dengan Pilu


"Tidak!,"Tekan Bryan.


"Bryan... Kumohon,Lupakan Masa lalu Kita...., Lupakan Dendam mu Kepadaku,"Pinta ku Prustasi


"Aku lelah Jika terus seperti Ini, Aku takut dengan masa depan ku Akan seperti apa, Aku takut kamu ti..tidak bisa menikahi aku suatu saat nanti, Aku benar benar hancur...., Kamu tau Aku sudah tidak memiliki Siapa siapa lagi Bryan....."Ucap Ku mengungkapkan Semua kekhawatiran ku kepada bryan


"Aku hanya memiliki satu pilihan dalam hidupku, Yang Aku lakukan Setiap Putus asa,"


"Aku pasti akan menikahi mu!,"Singkat Bryan Tetapi menatap ku dengan lekat, Aku spontan menoleh kearah Bryan dengan Melototkan mata ku


"Apa?,"


"Suatu saat nanti...,"Ucap Bryan pelan, Lalu aku memegang Tangan Bryan yang Besar


"Aku tidak salah dengar? Apa kamu sadar Kamu sudah Berjanji!!,"Tanya ku meyakinkan Bryan.


"Kamu Tidak salah dengar"Ucap Bryan dingin


"Pasti Berat untuk mu Menikahi seorang kalangan bawah seperti ku, Tap...tapi, Tidak perlu Khawatir, Otak ku cerdas jadi jika kita memiliki anak Nanti dia akan pintar sepert ku, dan badan Yang tegap Seperti mu"Ucap ku Membayang kan Masa depan ku jika aku benar benar menikah dengan bryan,


"Tapi kamu harus menunggu,"Ucap Bryan Singkat dan Acuh


"Aku bisa menunggu mu asal Kamu berjanji..., Kamu berjanji Akan Menikahi ku suatu saat nanti, dan tidak akan Menikah dengan orang lain...... Itu sudah cukup bagi ku"Ucap Ku Dan tersenyum seperti matahari yang sangat cerah


......................


"Br..Bryan, Kamu merasakannya, Suasana yang tercipta saat matahari terbenam sangat indah dan romantis, , Apalagi kita jalan kaki, Mungkin jika menggunakan Mobil mu kita Tidak Akan Mendapatkan Suasana ini "Jelas ku kepada Bryan

__ADS_1


"apa Kamu mau Foto?, ayo kita selfie... Di samping jembatan..."


"Tidak,"Singkat Bryan, Aku mengerti dan Berhenti memaksa Bryan


"Kalau begitu Fotoin Aku, Mumpung Masih terlihat Mataharinya"Pinta ku


"Foto aja sendiri,"Acuh nya


"Ayolah, Keluarkan Hp mu, Ini tidak sulit kok" Mohon ku memohon kepada Bryan


"Dih, Hp lo Dimana? Napa Hp gue,"Ucap bryan ketus


"Hp ku Kamera nya Rusak,"Ungkap ku dengan sedih


"Penuh Hp Gue!,"


"Tidak mungkin, Hp Mu kan Bagus," Bantah ku.dengan kesal


"Kumohon sesekali Buat Aku bahagia!,Hihihihi "lanjut ku terkekeh.


"1 foto!,"Ketus Bryan dan mengeluarkan hp nya dari kantong


"Tentu!, Aku akan Jadi Model yang baik untuk mu, Tuan fotographer," Ucap Ku dan membungkukkan Badan ku mengucapkan Terimakasih dengan anggun


"Aku akan Foto di Sini, Di pembatas, Jadi Aku ingin kamu foto seakan akan aku memegang mata harinya, Jadi instruksikan aku..,"


"Angkat tangan lo keatas,"lalu aku menaikkan tangan ku


"Ba..baik, lalu?,"


"aduh, terlalu mundur, Maju sedikit!,"


"Terlalu maju,"


5 menit berlalu.....


"Nah, Pas nih, Jangan Gemetar Oke?, aku akan memfotonya, 1 2 3!, Cheese!"


Cekrek...., Potret Bryan, Lalu aku menghampiri Bryan Dengan Berloncat loncat seperti kelinci.


"Lihat...,"Minta ku


"Mau liat?, tidak usah lihat jika tidak mah kecewa,"Ungkap Bryan acuh


muach!


Bryan langsung mematung setelah Aku Mengecup Bibirnya, Tiba tiba Dia berbalik Melawan arah dan meninggalkan ku


"Ap..apa aku melakukan Kesalahan?,"Batin ku, lalu aku mengejar Bryan dengan kaki kecil ku berjalan disamping Bryan


"Baiklah jika kamu malu Memberitahu hasil foto mu disini, mungkin karena hasilnya jelek,Tapi Kirim ya, Aku akan menghargai semua pemberian mu, mau sekecil apapun itu,"Ucap ku dan kita terus berjalan Dipinggir Trotoar Menuju Tempat Bryan memarkirkan Mobil nya.


"Cih, Kenapa Wanita ini selalu tersenyum sepanjang jalan, Aku seperti jalan Dengan gila?," Batin Bryan melihat ku yang selalu tersenyum.

__ADS_1


"Berhentilah tersenyum, Dan Jadi cemberut saja, Itu lebih baik,"Ketus Bryan, Aku terkekeh mendengar itu.


......................


Aku memasuki rumah baru ku yang kecil.....


Setelah Tante mei Meninggal dunia Beberapa minggu lalu Aku benar benar Tidak memiliki uang sama sekali Untuk membayar hutang Tante mei, Jadi aku menjual Rumah lama ku untuk membayar hutang Dan sisanya membeli Rumah Dibawah tol yang kumuh, Walaupun kumuh dan berisik karena dibawah tol, Setidaknya aku punya rumah Untuk ditinggali


Aku membuang nafas kasar menatap rumah ini,Dinding yang hanya dilapisi batu bata karena aku tidak memiliki uang untuk sekedar mengecat, Lalu atap yang langsung genteng tidak ada Triplek, Bahkan tidak ada kipas angin karena aku tidak akan mampu jika membayar listrik, Tapi aku tidak perduli tentang kenyamanan yang penting lampu dan tertutup saja cukup untukku.


"Aku akan Menaikkan derajat keluarga Kita, Mah, pah,"Batin ku Menatap Sambil menatap foto Orang tua ku di dinding, Rumah Ku berada Persis di bawah tol, Salah satu daerah Kumuh Di kota ini, Suatu keajaiban Aku bisa kuliah Sampai Saat ini...


Lalu Aku menatap Foto Tante mei, 1 butir air mata lolos dari mata ku, aku menahan sekuat kuatnya agar tidak menangis.


Tante mei telah meninggal 2 minggu Yang lalu, Dia tertabrak Mobil truk bermuatan berat, hidup aku benar benar gak karu karuan seakan akan kapal kehilangan Nahkoda nya dan kapal tergunjang ganjing Karena tidak memiliki nahkoda.


Aku mengusap kelopak mata ku dan masuk ke kamar ku, Lagi lagi aku hanya membuang nafas kasar, melihat kamar ku, Semakin hari aku semakin tau seberapa Jauh derajat ku dengan Bryan....


"Suatu saat aku akan menagih janjimu, Bryan, Aku tidak Sabar hati itu datang ,hihihi"Batin ku lalu Merebahkan Tubuh ku Di lantai yang berlapis kan Kardus tipis,dan Menggunakan Tumpukan Baju untuk menjadi Bantal.


"Apa ya Rasanya jadi Bryan, Hidup Serba Ada, Bisa Tidur nyenyak Dibawah Ac,Kasur yang lembut, Dan tv yang besar, Jika aku memiliki anak nanti aku tidak akan biarkan diamerasakan Hal seperti ku, Ini sangat miris....,"batin ku, Aku membakar Anti nyamuk dan Tidur Dengan Tersenyum mengingat Janji Bryan kepadaku.


......................


Di bar.


"Hai, apa kabar,"Tanya seorang wanita cantik datang menggunakan Gaun putih, Rambut panjang diikat kebelakang pony tail Kepada dimas teman dekat Bryan.


"Hai, Udah lama tidak bertemu, Mau minum?," Sapa Balik Dimas


"Tidak terimakasih, Aku Harus menyetir Nanti ,"Ucap Mirae menolak halus


"Ah, oke tidak masalah,"Dimas mengangguk mengerti


"Bagaimana dengan Bryan?,"Tanya Dimas


"Dia masih mencintai mu, oh iya Waktu itu kamu kan menanyakan Orang yang menipu Bryan,Dia Menggunakan nama mu padahal kamu tidak memberikannya, Sekarang aku tau dia siapa, dia juga sudah tau" Ucap Dimas


"Benarkah?,Si..siapa Dia!?,Apa dia cantik?, Apa dia kaya dibanding ku?, Dia siapa nya bryan? Apa dia mencintai bryan? Apa Bryan tertarik kepadanya?,"Tanya Mirae Bertubi tubi tanpa membiarkan dimas berbicara


"Melihat Ekspresimu aku jadi ingin bertanya,Apa Kamu masih mencintai nya?,"Tanya Dimas kepada Mirae


"Ak..aku tidak!,"


"Ekspresimu Mengatakan Ya,"Tekan Dimas


"Ti...tidak?, Aku hanya Kasihan padanya, Dia waktu itu Mendatangi ku dengan sangat berharap, Aku ingin meminta maaf karena terlalu kasar"Ungkap Mirae, tapi perasaan Tidak bisa bohong dimas tau jika Mirae berbohong.


"Mulut dan hati mu tidak Sinkron, Ambil ini," Ucap Dimas dan memberikan Sebuah kartu nama Ke Mirae.


"Un...untuk Apa?,"


"Kamu terlihat masih mencintai nya, Hubungi lah dia, Aku Tidak berhak memberitahu mu,"Jelas Dimas dan beranjak pergi Meninggalkan Mirae yang terdiam menatap kartu nama itu.

__ADS_1


__ADS_2