
akad nikah sudah selesai kini giliran acara resepsi, tamu mulai bnyal berdatangan entah dari keluarga, teman sekolah, bahkan tetangga juga, diatas pelaminan Ani tak bisa tersenyum sedikit pun walau teman2 menyuruhnya yg ada hanya muka datar yg seolah2 menyiratkan kebencian yg amat dalam semua orang memahami itu karena mereka nikah karena perjodohan hanya si pengantin pria yg senyam senyum sendiri malah kesenengan. di sela2 orang berjabat tangan mengucapkan selamat pada si pengantin Ani dikejutkan oleh sosok seseorang yg tak lain kak Revan yg datang sebagai undangan tapi kak Revan tak mampu maju untuk mengucapkan selamat hanya duduk sambil melihat Ani itu sudah cukup d hati kak Revan lain halnya dengan seseorang yg baru datang di temani beberapa teman sekolah yg lain Ani mendapat ucapan salam dari mantan kekasih di sekolah yg datang membawa sebuah kado di tangan tak terasa mereka berdua sama2 memandang dengan tatapan tajam hingga membuat mata mereka berkaca2 yg menyiratkan ketidak relaan kalau Ani menikah tapi apalah daya semua sudah terjadi.
resepsi sudah selesai para tamu sudah tak ada lagi kini Ani masuk kekamar berniat membersihkan wajahnya dari makeup yg sedari siang menempel itu badan Ani terasa pegal semua karena seharian terima tamu undangan. tiba waktu tengah malam si suami ikut masuk ke dalam kamar tapi Ani tak bisa berbuat apa2 karena di luar kamar masih bnyak sanak saudara akhirnya Ani menyuruh si suami tidur di bawah gk bs tidur bersama karena kasurnya gk muat buat berdua, untung si suami sepertinya sabar dan penurut akhirnya menuruti apa yg disuruh Ani.
keesokan harinya sesuai adat di lingkungan sekitar bila sudah menikah si istri harus ikut tinggal di rumah si suami, barang2 Ani sudah siap karena dari pagi Ani sudah berkemas kini giliran berpamitan pulang pada kak Bram dan Kak Lia, dengan wajah sinis Ani berpamitan dengan kakaknya itu. tiba di rumah si suami Ani baru menyadari kalau si suami di rumah sendiri tanpa ada orang lain berarti kesempatan bagus bagi Ani untuk melancarkan rencananya dengan kak Revan.
" kak Revan" Ani memulai chat dengan kak Revan
" Ya ada apa Yank?"
" kak Revan bener kalau ada banyak kesempatan untuk kabur setelah aku di rumah suami "
__ADS_1
" apa kataku karena aku tahu seluk beluknya suamimu"
" kapan kamu siap "
" liat situasi dulu kak kyak e pas jika setelah subuh karena belum banyak orang yg kluar rumah "
" ide bagus "
" ok besok tak kabari lagi"
" good night juga kak "
__ADS_1
malam tiba waktunya tidur hendak si suami masuk ke kamar tapi Ani sudah memulai pembicaraan
" aku tak tahu alasanmu menyetujui perjodohan ini kamu tahukan usia kita terpaut jauh banget, aku masih dibawah umur apa kamu gk takut kena pasal kalau aku melapor ha?, apa kamu gk ada wanita lain hingga mau menerima perjodohan ini ha?, bahkan kamu tega menghancurkan semua impian pendidikan ku aku belum lulus sekolah tau gk sih!, laki-laki macam apa kamu ini gk bisa tegas dalam memutuskan sebuah penawaran dari kluarga kak Lia, aku menjalani ini semua karena terpaksa " dengan marah campur emosi dan tak sadar Ani meneteskan Air mata membuat si suami tak tega
" terus mau kamu apa sekarang? pernikahan ini sudah sah dimata agama dan hukum " jawab suami dengan enteng
" kamu gk tau siapa aku, kamu tau aku masih mempunyai kluarga kandung kenapa harus dinikahkan oleh wali hakim ha? itu karena kak Bram Di suruh kak Lia gk mau repot2 mengurusi aku dan ingin cepat aku keluar dari rumah Itu tau gk, jadi pikirkan sendiri sah apa tidak pernikahan ini "
" maaf aku baru tau terus mau kamu apa sekarang? "
" aku mau aku gk tidur sekamar deganmu dan jangan menyentuhku Karena pernikahan ini gk sah tanpa waliku, jangan bilang keluarga aku gk mau keluragamu atau keluarga ku mengetahui ini semua! " pinta Ani
__ADS_1
" ok tapi jika ada keluargaku bersikaplah sopan terhadapku selayaknya suami istri yg harmonis jangan perlihatkan keterpaksaan karena akan menimbulkan kecurigaan mereka "
" OK "