cinta yang terhalang restu kakak

cinta yang terhalang restu kakak
Bab 8


__ADS_3

Ani diberitahu kak Bram isi pertemuan kemaren selain lamaran juga nentuin tanggal pernikahan yang di percepat 2 minggu setelahnya, OH tuhan gimana nasib ku setelah ini cita2 ku dari dulu ingin sekolah tinggi tp nyatanya dihancurkan begitu saja oleh orang2 yg membenciku tanpa alasan mohon lepaskan aku dan beri aku kebebasan untuk bertemu kluarga kandung tuhan, gumam Ani setelah mendengar pernyataan dr kak Bram. stress tiada tara rasanya ingin mati saja jika ini memang yg akan terjadi bukan keinginanku, Ani selalu kepikiran serasa beban berat d pundak ini dan selalu tak henti menangisi jalan hidupnya. Hari H pernikahan jatuh pada hari ini semua orang pada sibuk di dapur ada juga yg sibuk d teras depan guna mempersipkan acra pernikahan Ani, Ani tak tahu pernikahan itu sah apa tidak karena kak Bram tidak mencari wali nikahku yg masih saudara kandungku tp malah mendatangkan wali hakim Ani merasa ini semua terjadi karena keegoisan semata mengesampingkan syarat nikah yg sebenarnya sungguh tega kak Bram dan istrinya serta ibu mertuanya perlakukan aku seperti ini semoga ada balasan yg setimpal untuk ini semua, Ani tak henti2nya menangis dikala MUA merias wajahnya hingga MUA itu membuka percakapan.


" kenapa menangis An? "


" siapa yg mau menikah karena perjodohan yg terpaksa ini manalagi laki2nya udha bapak2 trpaut 13 tahun jaraknya "


" apa? tua bnget"


" makanya kak aku gk mau ini terjadi semua tp kalau Aku menolak kak Bram akan marah besar sama aku dan pasti akan ngusir aku truz nasibku gmn? mau gk mau aku trpaksa melakukan pernikahan ini kak"


" sabar ya An "


" Ya kak "

__ADS_1


" emang kenapa kok tiba2 kyak dadakan gitu kamu dijodohkan? ada masalahkah "


" Ya aku ketahuan pacaran sama kak Revan, dan kluarganya ibu mertuanya kak Bram gk suka kalau aku deket dengan kak Bram Karena gk sederajat katanya"


" oh jadi karena itu kamu d jodohkan, trnyata jahat bnget ya kluarganya Lia"


" ya begitulah kak seakan punya hak atas semuanya "


" yakinlah pasti semua ada balasanya An, kamu harus kuat dan sabar ya, udah gk usah nangis lg nanti luntur makeup nya"


Jam menunjukkan pukul 9 tiba saatnya ijab qabul Ani yg berada di kamar di temani sahabat2 nya tak henti2nya menangis, bukan kebahagian yg Ani dapatkan dalam pernikahannya malah keterpaksaan. keempat sahabatnya berusaha menghibur Ani dengan segala cara


" An jangan khawatir nanti kalau kamu sudah menikah, kami akan sering2 maen deh ke rumahmu " ucap Eni yg seakan disetujui oleh yg lain.

__ADS_1


" janji ya! "


" iya kami janji udah jangan nangis terus jngan jadikan fikiran kita gk mau kamu sakit karena memikirkan ini "


" tapi aku gk bs trima ini semua "


" hey gampang buat perjanjian yg isinya kamu gk mau disentuh oleh suamimu karena kamu gk mencintainya biar suamimu tersinggung "


" bener juga ide mu, makasih ya semua " sambil berpelukan


" sama2 udah gk usah perlihatkan wajah sedihmu di depan Kak Lia nanti mereka merasa menang Karena kamu bisa kluar dari rumah ini "


" iya deh, makasih ya kalian ada sahabat yg paling ngerti aku "

__ADS_1


" itulah guna sahabat " sahut Yanti


diluar terdengar suara sah yg diucapkan pengulu pintu tiba2 di buka oleh Kak Bram yang akan menuntun Ani untuk ke depan sembari tanda tangan diatas surat nikah, dengan hati terpaksa dan menangis Ani melakukan perintah kak Bram.


__ADS_2