
" terus gimana ceritanya kamu bisa dinikiahkan terpaksa itu nak coba cerita ke budeh yg sebenarnya "
" ya budeh jadi gini kan kak Bram lulusan pesantren jadi Ani dilarang pacaran atau deket sama laki2, tp suatu ketika ada sepupu kak Lia yg menyukai Ani tp Ani hanya nganggap kakak gk lebih Ani sering di kasih uang jajan di perhatikan makan dan semuanya diperhatikan layaknya adek kakak tp di suath hari ada yg bilangin ke kak Lia kalau Ani pacaran sama sepupunya kak Lia it emang bener Ani pernah diajak jalan2 dan mungkin orang melihat seperti pacaran tp itu disalahpahamkan oleh kak Lia dan diadukan sama kak Bram kalau Ani pacaran jadi rencana perjodohan dan pernikahan itu rencanaya kak Lia dan ibunya karena kak Lia yg awlanya cemburu sama Ani dan emang gk suka kalau Ani deket dengan sepupunya karena sepupunya orang kaya jadi Ani dinikahkan dengan paksa sama orang tua yg kemaren itu sampai Ani di kunciin d kamar selama seminggu gk d bukain Ani memohon untuk menolak pernikahan itu tp kak Bram di panas2i oleh kak Lia makanya kak Bram jahat sama Ani sampai gk mau dengerin penjelasan dari Ani dulu, sempat Ani Pngen kabur dan bunuh diri karena Ani gk mau menikah muda apalagi dengan orange tua itu beda jauh Kayak bapak2 sedangkan Ani umunya masih 16 tahun dan belum lulus SMA "
" jahat juga ternyata ya istrinya Kakakmu itu An? "
" Ya budeh"
" Ya udah kita semua udah tau yg sebenarnya mulai dari sekarang kamu tinggal disini dan kami semua kelurga kandungmu dan besok uruslah perpindahan dan perceraianmu di antar kakakmu jika sudah beres semua kamu katanya disekolahkan disini sama Kak Hendri mu "
" aku menyayangimu dek karena hanya kamu dan kakak anaknya ibu kamu yg sedarah dengan kakak "
__ADS_1
" iya kak Ani juga sayang sama kakak " mereka pun saling berpelukan rasa sayang dan terharu jadi satu meliputi keluarga itu
sudah seminggu Ani tinggal disitu tiba2 masalah baru datang, Ani yg disuruh budehnya mengantarkan obat buat nenek ke rumah depan, Ani takut tapi Ani Mencius memberanikan diri pasalnya neneknya gk menyukai Ani, Ani berjalan menuju rumah depan dengan hati yang harap2 cemas setibanya Di rumah depan Ani langsung menghampiri neneknya
" nek ini obatnya dari budeh katanya suruh minum sekarang "
" siapa kamu ngatur2ku "
dengan rasa takut Ani diam saja mendegar hinaan dari neneknya itu, setelah dirasa aman Ani meninggalkan rumah depan balik ke kamarnya dan langsung menangis yg sejadi2nya, Ani mengingat betul ucapan neneknya kalau aku anak yg tak diharapkan, kala itu Ani menangis sampe sesenggukan, tangisan Ani terdengar oleh kakaknya langsung sang kakak mengahmpiri dan memeluk Ani menanyakan apa yg terjadi
" gapapa kan mungkin nenek benar aku tak diharapkan "
__ADS_1
" eh jangan bilang gitu yakin ada kakak disini gk boleh nangis lagi ya anggep aja ucapan nenek angin lewat dek "
" tapi Ani takut kak kalau nenek marah menyeramkan wajahnya *
sambil tertawa kak Hendri menjawab " kamu pikir hantu hahaaa, sudahlah gk usah dipikirin buang2 waktu aja dek "
" ya kak "
" eh surat2 mu molai besok tak antar ngurunya biar cepet beres "
" siap kak "
__ADS_1
" ya udah kakak tak keluar dulu "
" ya kak "