
pagi hari
terdengar suara alarm dari hp Ani dengan segera Ani mematikan alarmnya dan mencoba tersadar dari tidurnya
" wah sudah pagi aja aku harus semangat karena hari ini aku akan membuka lembaran baru dan membuang semua yang datang karena terpaksa apapun itu reaikonya nanti, semangat Ani " menyemangati diri sendiri
tak Lama si suami mengetuk pintu kamar Ani dan niat membangunkan Ani tuk sholat subuh
" An bangun waktunya sholat subuh"
" ya aku udah bangun "
" ya udah aku berangkat keep masjid dulu "
" ya"
setelah si suami berangkat dengan segera Ani mandi dan sholat setelah itu Ani hendak memasak untuk sarapan pagi dengan si suami yang terakhir kalinya, setelah selesai masak Ani memanggil si suami yang lagi bersiap2 dengan seragam kerjanya
" sarapan siap "
" ya bentar lagi aku selesai kamu sarapan duluan aja An"
" ok"
__ADS_1
setelah sarapan si suami berangkat kerja dan Ani menunggu sang kakak untuk jemput Jam menunjukkan pukul 10 pagi tiba2 terdengar suara pintu di ketuk
tok tok tok
" ya sebentar, pasti itu kakak" gumam Ani
setelah pintu di buka ternyata benar sang kakak yang datang hendak menjemput Ani dengan segera Ani memanggil kakak iparnya hendak berpamitan untuk pindah
" masuk dulu kak bentar tak panggilin kakak ipar untuk berpamitan"
" ok, eh suamimu ada ta? "
" kerja "
" ya kak "
dengan segera Ani menghubungi si suami Agar cepat pulang setelah itu memanggil kakak iparnya untuk bertemu dengan kak Hendri
kakak ipar pun datang ke rumah dan menyalami kak Hendri
" eh tumben kesini ada apa? "
belum sempat terjawab pertanyaan kakak ipar terdengar suara si suami datang dari kerja
__ADS_1
" eh kak Hendri ada apa kesini? "
" sebelumnya saya mohon maaf yang sebanyak2nya niat saya kesini karena mendengar dari adik saya sendiri apakah Benar perikahan adik saya dan kamu karena teraksa? "
" Ya kami dijodohkan" jawab si suami
" maka dari itu kenapa adik saya sering sakit2an akhir2 ini setelah menikah karena saya yakin adik saya sangat tertekan meskipun saya baru bertemu adik saya saya tahu perasaannya karena adik saya sendiri yang menceritakan semua masalahnya sama saya "
" terus maksudnya kedatangan nak Hendri kesini buat apa?" jawab kakak ipar Ani
" dengan mengucap terimakasih karena mempertemukan saya dan adik saya serta mohon maaf yang sebesar2nya dengan berat hati saya mnyetujui permintaan adik saya kalau dia ingin ikut tinggal bersama saya dan keluarga saya di sana degan jalan berpisah dari kamu "
" eh gk bisa kok enteng banget kamu bilang gitu, apa benar dek Ani kamu mau pisah dengan adek saya yaitu suamimu?" tanya kakak ipar
" ya kak keputusan saya sudah bulat Karena saya tidak menyukai keterpaksaan ini, maaf sekali lagi "
" Oh gitu ya kamu ternyata licik juga udah di temuin dengan keluarganya sekarang maen mau pisah gitu aja dengan mudahnya "
" gini kakak ipar yang terhormat saya tidak menghendaki pernikahan ini saya sudah berkali2 menolak tapi kak Bram dan istrinya yang sealu memaksa aku jadi jangan salahkan aku jika aku tak suka rencana ini semua"
" gimana dengan kamu dek sebagai suaminya jawab dengan tegas aku gk mau adekku di giniin, jawab kakak? " ucap kakak ipar dengan nada menekan
" ya gapapa kak kalau Ani gk suka dengan aku karena menganggap ini semua keterpaksaan belaka aku rela berpisah asal Ani bahagia" jawab si suami
__ADS_1