
sementara ditempat lain,tepatnya dijalan raya
terlihat seorang wanita berjalan tak tentu arah dengan pakaian yang basah kuyub,karna kondisi cuaca sedang hujan deras..ya wanita itu rania
rania berjalan sepanjang jalan raya sambil menangis,karna merasa takut dikota orang berjalan sendri tengah malam,dia tak berteduh karna takut jika ia berteduh akan ada orang jahat yang menghampirinya
"mama,papa....rania takut,rania tidak tau saat ini rania berada dimana"gumam rania air matanya mengalir deras bercampur air hujan
dia sangat kedinginan,sebenarnya dia sudah tidak kuat berjalan..
dsisi jalan sesorang didalam mobil terkejut melihat rania hujan hujanan
"rania"ucap rangga terkejut saat melihat rania
lalu dia menghampiri rania
sorot lampu,membuat rania silau,dia semakin takut.mobil itu orang jahat,dia terus menunduk takut sampai akhirnya dia mengenali suara seseorang
"rania,apa yang kau lkukan djalan begini hah,,kenapa belum ke hotel"ucap rangga dengan nada tinggi dia sedikit emosi melihat rania kehujanan
"kamu pikir aku sengaja hujan-hujanan,sambil berjalan kaki hah"bentak rania pada rangga,karna dia begitu emosi saat meninggalkannya begitu saja
"kenapa kau membawaku bertemu teman-temanmu jika jadinya keberadaanku tidak dianggap"tambahnya sambil menangisi kesedihannya
"aku duduk sendiri dicafe itu,orang-orang melihatku begitu menyedihkan menjadi diriku...tp aku tak mempermasalahkannya karna memang aku hanya seorang sekretaris rendahan,yg lebih menyakitkan..dengan se enaknya kau menyuruhku kembali ke hotel sendri,yang aku sendiripun tak tau jalan kehotel,aku ingin memesan taxi tapi aku sadar tak membawa uang,hp pun aku tak bawa"ucap rania berteriak meluapkan emosinya pada rangga
"kenapa kau membawaku tuan rangga,jika akhirnya aku diperlakukan menyedihkan begini"ucap rania lemah hingga tubuhnya akan jatuh beruntung rangga cepat menangkapnya
__ADS_1
"sebaiknya kita kembali ke hotel,hujannya semakin deras"ucap rangga sambil memapah rania ke mobil
sesampainya dihotel
rangga menggendong rania,karena terlihat rania pingsan
didalam kamar rania
"rania bangunlah jangan membuat ku takut"ucap rangga sambil menepuk nepuk pipi rania
hm hm hmm
"akhirnya kau sadar juga"rangga lega melihat rania sadar
"sebentar,aku akan memanggil petugas hotel agar membantu mengganti bajumu"ucap rangga beranjak keluar memanggil petugas hotel
dilihatnya rania memejamkan mata,mukanya pucat akibay kelamaan kehujanan
"maafkan aku rania,karna aku kau kehujanan" ucap rangga memegang tangan rania
beberapa menit kemudian tangan rania terasa panas,dan ya benar saja saat rangga menyentuh keningnya,rania demam
"rania ku demam.tunggu sebentar"ucap rangga berlari keluar kamar
rangga kembali dwngan membawa obat serta mengambil air dimeja dekat tempt tidur rania
"rania bangunlah dulu,minum obatnya"
__ADS_1
rangga membantu rania meminum obat,kemudian menyelimuti rania
ke esokan hrinya rania terbangun kepalanya terasa pusing,pandangannya tertuju kepada rangga yg tertidur sambil memegng tangannya
"*apa semalam dia merawat dan menjagaku"
rania dalam hati
"biarin ajalah ini juga salahnya ninggalin aku gitu aja"tambahnya*
rania berusaha bangun untuk ke kamar mandi tapi tenaganya tak kuat,kepalanya terasa pusing..akibat pergerakan rania membuat tidur rangga terganggu
"rania,kamu sudh bangun"menyentuh kening rania,"syukurlah demamnya turun
rania tak menjawab,dia masih kesel kepada rangga
"kau mau kekamar mandi,biar aku bantu"rangga berdiri sambil membantu rania
tapi kepala rania terasa sangat pusing sehingga dia tk kuat berdiri,dia akan jatuh,dengan sigap rangga mendekapnya
pandangan mereka bertemu
"dia cantik,matanya indah"ucap rangga dalam hti
"dia tampan,tapi begitu menyebalkan"rania dalam hati
beberapa detik kemudian mereka tersadar,dan langsung membenarkan posisi mereka,mereka sama-sama salah tingkah..
__ADS_1
rangga membantu rania ke kamar mandi