
"ada apa dengaku sih, kenapa hal kayak gini terjadi dengan dia. dasar cowok cabul.. seenaknya menyentuhku seperti ini.. arggghh." kata kesal seolah berbicara pada diri sendiri.
"Dinda.. kamu nggak apa-apakan..? ada yang sakit nggak?" ucap Anya khawatir.
"aku ngga apa-apa Nya.. kayaknya aku sial lagi kan hari ini.?" kataku sambil memonyongkan bibir.
"udah, gak ada kata sial hari ini.. kalau kamu gak mau masuk ke Bazaar yang tadi juga ngga apa-apa kok. aku ngalah deh.." kata Anya " yang penting sahabat ku yang kecil ini senang" sambung Anya sambil menggandeng lenganku.
"cih.. ngerayu lagi.. kamu tau nggak, tadi aku malu banget" kataku sambil menutup muka
" oh itu sebabnya kan kamu mau ke toilet. tenang aja kamu masih cantik kok walau tadi terjatuh sekalipun.." ledek Anya. " tapi aku juga bakal lakuin yang sama andai saja aku melihat kamu hampir terjatuh. aku tidak tega kamu jatuh di atas pagar kawat berduri" sambung Anya lagi. Aku hanya mangangguk, memahami maksudnya.
"jadi ke Toilet Nggak?"
"Emm,,ngga jadi,,, hehehe" kataku sambil tertawa. perasaanku sudah tenang tak lagi deg-degan.
__ADS_1
" main kincir Angin yuk..." ajak Anya sambil menunjuk ke arah wahana permainan Kincir Angin tersebut.
aku hanya mengikuti arahan Anya. membeli tiket dan menunggu antrian untuk masuk kedalam sebuah tempat yang lebih mirip sarang burung namun lebih besar yang bisa ditempati duduk oleh 4 orang. namun, Aku hanya bersama Anya didalam sana. kincir Angin mulai bergerak semakin lama semakin tinggi keberadaanku.
putaran kedua tiba-tiba benda itu berhenti bergerak, mungkin sedang ada yang bergantian dalam wahana itu. dari atas aku melihat Dafa yang berdiri seperti sedang melihat sesuatu dilengan bajunya. setelah itu ia mendongakkan kepalanya seperti sedang mencari seseorang. tak lama kemudian Dafa meninggalkan tempat berjaganya setelah berbicara dengan seorang pengawal lainnya yang ada disana. ia berjalan menyusuri keramaian. entah apa yang ia cari.
kini kincir tiba bergerak, semakin lama semakin cepat. aku tak dapat melihat jejak perginya dafa.
"kamu kenapa Din?" tanya Anya. "lagi liat apasih..?" Tanya Anya Lagi sambil melihat ke sekeliling dan ke bawah
" kita harus ambil gambar tepat ketika kita berada di atas lagi nantinya.." kata Anya.
" okey.." jawabku sambil tersenyum menghapus kecurigaan Anya.
setelah 8 kali putaran dalam wahana kincir angin, dan telah mengambil gambar ketika tepat berada di ketinggian pada putaran terakhir, kini saatnya aku dan Anya bergegas mencari tempat untuk membeli sesuatu yang bisa mengisi perutku yang keroncongan. Aku dan Anya belum sempat makan malam sebelum berangkat.
__ADS_1
"makan apayah enaknya.." gumamku
"kebab.. tuh ada kebab.. kayaknya enak tuh.." seru Anya sambil menunjuk ke arah penjual kebab. "ternyata pendegarannya cukup tajam" kataku dalam hati.
"ayo.. kebetulan aku lapar.." ajakku, kali ini aku yang menyeret Anya. hehehee.
"mau minum Apa?" tanyaku ketika tiba di depan penjual Kebab yang kebetulan berdampingan dengan penjual Jus Buah.
" Aku coklat.." jawab Anya
"okeeh.."
Aku memesan minuman dan Anya memesan Kebab. aku mengambil tempat duduk tepat berada disudut lokasi penjual Kebab itu. pemandangan yang indah. lampu-lampu jalan berkelap kelip terlihat jelas karena berada di pinggir lapangan tersebut.
"ahh capek..". keluh Anya sambil membawa 2 buah kebab di tangannya. " ini buat kamu, isi daging sayur kamu suka kan ?", tanya nya lagi.
__ADS_1
" kamu kan udah tau aku gak pemilih kalau soal makanan asalkan halal Bebz.." jawabku sambil meraih kebab di tangan Anya.