Cintamu Dan Takdirku

Cintamu Dan Takdirku
Gelang Cinta


__ADS_3

ketika sedang makan, aku menyadari ada yang kurang di tangan..


"wah Gawat... gelangku..??" kataku sambil meraba raba lenganku. aku selalu memakai gelang liontin dengan hiasan berbentuk hati dengan permata berwarna biru saphire.


" kamu mungkin memang tidak menggunaKannya kali ini Din.. barangkali lupa dirumah.." sanggah Anya santai.


"nggak kok.. tadi aku pakai pas mau kesini..." kataku sambil melihat lihat area sekitarku.


"aku cari dulu yah.." kataku sambil bergegas menyusuri jejak yang telah ku lalui. namun, rasa nya mustahil aku bisa menemukannya. ditempat yang ramai seperti ini. bisa saja orang lain menemukannya..


" huuuffftt...", aku menghela napas.


padahal itu adalah hadiah dari kak Satry dan kak Angga sebelum mereka pindah keluar kota.


Anya pun ikut menyusul membantuku mencari gelangku. menyusuri setiap tempat telah kami kunjungi bahkan sampai ke wahana kincir angin. aku putus asa. mungkin aku harus mengikhlaskan benda itu. padahal itu sangat berharga bagiku.


aku teringat dengan Stand bazaar MP grup. aku segera menarik lengan Anya menuju kesana.


aku cukup gugup untuk memulai pembicaraan dengan Dafa.


"halo.. Daf..", sapaku setelah tiba di stand dan melihat dafa disana.


" hay.." balas Dafa sambil tersenyum. manisnya.. hehehe..

__ADS_1


" kamu cari ini yah..?" kata Dafa sambil mengeluarkan benda yang ku cari.


"oh.. iya... bagaimana bisa kamu tahu aku mencarinya?" tanyaku basa basi.


" yah tau lah. benda ini kan punya kamu..." jawab Dafa sambil sambil menarik lenganku. jantungku berdetak begitu cepat hingga rasanya akan melompat keluar..


"aku tidak mengerti bagaimana bisa gelang ini ada dilengan bajuku... andai kamu tidak kemari mencarinya, mungkin aku yang akan mencarimu..." sambungnya lagi sambil memasangkan gelang di lenganku.


Aku hanya terdiam terpaku berada dalam kondisi sekarang. bahagia... senang.. aaarrrgh.. aku tak mengerti. ada rasa yang tak dapat ku uraikan dengan kata kata. begitupun dengan Anya yang menyaksikan adegan ini hanya bisa melongo dengan tangan menutupi bibirnya. syok.. yah untuk pertama kalinya berada dalam situasi seperti ini.


Tatapan Dafa begitu teduh, menghangatkan.. entah berapa lama waktu berlalu untuk saling bertatapan dan tanganku masih dalam genggamannya.


"uhhukk uhhukk.. aku beli minum dulu yah Din..", suara Anya menyadarkanku. Dafa melepas genggamannya.. aku jadi salah tingkah. begitu juga dengan Dafa.. hehehe..


" oh.. emmm.. eee aku aja yang beli minum, kalian duduk didalam saja dulu, pasti capek kan keliling cari gelangnya.." kata Dafa mencegah Anya pergi.


Dafa pun berlalu untuk membeli minuman. entah berapa banyak yang akan dia beli. hehehe..


"oouuuuhhh pengertian banget sih diaa.. aaaaa cowok idaman banget.. beruntung deh kamu Din kalo bisa dapatin Dafa.." celoteh Anya Lagi.


" Anya udah dong.. aku gugup banget tau nggak.. tapi ini pertama kalinya ada yang seperti dia. aku kira semua cowok sama.." kataku sambil tersenyum sendiri..


"emang menurut kamu. Dafa seperti apa Din?"

__ADS_1


"haa..hohoho... aku juga nggak tau sih.." kataku sambil tertawa menutupi perasaanku bahagia bercampur aduk.


Anya hanya manggut manggut dengan bibir dimonyongkan. aku mengikuti tingkah Anya. tidak lama kemudian Dafa datang dengan 3 botol minuman dan 3 kotak puding Lava Coklat ukuran sedang.


"sorry... aku kelamaan yah", tanya dafa sambil menyimpan belanjaannya didepan kami dan duduk tepat di depanku.


"iya lumayan sih sampe tenggerokan udah mengering" jawab Anya pelan..


"maaf, tadi agak ngantri buat dapatin puding coklat lava. aku rasa kalian akan suka ini.." sahut Dafa lgi sambil menyodorkan masing masing puding dan minuman didepan kami.


"kamu nggak apa apa duduk di sini bareng kita nih.? bukannya sekarang kamu masih sedang menjaga di pintu depan?" tanya ku sambil melihat lihat area sekitar.


"oh... aku sudah selesai, sekarang diganti pak Bara yang menjaga.. jadi aku bebas sekarang.. kecuali kalau dibutuhkan mendadak oleh Boss". jelas Dafa.


Ddrrr.. drrr.. ddrrr


hp Dafa bergetar, panggilan masuk dari Boss. aku tahu, karena aku melirik hp Dafa saat bergetar yang diletakkannya di atas meja.


NB:


visualisasi gelang yang ku maksud seperti ini yah readers


__ADS_1


🤗dear Readers ku. makasih yah sudah berkunjung ke Ceritaku. makasih juga yang sudah like. jangan lupa Tap Love juga jadikan sebagai favorit. tinggalkan komentar dan vote nya..


wassalam😊


__ADS_2