Cintamu Dan Takdirku

Cintamu Dan Takdirku
Wajah Dafa


__ADS_3


Dafa segera mengangkat phonselnya dan berjalan menjauh. entah apa yang mereka bicarakan.


"emm Sorry yah Aku cabut duluan.." kata Dafa sambil mengambil phonselku yang ku letakkan di atas meja. tak lama kemudian phonsel Dafa berbunyi lagi dengan singkat.


" ini nomor aku, kamu simpan yah.. aku pergi dulu. jangan lupa berhati hati saat pulang nanti" kata Dafa lagi sambil tersenyum manis.


"oh iya.." jawabku singkat..


Dafa telah berlalu entah kemana. aku dan Anya pun beranjak pulang.


sepanjang jalan aku. terulang ulang sikap Dafa yang begitu perhatian..


"Awass Dindaaa...." Anya mengagetkanku. Aku terlalu banyak melamun hingga lupa bahwa aku sedang menyetir.


begitu kuat sihir Dafa, hingga membuatku sepsrti ini.


"Dinda.. are you oke?" tanya Anya Khawatir.


" I'm oke... sorry yah aku nggak fokus bawa mobilx".


"dari tadi aku perhatiin kamu senyam senyum sendiri..jangan bilang kamu suka sama Dafa.. hooo Oo my god". celoteh Anya


aku hanya tersenyum. entah ini apa namanya. yang jelas aku merasa ada yang berbeda dengan perasaanku. tak seperti biasanya. sesuatu terjadi dengan hatiku. jantung teruk berdetak abnormal ketika mengingatnya tersenyum. sihir.. aku tersihir olehnya.. hingga aku lupa kalau rumah Anya sudah lewat.

__ADS_1


"Din.. kita mau kemana?, rumahku kan di Blok A din..".. tegur Anya.


kiiiikkkk..


bunyi gesekan ban mobil dan aspal terdengar.


aku mengrem seketiKa.


"aahhh dindaaa... kalo jatuh cinta jangan membahayakan diri dong.." kata Anya meringis karena jidatnya yang terbentur di dasbor mobil.


"sory.. sory.. aku kebanyak melamun.. sory banget yah.." kataku sambil menyesal karena tidak fokus berkendara.


"ya udah putar balik gih.." pinta Anya


"Oke beibz... skali lagi sory yah" sambungku lagi sambil mengacak acak poni Anya..


hanya butuh waktu 2 menit untuk tiba kembali ke rumahnya


"aku duluan yah dind... kamu yang hati hati. jangan ingat Dafa melulu... hehehe" kata Anya dengan nada sedang mengeledekku.


"ya udah.. bye bye.." jawabku sambil tertawa dan berlalu dari hadapan Anya.


aku segera memarkir mobil di garasi, sepertinya ibu ku belum tidur.


"bu aku pulang..." kataku menyapa ibuku yang sedang menonton sendirian.

__ADS_1


"gimana jalan-jalannya Din.." tanya ibuku


"lumayan menyenangkan bu.. " kataku tersenyum sambil duduk disamping ibu ku.


" kamu sudah makan?"


"sudah tadi bu. aku makan kebab dan puding disana.."


"mana boleh dikatakan makan klo hanya kebab dan puding. ayo makan nasi dulu lah sayang.." pinta ibuku. aku tak melawan.. aku mencium pipi ibuku


"baiklah ibuku sayang.. aku ke dapur dulu.." kataku sambil beranjak ke dapur.


"jangan lupa cuci tanga dulu Din.." teriak ibu ku dari ruang nonton


sebenarnya aku bukan anak tunggal beneran. aku punya Kakak. tapi dia sudah lebih dulu menghadap yang Maha Pencipta saat aku masih berumur 5 tahun. waktu it kakak aku berumur 11 tahun. namanya Dika Adyatma. aku tak menyangka kakakku satu satunya begitu cepat meninggalkan kami semua. Ayahku bernama Adyatma. ayah bekerja di sebuah perusahaan diluar kota. ayah hanya pulang ketika hari minggu dan hari libur lainnya.


aku mencuci tanganku lalu makan. entah berapa lama aku di meja makan. setiap benda yang ku lihat selalu bermunculan wajah Dafa. ah itu membuatku sedikit frustasi. ku habiskan makanan ku dan bergegas ke kamar. hari yang lelah. hari yang luar biasa.


aku segera mencuci kaki, mengganti pakaian dan bersiap siap untuk tidur. ingin rasanya aku tidur. namun setiap kali memejamkan mata wajah Dafa muncul dengan senyumnya yang manis. aahhh benar benar membuatku insomnia. entah hingga pukul berapa aku baru tertidur sesungguhnya.


NB:


jangan bosan2 membaca ceritaku yah readers..


tap love❤ agar kamu mendapat pemberitahuan ketika ceritaku telah terupdate😉

__ADS_1


terima kasih telah berkunjung. jangan lupa like, komentar dan vote yah😘


nantikan visualisasi Dinda di episode berikutnya yah..😊


__ADS_2