
Namaku arisa.Tahun ini aku berumur 15 Tahun . Aku memiliki keluarga yang lengkap tetapi tidak bahagia . memiliki pacar dan tidak memiliki sahabat . Selalu salah dimata keluarga dan orang lain . Agak sulit untuk aku katakan tetapi itu memang kehidupanku . Memang itu lah realitinya .
“Arisa ? kamu baik baik aja kan ?”
Aku menoleh ke salah satu teman sekelas ku lantas tersenyum padanya . Rina namanya . Dia selalu berhasil membuat aku terus sebak kerana dia selalu menanyakan hal yang sama padaku. Apa aku terlihat begitu tidak baik baik sahaja dimatanya ? apa wajah ceria ku setiap hari belum cukup untuk menutupinya di depan rina ?
“Aku baik baik aja kok rina”
Keningnya ditautkan .
“Kamu bilang kamu baik baik aja tapi kenapa kamu menangis ? Belum lagi saat di aula minggu lalu kau menangis dan terus menangis tanpa menjawab pertanyaanku”
^^^Aku memandang Rina sayu . Benar katanya , Minggu lalu di aula aku menangis dan terus menangis kerana aku sudah tidak kuat menahan air mataku saat itu. Maaf Rina.^^^
“Maaf untuk minggu lalu aku terlalu teringat tentang Korea drama yang aku lihat . Dan yah seperti yang kau lihat hari ini aku sekali lagi baik baik sahaja kerana aku masih tersenyum kepada mu”
Aku menyekah airmataku dan tersenyum padanya menunjukkan deretan gigi ku. Sekarang ! Saat ini ! detik ini ! Aku benar benar gak kuat !
***
__ADS_1
*Aku bergegas meminta izin ke bu guru untuk ke toilet . Menutup pintu toilet dan menangis sejadi jadinya di sana .
Sakit hatiku tidak biasa saat mengingat masalah ku . Kenapa saat aku ngelamun dan menikmati waktu sendiri malah menangis dan saat itu juga ada rina sih ?!
Dia selalu datang dan menanyakan hal yang sama di waktu yang tidak tepat !
Melihat tanganku yang menggigil ketakutan . Aku takut jika semuanya menjadi teruk , aku takut semuanya menjadi tanpa hancur , aku takut apa yang aku takuti terjadi* .
Sret...
satu garisan dari serpihan kaca berhasil dibuat di tanganku . (⚠️Adegan ini jangan ditiru ! ⚠️) Airmataku mengalir lagi apabila aku tersedar melukai diri . Tersenyum miris seketika dan mengenangkan nasib .
3 bestie ku mendekat . Tersenyum girang begitu juga denganku* .
“Risa ayo kita ke kantin bersama !”
Ajak salah seorang dari bestieku . Dila .
“Yaudah ayok aku juga udah lapar banget”
__ADS_1
Berjalan girang dan mulai berdampingan bersama menuju kantin . seperti biasanya kami bertiga bercerita bersama dan tertawa.
tapi tiba tiba ira bertanya padaku
“Aku saat ini sangat bersyukur kamu sudah tidak melakukan perkerjaan bodoh itu lagi dan sudah terlihat lebih baik sekarang”
Ira memandangku hangat . Jangan kaget , aku waktu itu cuman belum jago memendam sakit sekarang udah lumayan jago.
“haha, iya dong sekarang kan aku udah lumayan bahagia”
Tiba tiba anak mata ku terhenti pada anya .
Kenapa dia melihatku begitu ?
“cuman satu. sekarang kamu udah gak ketawa kayak dulu lagi , Aku kangen dengan cara ketawa mu yang dulu, dan kau yang dulu yang banyak bicara”
Jangan tanyakan itu padaku. Anya seharusnya mengerti dan lihatlah di depan matanya bagaimana aku diperlakukan oleh orang di sekitarku .
“Kamu bilang apa sih anya ? Aku masih kayak dulu kok”
__ADS_1
kataku sembari tertawa