CONSCIENCE

CONSCIENCE
PROLOG


__ADS_3

2018


“Kemarin waktu loh gak hadir gw sempat di bully”


2022


“Maaf saya harus pergi risa”


2021


“Loh ternyata asik juga yah arisa”


“Hey sedar risa !! dia udah pergi !”


2022


“Kalian semua semangat yah!”


“Kita cerai !”


Gw dimana ? Kenapa semuanya terimbas kembali ? Suara suara itu .. aku benci mereka ! Pergi dan jangan kembali lagi !


Aku terbangun dari tidurku. Kenapa hanya itu yang setiap hari menghantui aku ? Apa tidak ada hal lain lagi ?


Sempat aku melirik ke arah jam di atas meja sebelah kasur ku . 2 : 00 am


lagi lagi terbangun di jam segini dan aku lagi lagi mengeluarkan airmataku .


Kini tangan ku sudah beralih meraih ponsel ku. Dapat ku lihat wallpaper aesthetic itu yang di penuhi dengan segala kenangan .


Aku kangen mereka .. dan aku berharap bisa bertemu mereka lagi , yah ! mereka bestieku , sahabatku , dan keluargaku yang dulu ! Walaupun terkadang mereka sangat bawel ataupun ngeselin .. Ingin rasanya aku memutar waktu kembali pada saat kami masih bersama. Berpegangan tangan dan terkadang juga saling menjaga maupun melengkapi


“Shit !”


Airmata yang tidak berhenti keluar ini membuat aku kesal dan tak terima . Sakit hati dan sesak nafas itulah yang ku rasakan saat mereka semua terus menerus berhasil membuat aku overthingking

__ADS_1


“ARGHH AKU BENCI KALIAN SEMUA”


Dulu mereka yang selalu tersenyum padaku dan memberiku semangat dan sekarang semua itu seperti tidak pernah terjadi


Mereka melihat ku seperti orang asing dan tatapan mereka yang berhasil membuatku selalu menunduk


Ada juga yang lain sudah benar benar pergi dan aku yakin kami tidak akan bertemu lagi kerana kota mereka sangat jauh dari kota ku


***


“Risa ?”


Seketika arisa berhenti memakan roti yang udah dia bakar. Suara itu sangat familiar di telinganya. Suara yang sangat dia rindukan


Tapi dengan tatapan datar arisa melihat wanita paruh baya itu


“Kenapa mom ?”


“Maafkan mommy ya jarang pulang soalnya daddy baru kamu sibuk terus akhir akhir ini”


“gak pulang juga gapapa risa udah biasa di tinggal sendiri”


mommy risa atau bisa di panggil Lidya hanya sedikit terkedu melihat kelakuan anaknya . Ada apa dengan anak itu ?


Risa berjalan kaki ke sekolah nya dan tak hanya itu sampai di sana juga dia bertemu dengan 3 bestie nya yang kini sudah dia anggap sebagai mantan bestie . Kenapa begitu ? Kerana arisa hanya di layan jika mereka gak punya teman atau salah satu dari mereka bertiga tidak hadir . Toh , mereka juga gak pernah mikirin perasaanya risa


“Pagi risa”


“hm”


“Sekarang lu makin cuek ya”


“hm”


Ketiga sahabat itu mengetap bibir . Mereka tidak faham dengan sifat arisa yang semakin lama semakin berubah

__ADS_1


“Dia kenapa sih ?”


Tanya doi nya Arisa. atau bisa di panggil arga .


“lagi caper sama lu kali”


Arga mengernyit melihat sosok sahabatnya di sebelah. Ya , mereka selalu berjalan kaki bersama tapi sayangnya arisa sudah tak seceria dulu dan dia kini selalu mendahului mereka


Tidak ada yang tahu ketika itu Arisa sedang menahan airmatanya agar tidak terjatuh , Namun tidak berhasil apalagi saat ini kepalanya sangat pusing. Dia akhirnya terduduk di pinggir jalan dan mantan bestie dan doi nya menghampiri


“Arisa !!”


Sedikit berteriak anya memanggil nama arisa. Doi nya terlihat sangat khawatir begitu juga dengan sorot mata mantan bestie nya. Melihat itu arisa semakin kebingungan. Ada apa dengan mereka ?


“lu gapapa ris ?”


“Gw gapapa , udah sana.”


arisa kembali bangkit tanpa menyambut uluran tangan dari rara


“ris gw kangen loh yang dulu!” bentak hati ira.


Tanpa sedar dia mengalirkan airmatanya dan itu berhasil membuat doi arisa , sahabat doi arisa yang tak lain adalah sahabatnya dari kecil , anya dan rara melihatnya kebingungan


“Lu kenapa ira ?”


Rafael bertanya .


“gapapa”


“Lu kangen risa yang dulu kan ?”


Damn it ! Rafael sangat mengerti raut wajah ira


“ARISA ! BERHENTI LOH DI SANA !”

__ADS_1


Rafael berteriak sangat keras dan tentu sahaja itu membuat arisa terkejut tapi masih lanjut berjalan menuju sekolah


__ADS_2