
*gw sedang mengenggam tangan anak kecil yang bersenandung riang .
Mungkin memang takdirku bertemu dengan nya di kampung berseri ini. Dia sangat mengerti aku .
' Anak ini sungguh ceria* '
“Kalo kakak sayang aku , kaka bisa cuba membuka hati biar biar kakak benar benar sayang aku”
Gw terkekeh kecil mendengarkan itu . Tuh kan , dia mengerti lagi . Malaikat kecilku yang aneh …
Senja itu membuat suasana semangkin tenang . Sebentar lagi jam 6 . Aku akan menghantarkan arisa pulang
Arisa melepaskan tautan jari kelingking kami . Dia berlari kecil ke arah bunga mawar berwarna putih dan hitam yang ada di taman ini
“Kakakk !!”
Dia kembali membawa bunga mawar hitam dan putih dan memberikannya padaku.
“Kakak pilih satu, Kalo kakak salah pilih kakak harus bawa arisa pulang ke rumah kakak”
Aku memilih bunga berwarna hitam , Namun segera dia menariknya
“Kenapa ?”
“Kakak salah pilih”
“Oalah maaf , kakak nggak tau.. soalnya kakak suka warna hitam”
“gimanapun kakak harus belajar menyukai warna putih semula kerana bagi arisa putih melambangkan ketenangan tapi berbeda dengan warna hitam . Kerana warna hitam Melambangkan kalo dia sedang tidak baik baik aja dan mencuba untuk mempertahankan dirinya. mempunyai pribadi yang baik dan dingin juga mandiri”
“Kamu ternyata pintar juga ya”
Pintar menjadikan hati kakak tenang dan membuka hati kakak untuk memaafkan mereka lagi ^^
...****************...
__ADS_1
Di sisi lain
“WOY BANGUN GOBLOK INI GAK LUCU TAHU GAK !”
Airmatanya bercucuran jatuh membasahi tangan sang sahabat yang tertidur baik di brankar . Infius serta alat bantuan untuk bernafas .
“MAAFKAN BUNDA NAK , AYO DONG BANGUN .. KAMU JANGAN TINGGALKAN BUNDA SENDIRIAN DI SINI”
Seperti mendengarkan apa yang orang orang itu katakan orang yang ada di brankar tersebut mengalirkan airmata
Raut wajah yang tenang itu seketika terlihat sangat lelah
...****************...
*gw berhasil menghabiskan waktu seharian bersama dengan Arisa. Sekarang anak itu telah tertidur pulas di kasur milik gw . Setelah makan dan mandi dia langsung tidur begitu sahaja . Benar benar gw banget.
gw berbaring di sebelahnya . Pipi gembul ini pasti telah berkali kali mengalirkan airmata* .
Kakak harap kamu bisa membesar dengan adanya kasih sayang kakak di sisi kamu . Jadilah seseorang yang kuat , Jangan khawatir kakak akan sentiasa ada buat kamu untuk menyemangati hari hari kamu di sini
Gw gak bakalan pulang dan mulai sekarang gw bakalan cari kerjaan di sini .
Jadi si arisa ini sudah lulus kuliah cuman dia ingin mengulang aja
[flashback on]
Candaan seorang gadis imut membuatkan suasana menjadi begitu seru. Mereka sedang mentertawakan pak guru yang kemarin di hajar oleh gadis imut tersebut sampai babak belur bukan karena gadis itu kurang ajar salahkan sahaja pak gurunya yang berani berniat menyentuh salah seorang senior mereka
suasana itu jadi tambah seru apabila terdengar tawa dari salah seorang teman sekelas mereka , dia tertawa begitu asik sampai terkentut
“eee jorok banget sindyy”
“anjay baunya”
“SORRY GIRL GW GAK SENGAJA TERLALU LUCU SOALNYA WKWKWKWK”
Tawa mereka bubar ketika si pak guru yang di omongin datang.
__ADS_1
“Loh kok belum di pecat?”
Arisa duduk di atas meja sambil kakinya bersilang.
“Sebelumnya saya mau minta maaf kerana berniat melecehkan senior kalian. Jujur saja saya cuman khilaf waktu itu . Untung ada kalian yang segera datang , maafkan saya”
Kemudian bisikan bisikan kelas mawar terdengar dari seluruh sudut ruangan
“salah dia sendiri gak bisa nahan nafsu shaiton itu”
“kalo aku gak sudi mau terima maaf dari dia”
“iya gw juga setuju dengan cadangan lu”
“mending di pecat aja , orang seperti ini gak pantas di sini”
pak guru itu menghela nafas.
“Maaf sekali lagi”
Arisa akhirnya turun dari meja yang dia duduki
“Kenapa minta maaf di kelas mawar ? Seharusnya kan di kelas senior itu”
Pak guru itu segera keluar dengan satu kata terakhir iaitu maaf
...
Waktu istirehat akhirnya tiba . Waktu waktu yang di tunggu oleh para siswa siswi
“Iraaaa,anyaaa,araa,rarasss”
Arisa tersenyum girang mengejar teman temannya . Namun tidak seperti yang arisa harapkan tawa empat sahabatnya terhenti ketika dia datang
“Eumhh kalian kenapa ?”
“gpp.”
__ADS_1
empat gadis itu mendahului mereka sementara di bibir raras terdapat satu senyuman yang tidak bisa di artikan oleh arisa