CONSCIENCE

CONSCIENCE
MLDY.OF.T 2


__ADS_3

" Sayangg mana uangnya ? Kok kamu belum transfer duit buat aku shopping ?! " Rara mengeluarkan suara manjanya dia melihat mafin dengan tatapan polos


" Kenapa lu bully adik gue ? " Mafin mengeraskan rahangnya. Sebenarnya dia tidak mau ini terjadi, Tapi Mafin harus mengambil perusahaan itu dari adiknya terlebih dahulu


"lah ? Kamu kesampuk apa sayang ? Bukannya kamu gak peduli sama adik kamu sendiri?" Rara si cewek manja duduk dengan tegak


" Itu dulu. " Cuek Mafin menjawab


" Kamu berubah ya. Aku benci kamu! " Sandiwara yang rara keluarkan tidak mengubris hati Mafin. Namun saat wanita yang ia cintai menjatuhkan airmata dia langsung menyekah airmata Rara


" Kenapa? Bukannya kamu gak peduli lagi aama aku ? iyakan ?! Pergi aja sama adekmu itu ! " Ucap rara terisak isak.


" Bukan begitu rara sayang.. Tapi aku terpaksa- k-kerana " Lirih Mafin. Dia mengambil telefon pintarnya yang berjenama iphone 15 🗿 lalu menchet Rara


dan setelah mesejnya terkirim,


Plak


" Jadi kamu lebih memilih untuk gak akuin aku ke semua orang daripada gak dapetin harta papa mu ?! " Rara berteriak lantang di hadapan muka Mafin. Mafin meraup mukanya.


Plak

__ADS_1


(kok merekanya jadi tampar tamparan anjir 😭☝🏻)


" Aku kecewa sama kamu ! " Ucap Mafin. Mukanya menahan amarah serta malu, bagaimana tidak ? Rara menamparnya di depan umum.


Mereka sedang di kantin perusahaan. Semua orang melihat mafin sambil menahan tawa


" APA LIHAT LIHAT ?! MAU SAYA PECAT ?! " Suara mafin meneriaki salah seorang karyawan yang melihatnya. Yang jelas karyawan tersebut sedang tertawa lepas


" gak salah dengar gue ? Kan yang punya perusahaan ini adik lu anjirr HAHAHA"


Wanita itu tertawa lantang di ikuti karyawan yang lain. Saat tangan Mafin terangkat ingin menampar wanita tersebut


" Jangan sentuh sahabat gue kalau lu gak mau pacar lu kenapa napa. Dan lu bisa angkat kaki dari sini ! "


" Ini rencana lu kan ?! Gue tahu ini adalah rencana lu ! biar gue sama Rara putus. Iyakan ?! "


Mafin menggeretak Agness. Tapi selangkah pun Agnes tidak mundur ke belakang. Itu membuatkan Mafin mengingat seseorang. Ketika dirinya kecil dahulu, dia sempat bertengkar dengan seseorang


Agness ?


" A- "

__ADS_1


Segera Agness berbicara duluan ketika dia peka kalau Mafin sudah tersedar akan dirinya siapa. Identitasnya akan terbongkar , dan rencana nya akan hancur. itulah yang difikirkan Agness


" gak mau nyelamatin pacar ***** lu banh ? dia ada di penjara. "


Mata mafin membulat sempurna. Sial ! dia hampir melupakan kejadian yang berlaku beberapa detik yang lalu


" Urusan kita bel- "


" Iya lu masih ada hutang sama dia. shu shu sana selamatkan si l*nte "


Tangan Agness mengibas ngibas kayak tetangganya sedang menghalau si Putih ketika membunuh hamster kesayangan si tante tetangga (kucing kesayangan Agnes)


Mafin segera berlari ke parkingan dan memasuki mobil lalu membelah jalan raya menuju kantor polisi.


(Full mood jelasinnya☺️☝🏻)


Sementara Agness hanya melihat Mafin yang tergesa gesa 'Kita lihat sampai mana tenaga mu sanggup bermain denganku' Benak Agness tersenyum. Ya, Agnes suka tersenyum apabila sedang bermain balas balasan dendam dengan seseorang yang bodoh.


Di kantor Polisi


Rara sudah terisak isak masih tidak ingin mengakui kesalahannya. Di samping ia menangis bulu kuduk nya Merinding. Oh jangan tanya kan kenapa ? Kerana dia telah melihat dua orang dalam waktu yang berbeda dengan pakaian yang berubah warna. Melody yang berdiri di sana sudah mempunyai bukti yang kukuh. Dia siap kapanpun melepaskan bukti itu.

__ADS_1


Dia sudah berjanji pada kakak kembarnya dengan adanya bukti itu dia akan bisa menghabisi Rara.


__ADS_2