
MLDY.OF.T·˚ ༘₊· ͟͟͞͞꒰➳MELODY OF TEARS
...----------------...
Melody meringis sakit saat agness menyentuh bahunya yang terdapat luka.
"Aduh..kamu siapa sih ? kok mukanya sama kayak aku ?" Tanya melody , dia tidak nyaman dengan agnes !
" ck , gak perlu banyak tanya bisa gak sih ! Yang pastinya gw ini bakalan baiki luka luka loh , dan sebagai tanda balas budi loh harus ceritain apa yang mereka perbuat "
Melody terdiam seketika,
" Kalau tentang luka ini aku bisa ceritain , tapi gak segampang itu.. Soalnya aku harus memerlukan orang yang benar benar bisa di percaya "
Agness mendengus geram mendengarkan jawaban dari Melody.
" gw kembaran loh "
"hah ?" balas melody merasakan suara agnes kurang jelas.
"gw.kembaran. nya . eloh ! " Agnes menyebutkan satu satu kata dengan menekannya sedikit.
"APAA ?"
" anj, GW INI KEMBARANNYA ELOH NGERTI GAK SIH ?! " ujar Agnes penuh emosi.
"gak boleh toxic, Kamu kakak kembar aku yang hilang waktu umur 10 tahun itu ?" Melody mencuba memastikan.
" lu amnisia atau goblok ?"
Melody melihat setiap inci wajah agnes. gak ada yang berbeda , semua mirip dengannya :)
Bisa bernafas.
" Aku kangen sama kakak "
Melody mengalirkan airmatanya dengan penuh emosi, Dia hampir mengakhiri hidupnya ketika kejadian itu berlaku.
__ADS_1
Agness memeluk erat tubuh Melody.
"aku juga sama , Kangen banget sama kamu"
"sekarang,kamu cerita sama kakak. Apa yang mereka buat ke kamu?"
"mereka jahat kak..Mereka pukul aku , marah aku , dan mereka selalu hina aku"
Agnes mengelus pundak melody perlahan ,
"Setelah ini semua akan berakhir , jangan khawatir"
"Beneran ?" Mata Melody mulai berbinar-binar. Dia sangat polos !
Agness mengangguk meyakinkan . Gak mungkin kan dia berbohong?
...***...
Seorang gadis berjalan layaknya seorang model . Kakinya yang tinggi,Putih alami dan mulus. Semuanya sempurna !
Walaupun sudah di larang keras oleh Melody tapi siapa yang bisa menghalang seorang Agness yang keras kepala ?
"ngapain loh kesini ?"
Agness mengerutkan dahinya melihat sosok abangnya
" Yah wajar dong , Kan ini milik kita berdua "
Agness mendekat ke arah abang nya lagi membuat abangnya mundur.
" Dasar ****** , keluar gak loh dari perusahaan gw ! "
" Gw udah bilang , gw gak akan keluar. Kerana ini perusahaan kita berdua abangku tersayang "
Mafin menautkan keningnya. Darimana Melody mendapat keberanian ini ?!
" Yaudah , Apa maunya lu ? To the point aja bisa kan " Mafin menghela nafas berat
__ADS_1
click. Rekaman suara kes pembullyian Melody di mainkan.
" Lu di bully kan gw udah bilang gak ada kaitannya sama gw ! "
" gak ada lu bilang?! Ada bodoh! Gw inj adik lu "
"lu bukan adik gw ! Gw cuman anak angkat ayah dan ibu "
"ya mau gimanapun gw tetap adik loh !"
"Pergi dari sini Melody"
"Terserah deh kalo mau nolongin gw hapuskan dia , Tapi gantinya loh nggak gw kasih ruang ya buat ambil hak milik perusahaan ayah. Direkrut nya masih ada sama aku loh"
"ck. Sial*n"
"Pilih pacar atau adik,gw kira dalam kiraan 3 detik kalo gak gw bakalan pergi"
"1"
"2"
"ti-"
"Adik"
Agness tersenyum senang.
"Mana direkrutnya ?!"
"Lu kan belum nolongin gw"
Mafin mendengus geram. Dia benar benar marah kerana Agness yang dia fikir Melody
" Besok gw mau dengar khabar gembira. Misalnya , Rara masuk penjara yam Ngerti loh ?! "
glek . Yang benar saja ?
__ADS_1