
Hi, pada nunggu lanjutannya ya? Maap ya. Janjiku nggak ditepati. Nah aku itu juga akhir-akhir ini sibuk. Kan lagi kenaikan kelas yah. Ini sebenarnya nggak terlalu horor-horor banget. Lebih ke misteri. See you ke next episode
***
Charles baru saja pulang dari SMP Pradipta. Dia pulang pukul 17.00 karena ada ekskul tambahan. Charles adalah siswa yang suka membongkar misteri di manapun. Baik itu tempat menyeramkan ataupun tempat biasa
“Ibu, Charles pulang!” seru Charles pada ibunya. Charles tinggal di rumah sederhana. “Masuklah Charles,” kata Ibu. Charles masuk ke dalam rumahnya lalu mengambil segelas air putih. Ia meneguk air itu dengan cepat. Setelah itu dia berganti pakaian.
Saat sudah berganti pakaian, Charles hendak menutup jendela kamarnya. Dilihatnya di rumah sebelah, ada seorang perempuan berambut panjang, berpakaian putih yang berlumuran darah. “Bukankah itu rumah keluarga bisu?” gumam Charles. Julukan bagi pemilik rumah itu adalah ‘Keluarga Bisu’ karena tak pernah berinteraksi dengan tetangganya. “Siapa itu?” tanya Charles pada perempuan itu. Namun perempuan itu malah masuk ke dalam.
“Bu, memang keluarga bisu punya anak perempuan yang remaja ya?” tanya Charles pada Ibu. Ibu menjawab, “Kurang tahu. Memang kenapa?” “Tidak apa-apa. Hanya saja aneh, tadi ada perempuan mungkin sepantaran denganku. Tetapi bajunya mengapa berlumuran darah?” “Darah?!” Ibu terlonjak kaget. “Ada apa, Bu?” tanya Charles. Ibu menggeleng.
“Ada apa ya, dengan rumah itu?” Charles bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Charles lalu menelepon temannya. “Bima, kamu besok ikut aku, ya?” pinta Charles. Bima setuju. “Jangan lupa ajak yang lain juga.” Charles memperingatkan.
__ADS_1
“Kamu meminta kami kemari untuk apa?” tanya Bima. Ada juga Lola, Ros, dan Kevin. “Kita akan membongkar misteri Keluarga Bisu,” jawab Charles. Ros bertanya “Tetangga kamu itu? Memang kenapa mereka?” Charles lalu menjelaskan apa yang kemarin dilihatnya. Semuanya hanya ber-oooh panjang.
“Itu rumahnya,” Charles menunjuk ke sebuah rumah. Mereka bersembunyi dibalik tembok dekat rumah itu. “Lihat!” kata Kevin menunjuk pada seseorang. Ada perempuan yang persis seperti yang Charles lihat kemarin. “Nah, itu yang aku ceritakan tadi.” kata Charles. “Itu anaknya? Kok bajunya berlumur darah?” tanya Lola. Charles mengangkat bahu.
Mereka mencoba untuk menyapa gadis itu. “Hai,” sapa Bima. Gadis itu tidak menjawab. “Siapa namamu?” tanya Ros. Gadis itu tetap terdiam. “Kenapa menunduk? Tidak usah malu,” kata Lola. Gadis itu mengangkat kepalanya. Lalu, “APA? HANTU MUKA RATA?” kata mereka. Ya, gadis itu bermuka rata. Keluar mulut dari wajah gadis itu. Mulut itu dipenuhi gigi yang tajam. “Hi... Hi... Hi...” Gadis itupun menghilang.
“Siapa sih gadis tadi?” tanya Lola. “Silahkan diminum...” Ibu menyodorkan minuman. Mereka meneguk minuman itu dengan cepat. “Aku yang tetangganya sendiri pun tidak tahu. Sudah aku bilang, kan, mereka itu Keluarga Bisu.” jawab Charles. Ros menggelengkan kepalanya. “Kita harus menyelidikinya,” kata Kevin dengan semangat 45. Bima dan Charles mengangguk.
Mereka berjalan rumah itu. Tetapi lelaki berbadan kekar keluar dari rumahnya. Mereka terpaksa menunda sebentar. “Tapi kalau siang, kita pasti ketahuan.” keluh Charles. “Ya, apa nanti malam saja?” tanya Lola. Semuanya mengangguk.
Saat malam, mereka berjalan menuju rumah itu. “Ayo selidiki!” seru Ros. “Sssstttt....” sahut yang lain. Ros lalu membekam mulutnya sendiri. Anggota Keluarga Bisu sudah tidur semua. Namun terlihat hantu muka rata tadi masih jalan-jalan sambil sesekali melirik ke arah jendela.
Ternyata hantu muka rata itu berada tepat di depan mereka. Meskipun tidak mempunyai mulut, hantu itu tetap dapat berbicara. “Mau apa kalian?” tanya hantu itu. Charles dkk yang masih syok, baru bisa menjawab beberapa detik kemudian. “Kamu mengapa di sini?” Charles berbalik tanya. “Jangan membuatku MARAH!!!” bentak hantu itu. Lalu mereka dibawa oleh hantu itu.
Mereka dibawa ke kamar Keluarga Bisu. “Lihat!” perintah hantu itu. Charles dkk mengikuti arah pandang hantu itu. “Ada apa?” tanya Charles. Hantu itu membuang napas berat, lalu menjelaskan, “Jadi kami sekeluarga terkena kelainan wajah. Namun karena mu'jizat, kami masih hidup tetapi dengan mulut seperti ini. Saat itu kami sekeluarga mengalami kecelakaan lalu mengalami kerusakan wajah. Karena kami datang ke dokter gadungan, wajah kami menjadi rusak. Maka dari itu, kami menutup diri dari semua orang. Darah di bajuku, itu karena kecelakaan itu dan aku tidak bisa mengganti baju.”
__ADS_1
Saat hantu itu bercerita, mereka menyimak. “Maaf aku jadi bercerita kisah hidupku.” kata Hantu itu. “Ck, tak apa-apa. Oh ya, siapa namamu?” tanya Bima. “Kiki,” kata hantu itu. Ternyata mereka menjadi teman akrab.
Seiring berjalannya waktu, mereka mulai bermain, belajar, berpetualang bersama. Untuk orang tua Keluarga Bisu, mereka sudah menjelaskan kepada RT RW supaya tidak salah paham. Tetapi sebelum dijelaskan, beberapa tetangga sempat menggosipkan mereka.
Banyak orang yang tersentuh hatinya melihat kisah hidup mereka. Beberapa orang mengirim mereka bantuan berupa pakaian, ada juga yang mengirim bahan pangan, bahkan ada juga yang mendonasikan uang mereka.
Selang beberapa tahun, uang dari donasi orang-orang sudah terkumpul sangat... banyak. Cukup untuk operasi plastik 3-4 orang. Kiki, Charles dkk, orang tua Kiki dan Ketua RW setempat pergi ke Korea untuk operasi plastik. Katanya, Korea adalah tempat paling bagus untuk operasi plastik.
“Yakin, kami akan sembuh?” tanya ibunya Kiki tak yakin. Charles mengangguk, “Berdoalah, pasti terkabul.” katanya. Mereka berangkat dari Indonesia pukul 02.30 dini hari. Perjalanan mereka memakan waktu 11 jam. “Waaah, ini pertama kalinya aku naik pesawat loh!” mulut Lola terus menganga. Yang lain hanya tertawa kecil dengan kepolosan Lola.
“Ternyata ini toh tempat idol Korea,” kata Ros. Bima memperingatkan, “Tapi kita punya misi penting disini. Bukan untuk liburan.” Ros cekikikan. Mereka ke pusat dokter spesialis operasi plastik Korea.
Pukul 10.00 pagi mereka pergi ke tempat dokter itu. Setelah dioperasi, baik Kiki maupun orang tuanya, menjadi tampak berbeda. Ternyata seluruh bagian wajah mereka dirubah. Perubahan mereka benar-benar drastis.
“Terima kasih ya, Charles dan yang lain, juga Pak RW. Kami sekeluarga sangat berterimakasih. Mari pulang.” kata ayahnya Kiki. Saat yang lain sudah pergi, Ros berjalan sedikit lambat. Namun langkahnya terhalang karena ada anak balita yang masih belum dioperasi. “Hey, dia belum dioperasi!” seru Ros. Tiba-tiba muncul mulut seperti Joker dari mulut balita itu. Balita itu cekikikan sendiri, “Hi... hi... hi...”
__ADS_1
***
Walaupun orang-orang menganggap mereka bisa beradaptasi dengan hantu, nyatanya keluarga itu hanya manusia biasa. Sedikit sedih, mendengar mereka ditipu dokter gadungan. Berapa biayanya ya? Hihi, authornya pun bingung. Maaf ya, update nya lama. Kemarin kurang enak badan beberapa hari. Thanks yang sabar.