Creepy Short Story

Creepy Short Story
Psikopat Berwajah Imut ( Bab. 6 )


__ADS_3

Ini lebih ke pembunuhan berencana daripada horor/thriller


Pagi ini, Kim Soo Hyun dan Park Shin Hye berangkat bersama ke Universitas Negeri Korea. Mereka berangkat naik bis kota.


“Ah, aku paling benci berdesakkan,” keluh Soo Hyun. “Tenang saja, ini takkan lama,” hibur Shin Hye. Suara imut Shin Hye berhasil membuat Soo Hyun tersenyum. “Nah, kalau seperti ini kan kamu ganteng,” puji Shin Hye. “Kau selalu saja bisa merayuku,” kata Soo Hyun. Mereka lalu memasuki bis itu.


Di samping mereka, ada seorang perempuan cantik. Shin Hye mencoba berkenalan dengan orang itu.


“Selamat pagi, siapa namamu?” tanya Shin Hye. Orang itu nampak malu-malu berbicara. “Park Ji Ah,” jawabnya. “Kau mau ke mana?” tanya Shin Hye lagi. “Universitas Negeri Korea,” “Hey, kita searah!” sahut Soo Hyun di samping Shin Hye. Ji Ah hanya mengangguk.


Kini, mereka telah sampai. “Namaku Park Shin Hye,” kata Shin Hye saat turun. “Dan ini sahabat sekaligus kekasihku, Kim Soo Hyun,” lanjut Shin Hye sambil menunjuk ke arah Soo Hyun. Soo Hyun melambaikan tangan.


“Wah, pacarmu ini tampan sekali. Mirip oppa oppa di TV, ” kata Ji Ah tanpa memalingkan tatapannya dari Soo Hyun. “Ya, mungkin aku wanita beruntung yang bisa mendapatkannya,” kata Shin Hye lalu tertawa bersama Ji Ah.


“Hey kalian! Apa kalian tidak ingin masuk? Kakiku pegal ini,” kata Soo Hyun menghentikan tawa kedua orang itu. “Ah, soal itu aku minta maaf. Soalnya selain cantik dan imut, orang ini juga menyenangkan,” balas Shin Hye sambil menunjuk ke arah Ji Ah. “Sungguh? Apakah aku secantik itu? Ah, aku tak percaya,” tanya Ji Ah. “Kau ini selalu saja merendahkan dirimu. Kau sungguh manis,” jawab Soo Hyun sedikit menggoda. “Ih, jadi, aku tidak cantik?” tanya Shin Hye dengan membuang muka. “Kau tetap cantik,” jawab Soo Hyun, tetapi Shin Hye masih marah.


——


Singkat cerita, Ji Ah sudah menjadi sahabat Shin Hye dan Soo Hyun. Mereka bertiga selalu bersama kemana-mana.


Ini sudah waktu pulang. Karena rumah mereka beda arah, Shin Hye pulang dengan Soo Hyun, tetapi Ji Ah tidak ikut. “Shin Hye hyung, apa kau masih marah padaku?” tanya Soo Hyun ketakutan. “Tidak, tetapi kau tidak boleh menggoda wanita lain!” kata Shin Hye. “Ah, Oke. Tapi kau janji jangan marah,” balas Soo Hyun. Shin Hye mengangguk.


Mereka berdua telah sampai ke rumah masing-masing.


“Ibu, aku pulang!” seru Shin Hye dari luar rumah. Ibunya–Sin Jae, membukakan pintu. “Ibu, aku ingin bercerita,” kata Shin Hye terburu-buru. “Ganti bajumu dulu! Bajumu bau!” perintah Sin Jae. “Ah, Ibu!” keluh Shin Hye lalu masuk ke kamar. Dia lalu mengganti bajunya.


“Shin Hye, makan dulu!” teriak Sin Jae.


“Apa? Aku ketiduran lagi!” serunya di kamar, lalu berlari keluar kamar. “Iya Ibu!” katanya. Namun Sin Jae malah tertawa. “Ibu.. Apanya yang lucu?” tanya Shin Hye. “Apa mulai sekarang kau memakai celana ayahmu?” tanya Sin Jae sambil melihat celana pendek laki-laki dipakai oleh Shin Hye. “Apa?” tanya Shin Jae mengikuti arah pandang Ibunya. “Tunggu aku Ibu!” teriaknya sambil berlari.


....

__ADS_1


“Apa yang mau kau ceritakan?” tanya Sin Jae disela-sela makannya. “Tadi ada mahasiswi baru yang cantik. Sepertinya Soo Hyun jatuh cinta padanya,” jawab Shin Hye. “Soo Hyun pacarmu?” tanya Sin Jae lagi. Shin Hye mengangguk. “Mulai sekarang, kau harus menjaga pacarmu,” kata Sin Jae.


Setelah makan, Shin Hye lanjut belajar sambil menonton drama favoritnya di kamar. “Ah, ini ceritanya sangat lucu!” kata Shin Hye sambil cekikikan di kamar.


Drrrrt.... Drrrrt....


HP Shin Hye berbunyi. Soo Hyun Oppa, begitulah tulisannya. Dia lalu mengangkat telepon itu.


“Ada apa?”


“Bisakah kau kemari?”


“Aku sedang belajar,”


“CEPATLAH KEMARI!!!”


Shin Hye menutup teleponnya. “Sejak kapan dia jadi suka membentak ku?” tanyanya bergumam. Dia bersiap untuk pergi ke tempat yang dibilang Soo Hyun.


....


“Dasar Psikopat!” bisiknya pada Ji Ah, lalu beranjak pulang.


——


Sungguh, Soo Hyun rela melakukan apapun demi Ji Ah. Sedangkan Ji Ah, hanya bisa memanfaatkan Soo Hyun.


“Soo Hyun, bolehkah aku membawa kartu kreditmu? Kumohon! Agar aku tidak merepotkanmu,” kata Ji Ah. “Aku tidak merasa direpotkan. Memangnya kenapa kamu mau?” tanya Soo Hyun. “Ah, itu tidak penting. Memang berapa isinya?” tanya Ji Ah. “450 won,” “Boleh ya!”


Singkat cerita, Ji Ah telah berhasil membujuk Soo Hyun untuk memberikan kartu kreditnya. Jam tangan berlian milik Soo Hyun pun sudah diambilnya.


Mereka berdua pulang dengan naik bis kota. Soo Hyun berniat mengantar Ji Ah pulang. Namun Ji Ah menolaknya.

__ADS_1


Ternyata rumah Ji Ah berada di tempat terpencil.


“Hahahah! Mulai sekarang, aku kaya!” serunya didepan rumah. Sekarang aku hanya perlu menyingkirkannya. Katanya dalam hati.


Keesokan harinya....


“Soo Hyun, aku akan mengajakmu ketempat yang paling romantis,” kata Ji Ah. “Sungguh? Benarkah?” tanya Soo Hyun tak percaya. Ji Ah mengangguk sambil berkata, “Tetapi kau harus menutup mata,” Soo Hyun menurut.


Soo Hyun dibawa ke gedung kosong. “Kenapa kita kemari? Katanya romantis?” tanya Soo Hyun. “Ini adegan romantisnya,” kata Ji Ah sambil mengeluarkan sebilah pisau. “Hey, Ji Ah, kau mau apa?” tanya Ji Ah panik. “Kamu” Jleb. Belum sempat melanjutkan kalimatnya, pisau itu sudah menusuk leher Soo Hyun.


Ditusuknya lagi pisau itu ke leher Soo Hyun. Saat sudah tiga kali, pisau itu ditusukkan ke dada Soo Hyun.


___


“Guru Yuo Bun, kau tahu dimana Kim Soo Hyun?” tanya Shin Hye. “Kulihat tadi, dia bersama Ji Ah pergi ke gedung kosong. Tepat disana,” jawab Guru Yuo Bun sambil menunjuk gedung kosong. “Baik, terimakasih Guru Yuo Bun,” Shin Hye langsung berlari menuju gedung kosong.


Terlihat Ji Ah menusukkan pisau ke dada Soo Hyun. “Astaga! Soo Hyun!” seru Shin Hye. “Soo Hyun...!!!” tangisnya pecah saat melihat kondisi Soo Hyun. “KAU BENAR-BENAR PSIKOPAT!!” teriaknya pada Ji Ah. “Aku sungguh tidak menyangka. Dibalik wajah manismu, ternyata kau seorang pembunuh!” kata Shin Hye lagi. “Kau tahu tidak? Sebenarnya ini bukan wajah asliku,” “Lalu?” Ji Ah mengelupas wajahnya layaknya melepas topeng. “Sudah kuduga!” kata Shin Hye.


“HAHAHA...” ada seseorang yang tertawa. “Siapa itu?” tanya Ji Ah. Seseorang keluar dari balik tembok. “Soo Hyun?” tanya Shin Hye tak percaya. “Kalau kau Soo Hyun, lalu yang kubunuh siapa?” Ji Ah membalikkan badannya sambil melihat jasad yang dibunuhnya tadi. “Ayah?!” “Ya, selama ini rohku dan ayahmu tertukar. Jadi yang kau bunuh adalah ayahmu sendiri,” kata Soo Hyun.


Selang beberapa hari diotopsi, jasad Jun Ki–Ayah Ji Ah, dikuburkan. Ji Ah divonis penjara seumur hidup. Ji Ah juga menjadi musuh keluarganya sendiri.


“Tolong keluarkan aku dari sini!” katanya pada polisi. Ji Ah terus menerus berteriak sampai malam. Saat malam, dia mulai mendengar suara-suara aneh.


I can see you


I can see you


I can see you


“Ji Ah, teganya dirimu membunuh ayahmu sendiri. Mulai sekarang, aku akan menghantuimu selamanya!” terdengar seperti suara Jun Ki.

__ADS_1


Semenjak saat itu, Ji Ah menjadi gila. Dan dia dipindahkan ke ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Korea.


Gimana? Mau dimusuhi keluarga sendiri cuma gara-gara serakah? Tentu nggak kan. Jadi kita jangan serakah ya....


__ADS_2