Daddy, Lihat Aku

Daddy, Lihat Aku
Chapter 2


__ADS_3

"Mas anak kita kenapa". Zea merasa cemas mendengar omongan dokter nora


"Maaf Pak sean anak kedua kalian memang memiliki kelainan pada salah satu kakinya kemungkinan jika dia besar nanti cara jalan nya tidak akan seimbang." Dokter Nora menjelaskan.


"akhs".Gusar sean


"sayang bagaimana bisa seperti ini,dia bisa mempermalukan keluarga Zamora's di khalayak ramai bahkan rekan bisnis keluarga kita". Ucap sean merasa frustrasi.


"Hiks hiks.. Tapi dia tetap anak kita mas. Anak yang telah kita nantikan selama ini. Bagaimna pun fisik nya". Isak zea.


"Tapi aku tidak ingin mempunyai anak cacat ini zea". Sarkas sean.


"Bagaimana kalau anak ini kita titipkan di yayasan dan umumkan pada semua orang bahwa anak kita yang kedua telah tiada".Ucap sean tanpa perasaan.


"Tidak mas aku tidak setuju dengan keputusanmu bagaimana pun dia darah daging kita anakmu juga". Jawab zea.


"Oke baiklah kita akan tetap membawanya ke kediaman kita. Tapi, jangan salah kan aku kalau aku membedakannya dengan anak pertama kita dan aku tidak akan mengakuinya di depan semua orang". Jawab sean marah.

__ADS_1


Zea sekarang sudah di bawah keruangan perawatan VVIP. Sedangkan baby twins masih di bersihkan para perawat.


"Sayang bagaimana cucu mama.apa semuanya sehat". Tanya mama mery yang baru datang dari rumah.


Karena mama Mery dan papa James hanya mengantarkan Sean di lobby rumah sakit saja karena ada urusan sebentar.


"iya sean dimana cucu kami". Papa James ikut bertanya.


"Mereka masih di tangani para perawat". Jawab sean lesu.


"Sean kok kamu jawab nya gitu seperti tidak bahagia atas kelahiran anak anakmu".Tanya mama Mery.


Mama mery langsung menghampiri zea.


"Aku baik mah,anak anak juga lahir dengan selamat".


"Alhamdulillah".Jawab mama mery dan papa James barengan.

__ADS_1


"Tapi hiks..hiks..anak kedua kami terlahir tidak sempurna kakinya memiliki pajang yang berbeda jika besar nanti mungkin dia akan pincang".Jwab zea sambil menangis.


"Ya tuhan bagaimana bisa nak". Tnya mama mery tidak percaya.


"Aku tidak mau memiliki anak yang cacat mah..pah. Anak itu merupakan aib buat keluarga dan kelangsungan bisnis keluarga kita nantinya, mau kemanakan muka ku jika para kolega mengetahui bahwa perusahaan zee company memiliki keturunan yang cacat." jawab sean.


"Tapi bagaimanapun dia tetap anakmu dan zea walaupun dia memiliki kelainan".Jawab mama mery sambil mengelus bahu sean.


"iya sean bagaimana pun dia tetap anak kalian bagaimana pun kondisi nya".timpal papa edward


"iya aku tau itu. Tapi aku tidak mau memiliki


"iya sean bagaimana pun dia tetap anak kalian bagaimana pun kondisi nya".timpal papa edward


"iya aku tau itu. Tapi aku tidak mau memiliki anak cacat Pah".sean langsung keluar dari ruangan itu.


"Ma hiks hiks bagaimana ini mas sean tidak mau menerima anak kedua kami, bahkan waktu diruangan bersalin tadi dia bilang ingin menitipkan anak kami ke yayasan dan mengumumkan kepada semua orang bahwa anak kedua kami telah tiada".jawab Zea sambil menahan tangisannya

__ADS_1


"Kurang ajar sean papa tidak pernah mengajarkannya seperti itu. Bagaimana pun bayi ini tidak berdosa hanya karena dia cacat".kata papa James.


"Tapi pah mas Sean pasti akan membenci anak kami bahkan dia bilang tidak akan menyayanginya seperti anak pertama kami". Jawab Zea sambil menangis.


__ADS_2