
" Good morning Dad and mom". sapa El kepada kedua orang tuanya.
"Good morning juga baby". Jawab Sean dan Zea serempak.
Setelah menyapa kedua orang tuannya El langsung mengambil kursi di samping sang mommy.
"El dimana adikmu nak?. kenapa dia belum turun? tanya mommy Zea
"Oh Key!! lagi merapikan tasnya mom, tadi aku udah bilang jangan terlambat buat sarapan, nanti ngak sempat keburu sekolah mau masuk".
" Ya udah kalo begitu Mom panggil adik kamu dulu ya". Zea langsung berdiri dari kursi menuju kamar anak gadisnya.
Tapi sebelum Zea sempat berjalan Key sudah menuruni anak tangga dengan pelan-pelan takut tongkatnya tergelincir, setelah aman barulah dia menuju meja makan untuk sarapan bersama keluarganya.
"Good morning mom, good morning Dad" sapa key antusias. Tapi seperti biasa hanya sang mommy yang membalas sapaannya.
__ADS_1
"Morning sayang, tumben hari ini telat buat sarapan. Biasanya kak El yang selalu terlambat". jawab mommy Zea dengan senyuman sedangkan Daddy nya hanya melihat sekilas tanpa menegur bahkan sapaan dari Key tadi dia abaikan.
Key mengambil kursi tepat di samping Daddy nya, walaupun dia tau Daddy nya tidak suka jika key berdekatan dengannya. Tapi Key selalu mengabaikan sikap kurang suka sang ayah pada nya. Selain itu, sang kakak pun memang sengaja tidak pernah memilih kursi di samping ayahnya karena dia tau bahwa Key selalu ingin berdekatan dengan sang ayah walaupun tidak pernah dianggap.
Setelah sarapan selesai El dan Key langsung berangkat ke sekolah, seperti biasa Meraka diantar Oleh sang ayah tiap hari Senin dan hari seterusnya mereka diantarkan oleh supir.
Setelah 15 menit menempuh perjalanan, mobil yang dikendarai Sean sudah sampai di SMA ternama di jakarta. El dan Key langsung turun dari mobil setelah berpamitan kepada sang ayah.
" Bye-bye Daddy,, nanti pulang dari sekolah kami mampir ke kantor nya Daddy ya". El meminta izin kepada sang ayah.
"Okey dady tunggu di kantor ya my princess". jawab Sean, tapi dibalik jawabannya tersebut Key sudah tau jika Daddy nya hanya mengajak El saja sedangkan dirinya tidak. Tapi Key masih tetap ikut karena kakaknya selalu memaksa.
Rumah kediaman Sean hari ini sepi karena Zea dan El sedang pergi ke rumah kakaknya Sean Maria. Dirumah hanya tinggal Sean dan Key saja.
dengan penuh keberanian key mendatangi ruang kerja sang ayah. dia ingin bertanya kepada sang ayah.
__ADS_1
Tok Tok
"Masuk". Balas Sean
"Dad-daddy! Hmmm. Sambil meremas kedua tangannya.
"Iya kenapa?. Jawab Sean dengan ketus.
" Hmm. Key mau tanya sama Dady?
" kenapa sih Daddy tidak pernah menganggap Key ada, terus kenapa sih Daddy selalu bedain Key sama kak El, kami kan sama-sama anaknya Daddy. tapi sikap Daddy selalu beda sama aku". tanya Key kepada Sean.
Sean hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Key, dia lebih memilih untuk memeriksa pekerjaannya.
" Terus key mau tanya lagi apa karena kaki Key tidak sama ya terus kalo Key mau jalan harus selalu mengunakan tongkat". Key bertanya dengan mata yang berkaca-kaca sedangkan Sean masih diam membisu.
__ADS_1
"Key kan juga enggak mau punya kaki kayak gini, tapi yah mau gimana lagi Tuhan udah garis sin takdir key kayak gini. key tuh cuma mau kayak kak El sama kak kenan (anak Maria) yang selalu disayangi Daddy". key terus bertanya dengan sang ayah walaupun suaranya sudah serak akibat menahan tangisnya.
" Udah pertanyaan nya sekarang biar dady yang ngomong". tanya Sean.