Daddy, Lihat Aku

Daddy, Lihat Aku
chapter 5


__ADS_3

Delapan belas tahun kemudian


Pagi ini langit terlihat begitu cerah dan udara di kota Jakarta ini seperti memberikan sebuah kehidupan baru bagi semua orang. Hari ini adalah hari Senin dimana semua orang sibuk untuk pergi bekerja,sekolah dan melakukan kegiatan yang lainnya.


Padahal rasanya baru kemarin lusa saja lahir sepasang bayi kembar dari keluarga zamora tapi kini mereka sudah tumbuh besar menjadi gadis muda yang cantik cantik tapi mereka mendapatkan kasih sayang yang tidak seimbang dari sang ayah.Ya sikap Sean masih sama seperti 17 tahun yang lalu dia masih bersikap dingin terhadap anak kedua nya.


Padahal anaknya selalu saja ingin bermanja kepada Sean tapi dia selalu cuek dan bahkan tidak segan-segan membentak. Pernah pada saat pertama kali kedua anaknya mau masuk sekolah dasar Sean pernah berniat tidak menyuruh Key buat belajar di sekolah langsung dia lebih menyuruh Key untuk mengambil paket sekolah di rumah saja.


Supaya semua orang tidak mengetahui bahwa dia memiliki anak yang cacat. Tapi karena kedua orang tuanya dan Zea melarang keras keinginan itu maka Sean terpaksa untuk memasukan Key di tempat yang sama dengan El meraka belajar di sekolah yang termasuk sekolah berkelas bagi kalangan kaya.

__ADS_1


Sean selalu berusaha untuk menutupi Akeyra dari semua orang dan dari rekan bisnisnya bahwa dia memiliki anak yang cacat. Tapi usaha itu percuma karena semua orang sudah mengetahuinya bahkan rekan bisnis Sean ada yang ikut prihatin tapi tidak sedikit juga yang ikut mengunjing bahkan membuat hal itu menjadi bahan bualan.


Terdengar suara kegaduhan dari dua anak manusia di sebuah kamar yang bernuansa pink ini. Hari ini mereka akan mengikuti ujian praktek akhir semester di sekolah.


"Key apa kau melihat pensil warna kakak?? perasaan malam tadi aku menaruhnya disini dekat perlengkapan ujian". El bertanya kepada sang adik.


" Entahlah aku juga tidak melihatnya mungkin kak El lupa menaruh nya saja". Sebenarnya Key lah yang mengambil pensil warna punya El dia hanya ingin meminjam buat menggambar di ujian praktek nanti. Key dan El memiliki kelas yang berbeda meski satu sekolah. Key berharap nilainya akan bagus kerena pensil warna itu sang Daddy yang membelinya dari perjalanan bisnis di Singapura kemarin. Miris hanya sebuah keinginan kecil yang tentu sudah tau dia akan mendapatkan nilai bagus tanpa memakai pensil warna itu. Sean memang hanya membeli untuk El saja sedangkan Key tidak.


Setiap akan menjelang tidur dia akan berpura pura untuk tidur duluan tapi pada saat Sean mengucapkan selamat kepada El, Key selalu mengintip karena ranjang mereka berseberangan. Kadang key selalu menangis melihat semua perhatian Sean kepada kakaknya sedangkan dia tidak tapi walaupun begitu sang mommy,noppa dan omma nya selalu memberi perhatian yang begitu besar kepadanya walaupun begitu dia juga ingin sekali sang Daddy menatapnya seperti seorang ayah kepada anaknya tanpa ada kebencian.

__ADS_1


"hmmm mungkin aku saja yang lupa, yasudah aku pakai pensil warna yang ini saja." akhirnya El memilih pensil warna yang lain.


"ayo kita kebawah mungkin mommy dan Daddy sudah menunggu kita buat sarapan"."kakak duluan saja aku akan merapikan tasku dulu".


"oke aku duluan nya.jangan lama-lama nanti Daddy akan marah".


"hmmmm". Key hanya berdehem.


__ADS_1



__ADS_2