Daddy, Lihat Aku

Daddy, Lihat Aku
Chapter 3


__ADS_3

Langit sudah berubah menjadi jingga matahari sudah pulang ke peraduaannya sebentar lagi akan berganti malam


Tetapi lelaki yang sudah berubah status sebagai orang tua baru belum kembali dari pagi tadi untuk melihat keadaan sang istri tercinta.


"Mah..Mas sean dimana ya?kenapa dari pagi


tadi belum kembali?".


"Tunggu sebentar ya sayang, mama mau cari suami kamu dulu". kata mama Mery


"iya mah".


Mama mery langsung beranjak dari samping box baby cucunya untuk mencari sean. Tapi saat mama mery baru ingin keluar orang yang dicari sudah datang.


"Mas kamu dari mana aja??". Zea bertanya kepada suaminya sambil menaruh anak pertamanya yang sudah selesai menyusui ke dalam box bayi.


" Iya Sean kamu itu dari mana saja? menghilang dari pagi tadi. Mama tau kau kecewa pada takdir tapi tidak dengan seperti ini juga. Apa kamu tidak kasian kepada zea istrimu?". Mama mary langsung bertanya kepada anaknya


"Maaf Ma. Aku hanya menenangkan pikiranku saja". Jawab Sean.


"sayang maafkan aku karena telah meninggalkan mu, padahal kamu baru selesai melahirkan." Sesal Sean. Sean langsung memeluk dan mencium wajah zea.


"Hmm iya.. Mas anak-anak kita mau di kasih nama apa".Zea bertanya kepada sean.


"Maaf Zea keputusanku masih seperti yang pagi tadi. Aku tidak mau menganggap bayi cacat itu anak kita. Jadi, aku hanya akan memberikan nama untuk putri pertama kita saja".

__ADS_1


Zea yang mendengar jawaban itu merasa sesak bagaimanpun anak itu adalah anak yang dikandungnya selama sembilan bulan.


Sean memandang putri pertama sambil tersenyum.


"Elzeyra sean zamora's untuk putri daddy yang cantik ini." Sambil mengecup pipi baby Elzeyra.


Sedangkan sean tidak menghiraukan putri yang satunya yang sudah merengek entah apakah dia haus atau dia menyadari bahwa sang ayah tidah mengharapkannya.


Takdir memang sedang menguji nya.


Cup cup cup


"Putri mommy yang satu ini haus juga ya".


Zea mengambil putri yang satunya lagi dan langsung menyusui nya sambil menatap suaminya Sean.


"Zea benar Sean berilah nama untuk putri kedua mu juga nak". timpal mama Mery.


"Ma sudahlah aku kan sudah bilang tidak mau memiliki anak cacat itu, jadi aku juga tidak sudi memberikan nama untuknya dan satu lagi jangan cantumkan nama ku pada namanya". Murka Sean.


"Sean kamu keterlaluan". Sarkas papa James yang baru datang dari luar". Dia anakmu juga jadi dia berhak mendapatkan namamu di antara namanya".


"Pah sudahlah aku sedang tidak mau berdebat lagi, terserah kalian mau memberi nama apa yang penting jangan ada namaku di antara namanya". Bentak sean.


Bayi yang sedang disusui zea menangis sangat kencang setelah mendengar bentakan sean.

__ADS_1


cup cup cup


Zea menenangkan putri kedua nya


"Shutss." Baby jangan menangis ya sayang anak mommy yang cantik jangan menangis lagi ya."" Mah pah biar aku saja yang kasih nama buat anak kedua kami."


"Baiklah sayang". pasrah mama mery.


"Akeyra jovanka karena mas sean tidak mau mencantumkan namanya jadi aku memakai Inisial namaku ivanka jadi jovanka."


"Bagaimana mah pah." tanya Zea kepada sang mertua.


"Nama yang bagus tapi masih ada yang kurang yaitu nama besar keluarga kita jadi Akeyra jovanka Zamora's". Sambung papa James.


"Wow nama yang bagus untuk kedua cucu oma jadi baby El dan Key". Timpal mama mery yang sekarang sudah memiliki tiga orang cucu.


"Bagaimana mas?". Tanya Zea pada Sean.


"Hmm terserah kamu saja sayang, yang penting tidak memakai namaku". jawab Sean sambil mengecup Zea tanpa memandang wajah baby key yang sedang menyusu pada Zea.


"Zea sayang mama sama papa pulang dulu ya, kan sudah ada sean disini. Kami juga mau mengabari Maria dan Bian kalau kamu sudah lahiran. Apalagi Ken pasti happy banget kalo dia tau saudara sepupunya udah lahir pasti langsung mau kesini.


"Iya mah hati-hati ya".


"Sean jaga anak dan istrimu". Pamit papa James.

__ADS_1


"tentu saja pah". jawab Sean.


__ADS_2