
Bab 23
Dahlia duduk bersimpuh di lantai sambil menangis tersedu...
Bimo lalu mendekati dan memeluk Dahlia.. Seketika Dahlia langsung mendorong tubuh Bimo... Radit dan Bimo sangat terkejut dengan sikap Dahlia..
" Menjauhlah dari wanita kotor dan hina seperti ku bang.. Bukan kah abang sudah merendah kan dan mempermalukan ku..!" Ucap Dahlia dengan deraian air mata..
" Maaf kan abang neng.. Bukan maksud abang ingin mempermalukan mu.. Justru abang akan menyelamat kan neng Dahlia.. Bagai mana jika orang orang tau perut neng Dahlia besar tanpa seorang ayah...??"
Dahlia nampak diam mendengar ucapan Bimo...
" Apa yang akan kita lakukan... Sebelum orang orang tau Bim...??" Tanya Radit...
Bimo nampak berfikir...
" Sebaik nya.. Kita bawa neng Dahlia pindah dari kota ini.. Nanti gw akan menjelaskan kejadian sebenar nya pada bu Sukma.. Semoga bu Sukma mau mengerti...!"
" Tidak perlu bang.. Abang tidak usah melibat kan diri dalam masalah ku.. Biar lah masalah ini aq jalani sendiri..!"
" Apa neng bilang...??? Mana mungkin abang membiarkan wanita yang abang sayangi menghadapi masalah ini sendirian...? Neng pikir selama ini abang main main..?"
" Tapi bang.. Aq sudah kotor.. Sudah tidak ada lagi kehormatan yang bisa aq berikan untuk abang..!" Mata Dahlia kembali berkaca kaca..
" Sudah neng.. Jangan menangis terus.. Kasihan bayi yang ada di perut mu..! Bayi itu tak berdosa.. Berhentilah menangis.. Jangan sampai ibu mu bertanya tanya karna mata mu yang sembab..!" Ucap Bimo menenang kan..
" Gw minta bantuan lo Dit.. !" Ucap Bimo..
Radit nampak mengangguk... Kemudian Mereka berdua nampak merencanakan sesuatu..
Selepas magrib.. Bimo mengantar Dahlia pulang.. Karna Bimo harus menunggu agar Dahlia terlihat lebih tenang dan tidak menangis lagi...
" Neng yang sabar ya.. Kita hadapi bersama sama..!" Ucap Bimo dalam perjalanan..
Tak lama mereka pun tiba di rumah Dahlia..
Namun alangkah terkejut nya mereka mendapati rumah Dahlia di kerumuni warga...
" Ya Allaah bang.. Ada apa ini...??" Ucap Dahlia panik...
Melihat mobil Bimo.. Salah satu warga pun langsung meminta Bimo dan Dahlia turun...
__ADS_1
" Nah ini dia... Yang bakalan bikin nama kampung kita tercoreng...!" Ucap pak Hasan sambil menarik Bimo dan Dahlia ke Teras..
" Ibu Ada apa ini...???" Tanya Dahlia pada Sukma..
" Hhuuuuuy.. Dasar cewek murahan.. Keliatan nya aja kalem tau nya runtah..!" Terdengar suara gaduh warga..
" Jaga mulut mu..!" Ucap Bimo...
" Huuuyyyy..."
" Nak Bimo... Apa benar nak Bimo menghamili Dahlia...???" Pertanyaan Sukma membuat Dahlia dan Bimo bagai di sambar petir...
Bimo dan Dahlia nampak saling pandang.. Mereka bingung dari mana warga mengetahui nya...
Dari ke jauhan.. Terlihat mobil Ranti yang datang bersama pak Imron.. Ranti ikut penasaran melihat kerumunan di rumah Dahlia.. Ia pun ikut hadir di tengah tengah kerumunan warga dan ikut menyaksikan nya.. Tanpa ada yang menyadari kehadiran nya..
" Nak Bimo.. Apa benar nak Bimo menghamili Dahlia...?" Sukma mengulang pertanyaan nya.. Dan itu membuat Ranti sangat terkejut mendengar nya...
" Iya bu... Saya menghamili neng Dahlia.. Dan saya akan bertanggung jawab...!"
Bagai di sambar petir Ranti mendengar jawaban Bimo.. Rasa simpati nya selama ini pada Dahlia pun berubah menjadi Benci...
Wati langsung mendekati Bimo dan Dahlia yang di kerumuni warga.. Wati menarik tangan Bimo dan meletak kan telapak tangan Bimo di atas kepala Wati..
" Bersumpah lah dan Kata kan yang sejujur nya.. Bukan kamu kan yang menghamili Dahlia kan..???!" Ucap Wati..
Bimo tak mampu mengelak lagi.. Bimo hanya Diam.. Dan membuat Dahlia menangis tersedu.. Seketika Dahlia duduk bersimpuh sambil menangis tersedu sedu...
Sukma terlihat lemas.. Ia pun ikut bersimpuh di lantai....
" Kalian tau kan bukan putra ku pelaku nya..!" Ucap Wati sambil tersenyum...
" Ranti terlihat sedikit tenang mendengar bukan Bimo pelaku nya..!"
Begitu pula dengan gadis gadis yang tertarik pada Bimo.. Mereka terlihat senang..
" Tapi Bu... Aq siap menjadi ayah yang di kandung Dahlia...!" Ucap Bimo...
" TIDAK...!! Ibu tidak sudi memiliki cucu yang tidak jelas asal usul nya..! Ucap Wati penuh emosi..
" Kata kan nak... Siapa yang telah menghamili mu...??" Tanya Sukma sambil terisak...
__ADS_1
" Aq tidak tau bu...!!" Jawab Dahlia sambil menggeleng kan kepala..
" Huuuuyyyyyy... Masak hamil gak tau siapa bapak nya.. Kayak Pe*rek aja...!" Terdengar celetukan dari salah satu warga..
Bimo sangat panas mendengar kata kata yang terlontar dari warga.. Ingin rasa nya ia menampar nya..
" Kata kan Nak... Apa perampok itu memperkosa mu...????" Pertanyaan Sukma membuat Dahlia menangis tersedu.. Ia pun langsung mencium kaki ibu nya..
" Maaf kan Dahlia bu... Dahlia tidak berterus terang pada ibu.. Dahlia tidak ingin ibu bersedih..!" Ucap Dahlia yang langsung memeluk ibu nya...
Mereka berdua saling menangis..
" Ibu.. Ijin kan Bimo menikahi Dahlia..!" Ucap Bimo pada Wati...
" Tidaaak...! Kalau kamu tetap pada keputusan mu.. Kamu tinggal pilih.. Ibu atau Dahlia..!"
" Tapi bu...!"
" Tidak ada tapi tapian.. Selama ini kamu anak yang penurut kenapa hanya Demi Dahlia kamu melawan ibu...?"
Dahlia hanya menunduk...
" Benar kata ibu mu bang.. Jangan jadi anak Durhaka.. Sampai kapan pun.. Surga abang ada di telapak kaki ibu..!" Ucap Dahlia..
" Nah itu Dahlia tau... Ayo sekarang lekas pulang.. Biar kan dia sendiri yang mencari ayah dari bayi nya..!" Ucap Wati sambil menarik tangan Bimo masuk ke dalam mobil.. Dengan perasaan tak menentu.. Bimo mengikuti ibu dan bapak nya meninggal kan rumah Dahlia..
Satu persatu warga mulai meninggal kan rumah Dahlia.. Banyak yang mencibir namun ada juga beberapa warga yang simpati.. Wajah Sukma yang Cantik dan status nya yang janda.. Membuat ibu ibu takut suami nya tertarik dan menggoda Sukma.. Jadi mereka tak bersimpati pada Sukma...
Ranti berjalan mendekati Dahlia dan Sukma.. Ranti lalu memeluk Dahlia.. Seketika Dahlia pun menangis dalam pelukan Ranti...
" Gw minta maaf.. Selama ini gw gak peka pada sahabat gw sendiri.. Gw akan buat bang Bimo kembali...!" Ucap Ranti...
Dahlia nampak menggeleng dan terus menangis.. " Jangan laku kan itu..! Aq wanita kotor yang tak pantas menjadi pendamping siapa pun.. Bang Bimo akan mendapat kan wanita yang lebih baik.. Dan itu kamu...!"
Mereka pun saling menetes kan air mata..
" Gw minta maaf.. Gw datang ke sini ingin berpamitan.. Besok pagi.. Gw berangkat keluar Negri.. Gw akan kuliah di sana.. Kurang lebih 3-4th.. Jaga baik baik bayi yang tak berdosa ini ya.. Gw mau liat ponakan gw lahir dengan sempurna dan pintar seperti mama nya..!" Ucap Ranti yang membuat Dahlia dan Sukma semakin menangis mendengar nya...
**** Hayooo kasian sekali ya Dahlia.. Kepergian Ranti menambah kesedihan nya..
Jangan lupa like nya.. 🙏
__ADS_1