
Bab 66
" Papa ingin Tania tinggal di sini.. Papa sudah ambil rambut Tania.. Kamu bisa lakukan tes DNA dan kamu bisa mengambil Tania..!!" Ucap Barata saat Salma sudah berlalu..
Juwita dan Brama nampak terkejut mendengar ucapan Barata..
" Pa.. Jangan seperti itu pa.. Kita bisa menyakiti Dahlia.. Aq sudah membuat nya menderita jangan tambah penderitaan nya lagi dengan merebut Tania..!" Ucap Brama..
" Iya pa.. Yang di ucap kan Brama benar.. Kenapa papa jadi seperti ini..??" Ucap Juwita..
" Baru beberapa jam saja papa bersama Tania.. Membuat Papa ingin selalu bersama nya.. Papa merasa tak ingin kehilangan nya.. Papa ingin mengajak nya ke kantor kemana pun papa pergi..!" Ucap Barata..
" Papa.. Tania masih kecil.. Mana mau dia ikut ikut papa ke kantor.. Yang ada juga mau nya ke taman bermain..!" Ucap Barata..
" Ya gak masalah.. Yang penting papa bahagia bersama Tania..!"
" Sudah lah pa.. Nanti kita pikirkan lagi soal Tania.. Sekarang yang terpenting kita siap kan diri untuk memenang kan tender minggu besok.. Semoga masih Barata grup yang menenang kan nya..!"
" Heeem.. Papa nanti yang akan memenang kan nya..!" Ucap Barata..
" Enak saja.. Brama pa..!" Brama pun tak mau kalah..
" Sudah sudah..! Papa atau pun Brama.. Sama saja.. Kenapa kalian jadi ribut..!" Ucap Juwita..
" Iya ya.. Ya sudah ayo kita istirahat..!!" Ucap Barata..
****
Tiba di rumah.. Salma langsung membaring kan Tania yang sudah tertidur pulas dibatas ranjang nya..
Disusul bik Atun dan pak Asep yang membawakan boneka boneka milik Tania..
Salma segera memgganti pakaian nya setelah bik Atun dan pak Asep merapikan boneka milik Tania dan berlalu...
__ADS_1
Malam semakin larut.. Salma tak bisa memejam kan mata nya.. Ia masih terniang niang dengan ucapan Brama yang ingin menikahi nya..
" Apa iya aq harus membuka hati ku lagi.. Apa Brama benar benar tulus menyayangi ku..??"
Salma terus saja berkelana dengan pikiran nya.. Hingga akhir nya ia terlelap...
****
Beberapa hari berlalu.. Dahlia sudah mulai magang di perusahaan milik suami nya.. Banyak karyawan yang mengagumi kecantikan dan keanggunan istri bos nya itu..
Apalagi Dahlia ramah dan selalu menyapa siapa pun dan apapun jabatan dari karyawan suami nya itu.. Kadang Krisna di buat cemburu pada karyawan laki laki yang memandang Dahlia.. Namun karyawan nya langsung menunduk saat menyadari Krisna memperhatikan nya..
Hari ini tiba saat nya para perusahaan berkumpul untuk memperebut kan tender tertutup.. Karna hanya perusahaan yang mendapat undangan saja yang boleh mengikuti tender ini..
Krisna.. Alex dan Dahlia sudah siap menuju gedung.. Tempat di mana tander itu akan di perebut kan..
Dengan hati berdebar.. Dahlia mengikuti langkah Krisna dan Alex memasuki ruang itu.. Di mana Ada 5 perusahaan yang mendapat undangan dari pihak penyelenggara untuk mengikuti tender ini..
" Om Barata..!" Ucap Dahlia dalam hati..
Namun dalam ruangan itu semua nampak serius.. Meja sudah di penuhi orang orang penting.. Beberapa saat kemudian tender owner (Vendor) pun datang..
Setelah pihak Vendor melakukan salam dan pembukaan.. Lalu mempersilah kan satu persatu perusahaan untuk menyampai kan penawaran..
Perusahaan pertama yang menyampai kan penawaran adalah perusahaan milik Barata.. Ia pun memberikan dokumen.. Lalu orang kepercayaan Barata nampak meyampaikan presentasi.. Barata pun ikut andil. Pihak Vendor nampak manggut manggut..
Dahlia nampak kagum dengan dengan presentasi yang di sampai kan.. Setelah itu gantian perusahaan Brama namun bukan perusahaan baru yang ia bawa tapi nama perusahaan lama nya.. Brama nampak turun langsung memberikan dokumen dan mempresentasi kan nya sendiri..
Dahlia mencerna dan memahami serta memperhatikan dengan serius setiap presentasi yang ia lihat dan dengar kan.. Semua perusahaan sudah menyampaikan penawaran.. Kali ini giliran perusahaan milik Krisna.. Sepenuh nya Krisna menyerah kan pada Dahlia..
Krisna tak memperdulikan jika nanti akan kalah.. Yang ia ingin adalah melatih Dahlia untuk berjuang di dunia bisnis.. Krisna ingin Dahlia berjuang.. Apapun hasil nya itu urusan belakangan..
__ADS_1
" Bismillaah..! " Ucap Dahlia dalam hati..
Ia lalu bangkit dan melangkah memberikan dokumen penawaran pada pihak Vendor..
Setelah itu ia mempresentasikan penawaran nya secara langsung..
" Kami akan memberikan kwalitas barang dan bahan terbaik dan semaksimal mungkin menyelesai kan nya tepat waktu..!" Ucap Dahlia di akhir presentasi nya..
Krisna nampak tersenyum bangga.. Semua yang melihat Dahlia pun nampak terkagum.. Penyampaian penawaran Dahlia sangat rilex namun terlihat begitu meyakinkan..
Suasana yang serius di buat nya jadi hangat dengan sedikit candaan..
Hingga pihak Vendor pun tersenyum senyum.. Dahlia kembali menempati bangku nya.. Di bawah meja.. Krisna meremas lembut jemari Dahlia.. Sebagai ungkapan rasa bangga dan sayang nya yang tak bisa ia sampai kan secara langsung..
Sambil menunggu ke putusan.. Mereka nampak berbicara sedikit berbisik..
Barata dan Brama yang sering mencuri pandang pada Dahlia pun sesekali melempar kan senyum saat tak sengaja berpandangan..
Beberapa saat kemudian.. Pihak Vendor pun mulai memberikan hasil dan akan mengumum kan pemenang nya..
Semua nampak harap harap cemas.. Namun tidak dengan Krisna.. Ia terlihat tenang.. Karna ia merasa perusahaan lain nya sangat hebat.. Dahlia juga demikian.. Apalagi Dahlia merasa sangat minim pengalaman..
" Sebelum nya.. Kami mohon maaf.. Jujur kami akui.. Semua penawaran yang di sampai kan sangat lah baik.. Namun kami harus memilih salah satu.. Dan dengan ini kami ucap kan selamat pada PT. PERMATA NUGRAHA.. Kami memilih anda untuk bekerja sama dengan penawaran yang telah anda sampai kan.. Terima kasih..!"
Dahlia nampak terkejut mendengar nya.. Ini hal luar biasa yang baru ia alami.. Semua pun nampak tersenyum.. Lalu satu persatu memberikan selamat.. Mereka saling berjabat tangan..
" Selamat ya nak Dahlia.. Om bangga pada mu...!" Ucap Barata sambil menjabat tangan. Dahlia.. Namun Dahlia mencium punggung tangan Barata sambil menetes kan air mata..
" Terima kasih banyak om.. Maaf kan Dahlia belum bisa membalas kebaikan yang telah om berikan.. Apalagi pada Ranti.. Yang selalu peduli di saat Dahlia kekurangan..!" Ucap Dahlia sambil terisak..
" Sudah lah nak.. Kamu tak perlu berkata seperti itu.. Kamu sudah memdapat balasan atas kerja keras dan kesabaran mu.. Om bahagia melihat mu sekarang..!!" Ucap Barata yang menahan air mata nya.. Andai saja Dahlia belum menikah.. Pasti Dahlia adalah mantu nya.. Ucap Barata dalam hati..
**** Horeee.. Selamat ya Dahlia..
__ADS_1
Jangan lupa like nya..