DahLia

DahLia
SEBUAH PENGAKUAN


__ADS_3

Bab 80


" Tenang lah.. Berpegang kuat lah pada pegangan besi ini..!" Ucap Brama..


Mereka pun lalu berpegangan kuat.. Pada pegangan besi di dalam lift..


Namun wajah Dahlia langsung pucat.. Pikiran nya bercabang dengan rusak nya lift dan juga laki laki yang ada di hadapan nya...


" Apaaa kamu kak Brama...???" Ucap Dahlia dalam ke panikan nya.. Ia merasa mengenali dan merasa kenal dengan suara dan tubuh Brama..


Brama nampak tersenyum dan mengangguk.. Membuat Dahlia serasa di sambar petir menghadapi kenyataan di depan mata nya.. Seketika tubuh nya terasa lemas.. Tiba di lantai 2.. Lift anjlok tak terkendali kelantai dasar... Membuat pegangan tangan Dahlia terlepas karna tubuh nya yang semakin lemas.. Ia pun terjatuh dan terbentur dinding sebelum akhir nya Brama meraih tubuh Dahlia dan mereka pun terjatuh.. Namun Brama berhasil menahan tubuh Dahlia yang terjatuh dalam pelukan Brama..


Kening Dahlia nampak luka dan berdarah.. Kepala nya pusing.. Pandangan nya kabur.. Hingga ia tak sadarkan diri.. Brama nampak panik melihat Dahlia pingsan.. Ia tak tahu apa yang harus di lakukan..


Brama langsung meraih ponsel nya dari saku saat terdengar panggilan masuk..


(" Bos.. Bagaimana keadaan mu.. Aq telpon berlkali kali kenapa baru di angkat..??")


(" Bagaimana aq bisa meraih ponsel.. Guncangan lift membuat ku panik.. Aq baik baik saja. Tapi Dahlia pingsan..!")


(" Apaaa..? Jadi kamu bersama Dahlia..??")


(" Iya.. Suruh petugas teknisi cepat mengeluar kan ku.. !")


(" Iya ini sedang di kerjakan.. Kamu yang tenang.. Jangan kamu macam macam pada Dahlia..!")


(" Bagaimana aq bisa macam macam dalam keadaan begini.. yang benar saja kamu..!")


(" Iya iya bos.. Aq hanya takut kamu hilaf..!")


Dalam keadaan panik pun.. Daniel masih saja menggoda..


Brama mematikan ponsel nya.. Ia segera merubah posisi.. Mengangkat tubuh Dahlia yang menindih nya.. Brama lalu duduk dan menempat kan Dahlia berada di pangkuan nya..


Ia bingung bagaimana agar Dahlia cepat sadar.. Darah di kening Dahlia dan hidung nya pun mengalir.. Hingga mengenai jas nya..

__ADS_1


Brama ingin memberi nafas buatan.. Namun ia teringat ucapan Daniel..


" Benar saja.. Bisa bisa aq hilaf.. Kamu sangat cantik dan menggoda Dahlia..!" Ucap Brama dalam hati sambil memandangi wajah Dahlia.. Wangi parfum Dahlia membuat Brama terbuai.. Pikiran kotor mulai merasuki hati nya.. Namun.. Ia cepat tersadar saat mendengar bunyi alat alat teknisi yang akan menolong nya..


Pak Asep yang mendengar jika Dahlia mengalami kecelakaan di dalam lift pun segera menghubungi Krisna..


(" Maaf Tuan. Non Dahlia kecelakaan...!") Ucap Pak Asep gugup dari balik ponsel..


(" Astagfirullahaladzim ..?? Kok bisa.. Apa bapak tidak hati hati.. Bagaimana keadaan Dahlia..???")


(" Maaf Tuan.. Kecelakaan nya di dalam kantor.. Lift nya anjlok dan Non Dahlia ada di dalam nya..! Saya belum tau keadaan nya.. Tapi ada orang lain juga di dalam lift itu..!")


(" Apaaaa...???! Apa bapak tau siapa saja yang ada di dalam lift..??")


(" Non Dahlia dan pak Brama saja")


Mendengar ucapan pak Asep.. Krisna segera pamit dan tidak melanjut kan pertemuan nya.. Krisna segera berlalu menuju PT. SEJAHTERA.. Kemudian ia juga menghubungi Alex... Pikiran nya kacau saat mendengar Dahlia hanya bersama Brama.. Krisna takut jika Brama berbuat macam macam pada Dahlia dan akan mengganggu mental Dahlia yang sudah pulih..


Semetara itu.. Beberapa teknisi sudah berhasil membuka pintu lift.. Banyak orang dan Karyawan yang melihat kejadian itu dan ingin tau keadaan nya.. Alangkah terkejut nya mereka mendapati Brama memangku Dahlia yang pingsan dan nampak darah bercecer keluar dari kening dan hidung Dahlia..


Daniel dan beberapa orang pun segera membantu Brama dan Dahlia.. Mereka membawa Dahlia ke Klinik terdekat..


Dokter menanyakan apa yang terjadi kemudian segera menangani Dahlia.. Brama yang mendampingi Dahlia pun nampak gelisah..


" Apa Dahlia sudah mengenali mu..??" Tanya Daniel..


Brama nampak mengangguk dan tak banyak bicara..


" apa yang menyebab kan dia pingsan..?? Apa setelah mengetahui siapa kamu atau karna benturan..??" Tanya Daniel lagi...


" Aq tidak tau.. Mungkin semua nya..! Bagaimana jika Dahlia sadar dan tidak mau memaaf kan ku.. Dan membawa pergi putri ku..!" Ucap Brama yang terlihat sangat kwatir..


" Sudah lah.. Jangan berpikir macam macam dulu.. Yang penting Keselamatan Dahlia..!"


" Ya aq sangat kwatir.. Dan Jujur aq masih mengingin kan nya.. Andai kau jadi aq dan mengalami kejadian tadi.. Pasti kau juga akan merasakan apa yang aq rasakan..!"

__ADS_1


" Ya... Tapi aq tidak mau mengulang ke salahan yang sama..!" Ucap Daniel..


" Aq tidak mengulang kesalahan itu.. Aq hanya biliang jujur.. Kalau aq mengingin kan nya..!"


" Ya aq tau... Dan aq berharap Dahlia tidak mengingin kan mu..!" Ucap Daniel menggoda..


Brama nampak melirik ke arah sahabat serta asisten pribadi nya itu..


" Bagaimana keadaan nya dok..!" Tanya Brama saat melihat dokter keluar dari ruang tindakan..


" Darah yang keluar dari hidung nya adalah akibat benturan yang mungkin cukup keras... Dan luka di kening nya sudah saya perban.. Pasien sudah siuman.. Namun kondisi nya agak lemah.. Jadi terpaksa saya infus untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan menghidrasi tubuh.. Mengembalikan PH dan sebagai resusitasi cairan.. Mungkin pasien trauma dengan kejadian yang baru saja ia alamai.. Hingga ia nampak merancau dan masih terlihat panik.. Namun.. Saya juga sudah memberi kan obat penenang.. Jadi biarkan dia istirahat dulu...


Brama dan Daniel nampak mengangguk..


" Terima kasih dok..!" Ucap Brama..


Brama dan Daniel segera masuk keruangan dan melihat keadaan Dahlia setelah dokter berlalu..


" Pasti Krisna akan marah besar jika mengetahui hal ini.. Ini ke dua kali nya kita menyebab kan Dahlia terluka..!" Ucap Brama..


" Tapi ini kan musibah bos.. Bukan salah kita.. Bagaimana coba jika bos tidak berada di dalam lift itu.. Pasti Dahlia sendirian..!"


" Iya dan Dahlia pasti belum mengenali ku..!"


" Cepat atau lambat pasti Dahlia mengenali mu.. Dan mungkin lewat cara tadi Allah mempertemukan kalian dan membongkar ketidak jujuran mu selama ini..!"


" Ya aq sangat bersalah.. Setelah aq mengetahui Dahlia masih hidup aq malah menyembunyikan kenyataan hanya demi mendapat kan perhatian anak ku.. Aq sangat egois..!"


" Ya sudah.. Tidak ada kata terlambat.. Sudah saat nya kamu memberi tahu semua nya.. Termasuk pada Salma.. Jika memang benar kamu mencintai nya.. Awali lah dengan kejujuran.. Jangan ada kebohongan..!!"


Brama nampak terdiam dan berfikir.. Mata nya nya masih terus memandang Dahlia yang tertidur pulas. karna obat penenang..


Tiba tiba ponsel Brama berdering.. Panggilan dari nomor tak di kenal.. Brama segera menerima panggilan itu..


" Halllo.. Siapa ini..???"

__ADS_1


****** Hayooo Siapa ya yang menghubungi Brama..


Jangan lupa like nya.. 🙏


__ADS_2